Penulis📰✍️ Didik Hendri Telisik Hati
Gresik, BN News – Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Kabupaten Gresik Dr. H. S Hariyanto, S.Pd, MM kembali emban amanah sebagai Imam dan Khotib Sholat Idul Fitri 1446 H di Masjid KH Robbach Ma’sum Komplek Islamic Center di Desa Wates Balongpanggang Gresik, Senin (31/3/2025).
Dalam khutbahnya, peraih gelar Doktor Manajemen Pendidikan dengan predikat Cumlaude ini mengajak ratusan jamaah yang memenuhi masjid ini untuk berserah diri kepada Allah SWT.
Penyerahan diri sepenuhnya atau tawakkal kepada Ilahi bisa menjadikan hati terasa tenang. Dengan totalitas penyerahan diri (sumeleh – bahasa Jawa) hati atau pikiran yang ruwet akan terurai dan akhirnya memperoleh sebuah ketenangan atau tentram.
Itulah resep yang disampaikan Khotib S Hariyanto untuk keluar dari pikiran ruwet. Apabila tidak bisa sumeleh atau mengendalikan diri setelah puasa Ramadan sebulan penuh berarti gak ngefek atau berdampak. “Bila setelah Ramadan tidak ada perubahan bahkan tambah nemen berarti puasanya tidak ngefek,” tandas orang nomor satu di lingkungan Dispendik Gresik ini.
Mendapatkan hati yang tenang itu, lanjut Hariyanto, merupakan salah satu dari ciri bahwa puasanya diterima Allah SWT. Dan 3 ciri lainnya bahwa puasa diterima adalah sikap dermawan atau luman. “Bila sebelum Ramadan seseorang kikir atau medit dan sehabis puasa menjadi dermawan maka itu tanda puasanya diterima oleh Allah,” papar pria asli Desa Kemudi Duduksampeyan Gresik ini.
Orang yang luman itu wadah rezekinya menjadi luas. Jadi jangan pelit atau kikir dalan kehidupan bermasyarakat ini. Kemudian ciri yang ketiga, yaitu sabar tidak mudah marah.
“Kalau sebelum Ramadan suka dendam, gampang marah dan sekarang bisa lebih sabar, maka itu pertanda puasanya memiliki efek yang bagus,” ungkapnya.
Selanjutnya ciri yang keempat puasa diterima adalah memiliki jiwa pemaaf. Suka memberi maaf kepada sesama, tidak gampang tersulut amarah atau emosi.
Khotib S Hariyanto menyampaikan khutbahnya dengan instonasi berapi-api, sehingga para jamaah menyimak petuah-petuah yang disampaikan dengan penuh khidmat.
Usai khutbah Idul Fitri, Takmir Masjid KH Robbach Ma’sum menggelar acara santunan pada anak yatim. Sebanyak 60 anak menerima bingkisan dan uang saku. “Ini merupakan bentuk perhatian kami. Penerima santunan ini berasal dari beberapa desa di sekitar masjid,” ungkap Drs. H. Mulyanto, MM Ketua Takmir Masjid KH Robbach Ma’sum usai penyerahan santunan. (Didik Hendri Telisik Hati)
















