Sidoarjo, BN News – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan Madrasah Go Digital: Membangun Madrasah Pintar Berbasis Data dan Artificial Intelligence (AI) di Aula Kanwil Kemenag Jatim, Senin (20/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat transformasi digital madrasah guna mewujudkan tata kelola pendidikan yang lebih efektif, adaptif, dan berbasis data.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, dalam sambutannya menegaskan bahwa digitalisasi harus diarahkan pada tujuan yang jelas, yakni meningkatkan kualitas layanan dan pengelolaan madrasah. Menurutnya, keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia.
“Fokus kita bukan hanya pada penggunaan teknologi, tetapi pada tujuan yang ingin dicapai melalui digitalisasi. Yang paling utama adalah sumber daya manusia. Sistem yang baik tidak akan memiliki nilai apabila tidak didukung oleh SDM yang mampu mengelolanya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu manfaat utama digitalisasi adalah menghadirkan kecepatan dalam pengelolaan data, pelayanan, hingga pengambilan keputusan. Dengan pemanfaatan data dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), madrasah diharapkan mampu memberikan layanan pendidikan yang lebih responsif, akurat, dan inovatif.
Kakanwil juga mengajak seluruh insan madrasah untuk terus meningkatkan kompetensi digital agar mampu mengikuti perkembangan teknologi yang semakin pesat. Menurutnya, transformasi digital merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari dalam dunia pendidikan.
“Digitalisasi bukan sekadar mengikuti tren, tetapi menjadi kebutuhan agar madrasah mampu memberikan layanan yang cepat, tepat, dan berkualitas kepada masyarakat,” imbuhnya.
Pada kesempatan tersebut, Akhmad Sruji Bahtiar secara resmi membuka kegiatan Madrasah Go Digital: Membangun Madrasah Pintar Berbasis Data dan AI.
Kegiatan ini terselenggara dengan dukungan dan kolaborasi bersama Acer, sebagai mitra yang turut mendukung penguatan ekosistem digital di lingkungan madrasah. Melalui sinergi tersebut, diharapkan transformasi digital madrasah di Jawa Timur semakin berkembang sehingga mampu melahirkan madrasah yang cerdas, inovatif, dan siap menghadapi tantangan pendidikan di era digital. (*)
















