Penulis📰✍️ Didik Hendri Telisik Hati
Bungah, BN News – Kunjungan Komisi 4 DPRD Gresik benar-benar menjadi angin segar bagi Keluarga Besar UPT SMPN 10 Gresik (Eks SMPN 1 Bungah). Betapa tidak, melalui Pokir dewan (Pokok-Pokok Pikiran anggota dewan), satu-satunya SMP Negeri di wilayah Kecamatan Bungah ini bakal dibangunkan Musala yang representatif.
Angin segar pembangunan Musala representatif di UPT SMPN 10 Gresik itu bermula saat Ketua Komisi 4 DPRD Gresik Muchamad Zaifudin, S.Pd melakukan Kunjungan sekaligus Pengawasan Dunia Pendidikan di UPT SMPN 10 Gresik, Rabu (8/1/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Zaifudin sapaan akrabnya didampingi Anggota Komisi 4 DPRD Gresik lainnya, yakni Noto Utomo, SH, Gus Aqib, Jumanto, Yai Munir, Fauzi, dan Hj. Khomsatun. “Kami intens melakukan pengawasan di seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Gresik,” tandas politisi Gerindra ini.
Sesuai tugas dan tanggung jawab yang diemban, Komisi 4 DPRD membidangi beberapa hal, seperti kesehatan, pendidikan dan kebudayaan, sosial dan keagamaan, tenaga kerja dan transmigrasi, kepemudaan dan olahraga, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, pengendalian penduduk dan keluarga berencana, serta kearsipan dan perpustakaan.
Sementara, dalam kunjungan tersebut, anggota DPRD Gresik Noto Utomo atau yang biasa dipanggil Cak Noto menandaskan, sebagai wakil rakyat yang berangkat dari Dapil Bungah, dirinya bersama anggota dewan lainnya turun langsung untuk melihat kekurangan apa yang ada di UPT SMPN 10 Gresik.
“Dan saya melihat, ternyata musala yang ada di UPT SMPN 10 Gresik tidak bisa menampung seluruh siswa, guru, dan pegawai saat salat jamaah. Makanya, saya minta pihak sekolah segera mengajukan proposal pembangunan musala untuk dibangunkan musala yang representatif melalui dana pokir dewan,” tegas Cak Noto yang dikenal peduli terhadap dunia pendidikan ini.
Di tempat yang sama, Kepala UPT SMPN 10 Gresik Hj. Nur Aliyah, S.Pd, M.Pd menghaturkan terima kasih atas kunjungan Komisi 4 DPRD Kabupaten Gresik. Alhamdulillah, dengan penuh perhatian para wakil rakyat ini menggali informasi terkait pengajuan PIP (Program Indonesia Pintar) dan penyalurannya, penggunaan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah), PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru), sekaligus survei sarpras (sarana prasarana) sekolah terkait dana pokir dari dewan.
“Dan Alhamdulillah, para wakil rakyat mengetahui sendiri jika musala yang ada di sekolah kami kurang memadai dalam menampung 672 siswa, apalagi berada di belakang sekolah dan bangunannya sudah tua. Semoga pembangunan musala yang representatif dari pokir dewan benar-benar bisa terwujud,” ungkap Hj. Aliyah.
“Mudah-mudahan kunjungan anggota dewan ini benar-benar menjadi angin segar dan bukan anginnya saja, tapi segar beneran,” imbuhnya sembari tersenyum penuh optimis.
(Didik Hendri Telisik Hati)
















