Penulisš° Didik Hendri Telisik Hati
BN News – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur melalui tim Organisasi Tata Laksana dan Zona Integritas menyelenggarakan Pendampingan Penguatan SIMPI (Sistem Infomasi Manajemen Pengendalian Intern Kementerian Agama) di Hotel Southern, Surabaya pada Kamis s.d Jum’at (21 s.d 22 Maret). Kegiatan ini diikuti oleh para Satgas SPIP (Sistem Pengendalian Intern Pemerintah), operator SIMPI dari Kanwil Kemenag Jawa Timur maupun Kemenag kabupaten/kota di Jawa Timur.
Kakanwil Kemenag Jawa Timur, Husnul Maram hadir untuk membuka secara langsung kegiatan ini.
Dalam arahannya, Kakanwil yang akrab disapa Mas Maram ini mengatakan, Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) merupakan suatu sistem pengendalian intern, yang terintegrasi yang dilaksanakan secara menyeluruh di lingkungan pemerintah dan daerah.
āUntuk memudahkan dalam pelaksanaannya, Kemenag RI membuat sebuah sistem berupa SIMPI. Aplikasi SIMPI ini dapat membantu satuan kerja Kemenag, dalam menyelenggarakan pengendalian intern secara efektif dan efisien,ā ungkapnya.
Oleh karena itu, Maram berharap kepada seluruh operator pada satuan kerja di lingkungan Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur yang menangani SIMPI, untuk mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, serta dapat mengetahui tata cara pengisian aplikasi SIMPI.
Agar peserta dapat memperoleh materi dari ahlinya, tim Ortala menghadirkan narasumber dari Biro Organisasi Tata Laksana Kemenag RI, Muhammad Su’bi dan Muhammad Reza yang memberikan materi tentang Kebijakan Implementasi SPIP pada Kemenag dan Strategi Penerapan KMA 580/2019 melalui Aplikasi SIMPI.
Selain itu, khusus untuk peserta dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, dilakukan pendampingan oleh Tim Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama RI mengenai Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP). Pada kesempatan tersebut, tim Itjen yang diwakili oleh Mardani Rifianto dkk., memberikan evaluasi maupun masukan terhadap sistem pengendalian intern utamanya memberikan identifikasi terhadap resiko dan cara-cara mengatasinya kepada pemilik resiko.
Meskipun dilaksanakan pada bulan puasa, para peserta mengikuti kegiatan dan mendengarkan penjelasan narasumber dengan seksama. (Didik Hendri Telisik Hati)
















