Penulis📰 Didik Hendri Telisik Hati
BN News.com -Bertempat di RM Kebon Pring Kota Pasuruan, Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur Dr. KH. Husnul Maram, M.HI memberikan pembinaan pada seluruh ASN di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Pasuruan.
Mengawali pembinaannya, Kakanwil yang akrab disapa Mas Maram ini menyampaikan tentang manajemen ASN menganut sistem merit.
“Merit sistem merupakan salah satu sistem dalam manajemen sumber daya manusia yang menjadikan kualifikasi, kompetensi dan kinerja sebagai pertimbangan utama dalam proses perencanaan, perekrutan, penggajian, pengembangan, promosi, retensi, disiplin dan pensiun pegawai” katanya, Minggu (28/1/2024).
Kakanwil juga menekankan menjadi ASN harus 1 komando. “Siapa yang tidak hadir pada kegiatan ini? Kepala Madrasah? Kepala KUA? Pengawas? Guru?. Bagi yang tidak hadir tanpa alasan yang tidak jelas maka tidak 1 komando tidak mengindahkan undangan kegiatan, Pimpinan harus menjadi contoh bagi anggotanya. Jika tidak siap maka beban kerjanya bisa dikurangi, masih banyak yang ingin menduduki jabatan tersebut,” ujarnya.
Mas Maram mengingatkan seluruh ASN untuk mengingat 2 hal. Pertama selalu bersyukur menjadi ASN Kemenag.
“Menjadi ASN Kemenag harus bersyukur, wujud syukur yaitu dengan bekerja sunguh-sungguh, sesuai regulasi dan memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat, ” tandasnya.
Yang kedua, dasari semua program kegiatan dengan moderasi beragama.
Dan untuk menjadi pegawai sukses, Mas Maram berpesan jangan seperti katak berenang.
“Untuk menuju sukses jangan menghalalkan segala cara seperti katak berenang, yaitu ke atas menjilat, ke samping menyikut, ke bawah menginjak. Seandainya kesuksesan itu diraihnya mungkin tak bisa langgeng karena cepat atau lambat akan tergilas oleh mereka-mereka yang bekerja secara profesional dan bermoral,” pesannya
Begitupun ketika melihat orang sukses, jangan seperti kepiting.
“Orang-orang yang tidak senang dengan pencapaian orang lain, bisa disebut meniru sifat kepiting. Kepiting, hewan yang mudah emosi dan tidak senang melihat temannya berhasil. Emosi karena merasa iri hati dengan pencapaian gemilang seseorang, bahkan berusaha sekuat tenaga untuk menjatuhkannya,” pesannya lagi
Hal senada juga disampaikan ketika memberikan pembinaan pada seluruh ASN di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan di MAN IC Pasuruan. (Didik Hendri Telisik Hati)
















