Penulis📰✍️ Didik Hendri Telisik Hati
BN News – Dalam rangka memperkuat integritas dan profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Penguatan ASN Taat Hukum. Acara ini berlangsung di Aula Al-Ikhlas Kanwil Kemenag Jawa Timur dan dihadiri langsung oleh Inspektur Jenderal Kementerian Agama RI, Dr. H. Faisal Ali Hasyim.
Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB ini diikuti secara luring oleh Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Akhmad Sruji Bachtiar, bersama Kepala Kemenag Kabupaten/Kota Wilayah Kerja Surabaya, termasuk Kepala Kemenag Gresik, H. Pardi, serta Kasubbag TU, Muh. Ali Faiq. Sebanyak 20 ASN per kabupaten/kota juga turut hadir secara langsung. Sementara itu, ASN di luar wilayah kerja Surabaya mengikuti kegiatan ini secara daring melalui platform Zoom.
Dalam sambutannya, Akhmad Sruji Bachtiar menegaskan komitmen Kemenag Jawa Timur untuk membangun zona integritas dengan mengedepankan semangat, disiplin, dan transparansi. “Integritas adalah kunci menuju tata kelola pemerintahan yang baik. Semangat jihad untuk menjadi orang baik harus terus dijaga,” ujarnya.
Dalam pembinaannya, Dr. H. Faisal Ali Hasyim menyampaikan pentingnya perubahan dalam tata kelola organisasi, khususnya di lingkungan Kemenag. Ia menegaskan arahan Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, terkait pengurangan jarak antara ajaran agama dan umat tanpa fanatisme berlebihan, menjaga integritas, serta membersihkan praktik-praktik tidak etis seperti korupsi, kolusi, dan nepotisme. “Kunci keberhasilan adalah komitmen bersama, komunikasi sehat, pelibatan semua anggota tim, dan pengawasan internal yang efektif,” tegasnya.
Selain itu, Irjen Kemenag RI, Dr. H. Faisal Ali Hasyim juga mengingatkan ASN untuk selalu mencari rezeki yang halal, menjaga kedisiplinan, berpakaian rapi, dan memastikan ruang kerja dalam kondisi bersih. Ia mengajak semua pihak untuk memanfaatkan momentum ini sebagai langkah strategis meningkatkan moralitas, disiplin, dan pelayanan publik yang lebih transparan.
Kegiatan ini diharapkan dapat membawa perubahan nyata dalam pengelolaan tata kelola pemerintahan di lingkungan Kemenag, sejalan dengan harapan masyarakat akan layanan yang bersih dari praktik KKN, transparan, dan objektif. Irjen Kemenag juga memberikan pesan penting dari Menteri Agama untuk meningkatkan intensitas kegiatan keagamaan, seperti menghentikan pekerjaan saat adzan berkumandang dan melaksanakan sholat berjamaah.
Dengan adanya pembinaan ini, Kemenag Jawa Timur berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja dan profesionalitas ASN, membangun tata kelola yang bersih, dan mewujudkan zona integritas yang kokoh demi melayani masyarakat dengan lebih baik. (Didik Hendri Telisik Hati)
















