Penulis📰✍️ Didik Hendri Telisik Hati
Gresik, BN News – Dalam rangka meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan dalam memanfaatkan teknologi digital, Kelompok Kerja Raudhatul Athfal (KKRA) Gresik bagian Utara menggelar Workshop Penyusunan Perencanaan Pembelajaran Berbasis Artificial Intelligence (AI). Kegiatan ini berlangsung di Aula Kemenag Gresik.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, H. Pardi, didampingi oleh Kasi Pendidikan Madrasah, Hj. Masfufah, Ketua KKRA Kabupaten Gresik, Hj. Choiroh serta Pengawas Madrasah, Mulyono yang juga bertindak sebagai pemateri.
Ketua KKRA Kabupaten Gresik, Hj. Choiroh menyampaikan laporan pembukaan workshop Perencanaan Pembelajaran Berbasis Artificial Intelligence (AI) yang diikuti oleh total 198 peserta guru dan 4 peserta pengawas dari Kabupaten Gresik di wilayah utara. Dalam laporannya, Hj. Choiroh berharap kegiatan ini berjalan lancar dan para peserta mengikuti workshop dengan sungguh-sungguh untuk memaksimalkan manfaat yang diperoleh.
Pelatihan ini dilaksanakan 2 tahap, untuk hari Jumat tanggal 13 Desember 2024 ini diikuti oleh KKRA Kab. Gresik dari wilayah utara dan untuk tahap berikutnya yakni hari Senin tanggal 16 Desember 2024, diikuti oleh KKRA Kab. Gresik dari wilayah selatan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, H. Pardi, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang berfokus pada pemanfaatan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) dalam perencanaan pembelajaran. Beliau menekankan bahwa pembelajaran berbasis AI adalah langkah yang wajib dilakukan untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, namun tetap harus mengedepankan peran guru sebagai fasilitator utama.
“Pembelajaran berbasis AI wajib dilakukan, tetapi tidak boleh meninggalkan esensi pembelajaran langsung oleh guru. AI hanya menjadi alat bantu untuk memaksimalkan potensi anak didik,” tegasnya.
Menurut H. Pardi, AI dapat dimanfaatkan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif. Beliau menekankan tiga aspek utama yang dapat dikembangkan dengan AI:
1. Joyful, di mana pembelajaran dibuat menyenangkan sehingga anak-anak dapat belajar sambil bermain dan bersenang-senang;
2. Mindful, yang mendorong siswa untuk tetap fokus dan sadar selama proses pembelajaran; serta
3. Meaningful, yakni menghadirkan pengalaman belajar yang penuh makna. Untuk mendukung hal ini, metode pembelajaran berbasis AI bisa dikombinasikan dengan kegiatan kreatif seperti bernyanyi atau bermain, sehingga anak-anak merasa lebih terlibat dan menikmati pembelajaran dengan baik.
Dalam pesannya, H. Pardi mengingatkan seluruh pendidik untuk konsisten dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran. “Tulis apa yang akan dilakukan, dan lakukan apa yang sudah ditulis,” ujarnya.
Beliau berharap para guru dapat memanfaatkan teknologi seperti AI secara optimal untuk menciptakan pembelajaran yang inovatif, namun tetap menjaga esensi pendidikan yang humanis dan berorientasi pada pengembangan karakter anak didik.
Workshop ini menjadi langkah penting dalam mendorong guru MI di Kecamatan Gresik untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, terutama dalam memanfaatkan AI guna menciptakan pembelajaran yang inovatif dan efektif. (Didik Hendri Telisik Hati)
















