Penulis📰✍️ Didik Hendri Telisik Hati
BN News – Masih ingat Film Gita Cinta dari SMA? Film fenomenal di masanya yang menceritakan kisah cinta Galih dan Ratna, dua pelajar SMA yang populer di sekolah. Film ini disutradarai dan dibintangi oleh Rano Karno sebagai Galih dan Yessy Gusman sebagai Ratna.
Ya, bak Galih dan Ratna, dengan mengendarai Vespa Matic warna merah menyala, dr. Asluchul Alif bersama sang istri tercinta dr. Shinta Puspitasari berburu durian bakar di Waroeng Kae Kebonagung Ujungpangkah Gresik, Senin (6/1/2025) sore.
Keduanya begitu mesra penuh canda tawa mengukir bahagia saat melewati jalan desa menuju kebun durian milik Waroeng Kae di Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Setibanya di lokasi, Dokter Alif yang juga Wakil Bupati (Wabup) Gresik bersama sang istri tercinta dr. Shinta Puspitasari menyampaikan kekagumannya atas keberhasilan petani asal Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah dalam membudidayakan buah durian.
“Salut. Para petani Gresik bisa sukses budidaya durian. Tadi saya bersama istri melihat langsung pohon durian yang buahnya lebat. Kami dan pengunjung lainnya bisa memetik dan menikmati langsung buah durian yang matang di pohon,” ungkap dr. Alif.
Usai memetik buah durian, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Gresik ini tak lupa mencoba kuliner baru durian bakar khas Waroeng Kae. “Saya penasaran saat dikasih tahu ada kuliner durian bakar. Apalagi yang saya tahu ini pertama ada di Gresik,” ucap dr. Alif sembari menyuapi istri tercintanya durian bakar khas Waroeng Kae.
Menurut dr. Alif, durian bakar punya rasa yang unik dan tekstur berbeda. Bau durian yang biasanya menyengat juga berkurang. “Tentu rasanya sangat enak seperti ada karamel. Sangat cocok dimakan saat musim hujan karena duriannya hangat,” ujar Direktur RS Fathma Medika Sembayat Manyar tersebut.
Durian di sini, lanjut dr. Alif, rasanya unik, tidak terlalu manis, dan creamy. Meski berada di pesisir, rasanya tak kalah dengan durian dari dataran tinggi.
Proses pembakaran memberikan sensasi rasa yang berbeda, lebih lembut, dan tidak terlalu tajam di lidah. “Sangat direkomendasikan untuk pencinta durian,” tambahnya.
Dengan sensasi berbeda ini, yakni durian bakar, Waroeng Kae menjadi destinasi kuliner menarik bagi para pencinta durian. Tertarik mencoba…
Untuk diketahui, menu kuliner spesial ini hadir Pertama di Gresik! Durian bakar, cara unik nikmati rajanya buah kini ada di Waroeng Kae Desa Kebonagung, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Durian bakar hadir bagi penikmat buah berkulit berduri itu, karena selain sudah tidak memiliki aroma menyengat, juga rasanya yang lebih nikmat ketika disantap.
Tidak hanya itu, para pecinta durian di Kabupaten Gresik kini tak perlu jauh-jauh keluar kota untuk menikmati buah berjuluk King of Fruit. Hal ini lantaran Waroeng Kae kini menyediakan petik durian jenis musang king dan montong langsung dari pohonnya.
Berbeda dari tempat lainnya, selain durian dinikmati secara langsung, juga ada durian bakar yang punya sensasi rasa unik.
Pemilik Waroeng Kae, Muhammad Zidan Resendria, mengatakan bahwa durian bakar memberikan pengalaman baru dalam menikmati buah berduri ini.
“Kami ingin pengunjung merasakan cara berbeda menikmati durian di resto kami,” katanya, Senin (6/1/2025).
Zidan menyatakan, resto miliknya memiliki lahan seluas 1 hektare yang ditanami 45 pohon durian montong.
Meski berada di kawasan pesisir, namun durian yang dihasilkan sangat bagus serta memiliki curi khas rasa berbeda dari yang lain.
“Karena ditanam di daerah dataran rendah, durian ini memiliki ciri khas tersendiri yakni rasa enak, dagingnya besar serta bijinya kecil,” terangnya.
Pengunjung, kata Zidan bisa memetik langsung buah dari pohon atau mencicipi durian bakar khas yang disajikan di lokasi.
“Semuanya disajikan fresh sehingga menambah kenikmatan durian, harganya mulai Rp75 ribu per kilogram,” terangnya.
Anak dari Kepala Desa Pangkahwetan Syaifullah Mahdi itu menyampaikan, saat ini satu pohon durian bisa menghasilkan 40 sampai 60 buah dalam sekali panen.
Para pembeli bisa memilih langsung buah durian di kebun. Sementara bagi pembeli yang ingin menikmati durian bakar bisa datang ke Waroeng Kae.
“Harga durian bakar sama dengan yang biasa. Hanya menambah ongkos bakar Rp10 ribu per durian,” terang Zidan.
“Kami senang. Banyak orang yang cocok dengan rasa durian bakar pertama di Kabupaten Gresik,” imbuhnya dengan nada penuh syukur.
Selain durian bakar, lanjut Zidan, para pencinta kuliner juga bisa menikmati berbagai olahan makanan dan minuman yang disediakan Waroeng Kae. Mulai otak-otak bandeng, bandeng bakar, kare kepiting, kelan sembilang, sambal belut, es degan hingga wedang pokak.
Tempat makan seluas dua hektare ini memiliki nuasa tempo dulu. Terlihat dari 13 bangunan rumah joglo, lampu oblik, meja dan kursi jati hingga cikar. “Kami buka setiap hari dari pukul 10.00 WIB hingga 21.00 WIB,” pungkasnya. (Didik Hendri Telisik Hati)
















