Kemenag Gresik, BN News — Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah aliyah, Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) 05 Gresik menggelar Workshop Pemahaman dan Penerapan Deep Learning (Mindful, Meaningful, dan Joyful) yang dilaksanakan pada 7–8 Mei 2025 bertempat di Pondok Jatim Park, Kota Batu.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kankemenag Kab. Gresik, H. Pardi, yang didampingi oleh Kasi Pendidikan Madrasah, Hj. Masfufah, serta Pengawas Madrasah, Mulyono dan Pradito Hasibuan. Ketua KKMA 05, Khoirul, turut hadir mendampingi 110 peserta workshop yang terdiri dari kepala madrasah dan guru-guru madrasah aliyah di wilayah KKMA 05 Gresik.
Dalam sambutan pembukaannya, H. Pardi menyampaikan bahwa guru adalah aktor utama dalam membentuk generasi yang unggul dan berakhlak. Beliau menyampaikan filosofi menarik terkait peran guru dalam mengembangkan pembelajaran yang mendalam.
“Guru harus menjadi Lengkuas — melengkapi segala urusan administrasi sekolah bersama kepala madrasah. Juga harus seperti Serai — selalu riang, energik, aktif, dan inovatif,” ungkapnya.
Beliau menekankan bahwa dalam menerapkan konsep Deep Learning yang mindful, meaningful, dan joyful, guru harus memiliki kompetensi sebagai berikut:
1. Serba tahu dan serba bisa,
2. Mampu mengambil hati murid,
3. Memberikan perhatian penuh kepada siswa.
Lebih lanjut, H. Pardi juga mengajak para guru untuk memiliki Deep Heart, yakni ketulusan hati dalam membimbing siswa, serta mengusung Kurikulum Cinta — memberikan cinta terdalam kepada murid-muridnya.
Tak hanya itu, beliau menambahkan pentingnya Deep Logic dalam pendidikan, yaitu pemikiran yang mendalam untuk memberikan pemahaman dan wawasan yang luas kepada para siswa.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk membangun sinergi antar pendidik dalam mewujudkan madrasah yang unggul dan berdaya saing melalui pendekatan pembelajaran yang holistik dan berorientasi pada karakter. (Kemenag Gresik/Telisik Hati)
















