Penulis📰✍️ Didik Hendri Telisik Hati
Gresik, BN News – Dalam upaya meningkatkan kompetensi dan semangat pengabdian pegawai, Kantor Urusan Agama (KUA) Kebomas menggelar kegiatan Pembinaan Pegawai dan Penyerahan Program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU). Acara yang dilaksanakan di Aula KUA Kebomas ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, H. Pardi, bersama Kasi Bimas Islam Kemenag Gresik, Abdul Ghofar, Kepala KUA Kebomas, H. Khalili, serta seluruh pegawai di lingkungan KUA Kebomas.
Pada acara ini, program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat menjadi salah satu sorotan utama. Secara simbolis, bantuan diberikan kepada kelompok UMKM Bunda Bahagia, yang merupakan binaan KUA Kebomas bekerja sama dengan LAZ Al Azhar dan Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF). Program ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pemberian dukungan dan fasilitas kepada pelaku UMKM, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi umat.
Kepala KUA Kebomas, H. Khalili, dalam sambutannya memperkenalkan kondisi geografis dan potensi sumber daya manusia di wilayah KUA Kebomas. Beliau juga menyoroti beberapa program unggulan yang telah berjalan, seperti Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS), yang dilaksanakan secara mandiri dengan kolaborasi pihak-pihak ketiga seperti YDSF dan LAZ Al Azhar, serta Majelis Taklim As-Sakinah, yang ditujukan bagi lansia. Khalili berharap KUA Kebomas terus aktif, inovatif, dan eksis dalam memberikan layanan kepada masyarakat.
Dalam pembinaannya, Kepala Kemenag Gresik, H. Pardi, mengajak seluruh pegawai untuk memiliki komitmen tinggi dalam melayani masyarakat. Beliau menekankan enam poin penting:
1. Spirit – Memperbarui semangat kerja dengan niat tulus untuk mengabdi kepada Allah SWT.
2. Afirmasi – Menguatkan peran satu sama lain melalui kolaborasi dan memberikan pelayanan terbaik.
3. Energizing – Menggunakan seluruh kekuatan dan potensi untuk mendukung pemberdayaan umat, baik dari energi internal maupun eksternal.
4. Pelayanan – Fokus pada pelayanan yang optimal karena inti dari pekerjaan Kemenag adalah jasa kepada masyarakat.
5. Opportunity – Mencari peluang-peluang pemberdayaan di masyarakat sebagai bentuk pengabdian.
6. Loyalitas – Mengembangkan loyalitas sejati dengan saling mengingatkan dan menjaga kekompakan dalam kebaikan.
H. Pardi berharap seluruh pegawai dapat memberikan performa terbaik mereka dalam setiap tugas, terus mencari peluang baru untuk memberdayakan umat, dan meningkatkan loyalitas kepada lembaga. “Dengan semangat kebersamaan, KUA Kebomas diharapkan dapat menjadi teladan dalam pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat,” tandasnya, Jumat (13/12/2024). (Didik Hendri Telisik Hati)
















