• Beranda
  • Hubungi Kami
  • Info Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik 
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang
Saturday, August 8, 2026
  • Login
Bumi Nusantara News
  • Beranda
  • Nasional
  • Birokrasi
  • Pendidikan
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Sosial Politik
  • Serba Serbi
  • Potret Desa
  • Seni & Budaya
  • Wisata
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Birokrasi
  • Pendidikan
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Sosial Politik
  • Serba Serbi
  • Potret Desa
  • Seni & Budaya
  • Wisata
No Result
View All Result
Bumi Nusantara News
No Result
View All Result
Home Nasional

Sri Mulyani “Bingung” WTO Letoy

Telisik Hati by Telisik Hati
19 June 2025
in Nasional
0
Sri Mulyani “Bingung” WTO Letoy
362
SHARES
362
VIEWS
WhatAppsFacebook

Oleh: Sefdin Alamsyah

JAKARTA, BN News – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sangat tidak berguna di era sekarang. Itu dikatakan perempuan berdarah Kebumen yang lahir di Lampung itu, dalam forum CNBC Economic Update 2025 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu 18 Juni 2025, yang dilansir banyak media.

“Hari ini negara-negara besar tidak mempercayai lembaga multilateral karena merasa tidak terwadahi interest-nya. Sehingga negara-negara yang kuat merasa; ‘That I have to solve my own problem, without using those multilateral institution’,” tegas Ani.

Masih kata Ani, saat ini era sudah bergeser ke unilateral. Ini utamanya terjadi imbas Amerika Serikat (AS) yang selalu merasa sebagai korban globalisasi. Padahal, lanjut Ani, WTO dan organisasi global lain awalnya dibentuk oleh AS bersama negara G7.

Ani juga menyinggung negara di dunia sekarang lebih memilih mengamankan kepentingan masing-masing. Ini yang akhirnya melanggengkan persaingan politik, ideologi, militer, keamanan, sampai ekonomi.

“Coba kita lihat akhir-akhir ini, dalam dua bulan terakhir. Negara terbesar, Amerika Serikat, terkuat, ekonominya terbesar yang merasa menjadi victim dari globalisasi yang merupakan sistem yang diadvokasi oleh Amerika Serikat sendiri,” sambung Ani.

Pernyataan Ani ini seperti menunjukkan kebingungan. Karena tidak ada teori yang bisa menjawab situasi saat ini. Padahal, teorinya sederhana: Karma. Negara-negara yang dulu mengimpor mazhab pasar bebas, ekonomi neo liberal dan globalisasi sekarang sedang terkena karmanya sendiri.

AS sekarang APBN-nya suffering. Karena harus menanggung biaya social safety net yang begitu besar. Akibat dari industri manufakturnya yang jeblok. Karena perusahaan di AS yang sudah diberi ruang oleh globalisasi melalui model ekonomi pasar bebas, memindahkan pabrik-pabriknya ke Asia-Afrika yang biaya buruhnya lebih murah.

Celakanya, hasil keuntungan mereka tidak lagi masuk ke AS. Tapi parkir dan diinvestasikan lagi di beberapa negara di luar AS. Hasilnya? Pajak yang masuk ke AS mengecil. Akibatnya: APBN negara Paman Sam itu “keringat dingin”. Karena harus membiayai penduduknya yang menjadi pengangguran dan angkanya meningkat.

Skenario Trump menggunakan senjata hambatan tarif sejatinya adalah upaya untuk melakukan Reshoring. Untuk memindahkan kembali operasi produksi perusahaan AS dari luar negeri ke AS. Tapi rupanya doktrin ekonomi liberal dan globalisasi lebih menarik perusahaan AS untuk melakukan offshoring. Alias memindahkan operasi produksi ke luar negeri untuk mengurangi biaya produksi.

China, sejak 40 tahun yang lalu, sebagai negara yang paling banyak menerima tamu perusahaan-perusahaan asing, cerdik mengelola. China sadar. Dirinya dituju karena upah buruh yang murah. Bukan karena persahabatan. Tapi karena buruh yang pekerja keras. Tidak banyak istirahat. Apalagi merokok sambil kerja.

Sekarang tiba-tiba Trump marah-marah ke China. Rupanya Trump terlambat menbaca buku ‘Globalization and Its Discontents’ karya Joseph E. Stiglitz. Yang membahas kritik terhadap dampak negatif globalisasi. Terutama dalam hubungannya dengan negara berkembang.

Trump rupanya juga lupa sejarah. Bahwa gagasan globalisasi melalui pendirian World Bank, IMF, GATT yang dilahirkan dalam pertemuan di Bretton Woods juga inisiasi AS. Hakikat tujuan pertemuan itu adalah agar kolonialisme tetap dapat dilanjutkan tanpa harus melakukan pendudukan fisik.

Rupanya dunia harus mulai sadar. Sistem pasar bebas yang menyerahkan ekonomi tersusun dengan sendirinya oleh mekanisme pasar: gagal. Sekarang saatnya kita kembali menengok sejarah. Menengok pikiran para hikmat yang dulu di Indonesia pernah ada. Mereka bersidang di Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Mereka menawarkan sistem Negara Sosialisme yang Berketuhanan melalui Lima Sila yang dijabarkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 naskah asli. Sebelum diobrak-abrik dalam Amandemen pada tahun 1999 hingga 2002.

Negara dengan sistem Sosialisme yang Berketuhanan ini adalah penjabaran dari lima Sila di dalam Pancasila. Sila Pertama, Ketuhanan yang berarti ekonomi harus mendasarkan kepada moral, karena pemilik sejati adalah Tuhan.

Sila Kedua, Kemanusian yang Adil dan Beradab, artinya ekonomi itu harus bersifat manusiawi dan adil, dengan menganggap sama semua manusia. Satu dengan yang lain tidak boleh ada yang memiliki kedudukan atau hak yang lebih tinggi untuk melakukan penghisapan kepada yang lemah.

Lalu Sila Ketiga, Persatuan Indonesia, adalah wujud dari nasionalisme ekonomi, sehingga semua kebijakan harus sejalan dengan nasionalisme. Contoh teranyar: Jangan membuat gaduh dengan memindahkan hak atas pulau-pulau kecil.

Sila Keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, adalah prinsip demokrasi ekonomi. Setiap orang, meskipun dia miskin atau lemah, tetap harus diikutsertakan melalui perwakilan yang utuh dan perwakilan yang mewakili mereka dalam setiap pembuatan kebijakan.

Dan yang terakhir, Sila Keadilan Sosial adalah tujuan dari semuanya itu.

Kalau diperas: Sila Pertama dan Kedua adalah dasarnya, yaitu moral dan kemanusiaan. Sila Ketiga dan Keempat adalah caranya. Dan Sila Kelima adalah tujuannya.

Jadi, wajar kalau Sri Mulyani bingung melihat situasi global hari ini. Tapi kata Gus Baha: Bingung itu perlu. Katanya: Barokahnya bingung orang tidak menjadi sombong dan tidak merasa paling tahu. Karena segala sesuatu harus dipikirkan dan
dikaji dulu secara mendalam. (*)

Jakarta, 19 Juni 2025

*Penulis adalah pendiri Pusat Studi Pembangunan berbasis Pancasila. Kandidat Doktor Hukum dan Pembangunan, Sekolah Pasca Sarjana Universitas Airlangga Surabaya.

Previous Post

SIG dan Timah Properti Berkolaborasi dalam Pembangunan Perumahan di Bekasi Dukung Akselerasi Program 3 Juta Rumah

Next Post

Habis Aceh Terbitlah Trenggalek, LaNyalla: Jangan Terus Seret dan Tambah Beban Presiden

Telisik Hati

Telisik Hati

Next Post
Habis Aceh Terbitlah Trenggalek, LaNyalla: Jangan Terus Seret dan Tambah Beban Presiden

Habis Aceh Terbitlah Trenggalek, LaNyalla: Jangan Terus Seret dan Tambah Beban Presiden

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent News

Selamat !! Kemenag RI Raih Penghargaan Popular Government Institutions Award 2026 dari The Economics Media

Selamat !! Kemenag RI Raih Penghargaan Popular Government Institutions Award 2026 dari The Economics Media

7 August 2026
MUI Berharap Sinergi Pelayanan Umat Terus Berlanjut saat Pisah Sambut Ketua Pengadilan Agama Gresik

MUI Berharap Sinergi Pelayanan Umat Terus Berlanjut saat Pisah Sambut Ketua Pengadilan Agama Gresik

7 August 2026
Edukasi Pemilih Pemula, Bawaslu Gresik Hadirkan Pendidikan Demokrasi di SMKN 1 Duduksampeyan

Edukasi Pemilih Pemula, Bawaslu Gresik Hadirkan Pendidikan Demokrasi di SMKN 1 Duduksampeyan

7 August 2026
Sambut HUT RI ke-81, TNI-Polri dan Muspika Cerme Kompak Bersihkan Pasar Cerme Lor

Sambut HUT RI ke-81, TNI-Polri dan Muspika Cerme Kompak Bersihkan Pasar Cerme Lor

7 August 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Resmi Dikukuhkan UNESA, S Hariyanto Jadi Kepala Dinas Pendidikan Pertama di Kabupaten Gresik Bergelar Doktor Predikat Cumlaude

Resmi Dikukuhkan UNESA, S Hariyanto Jadi Kepala Dinas Pendidikan Pertama di Kabupaten Gresik Bergelar Doktor Predikat Cumlaude

20 January 2025
Cari Rumput, Warga Masangan Temukan Kerangka Manusia di Area Bukit Jamur Bungah

Cari Rumput, Warga Masangan Temukan Kerangka Manusia di Area Bukit Jamur Bungah

3 January 2025
Subhanallah, Ribuan Pentakziah Menjadi Saksi Langit Mendadak Mendung Saat Prosesi Pemakaman Pemangku Pondok Al Ishlah Bungah KH Ahmad Thohawi Hadin

Subhanallah, Ribuan Pentakziah Menjadi Saksi Langit Mendadak Mendung Saat Prosesi Pemakaman Pemangku Pondok Al Ishlah Bungah KH Ahmad Thohawi Hadin

14 September 2023
Kapolres Gresik Gempur Judi Online, Belasan Pelaku Berhasil Diamankan Tanpa Perlawanan !!

Kapolres Gresik Gempur Judi Online, Belasan Pelaku Berhasil Diamankan Tanpa Perlawanan !!

13 December 2024
IKHTIAR BASMI PANDEMI! MONGGO BERJEMUR DI WISATA SETIGI SEKALIGUS VAKSINASI GRATIS‼️

IKHTIAR BASMI PANDEMI! MONGGO BERJEMUR DI WISATA SETIGI SEKALIGUS VAKSINASI GRATIS‼️

3
Perempuan Tangguh Wabup Ning Min Hadiri Silaturahim & Temu NU se-Dunia di Mekkah Saudi Arabia

Perempuan Tangguh Wabup Ning Min Hadiri Silaturahim & Temu NU se-Dunia di Mekkah Saudi Arabia

2
PROGRAM TERNAK DESA SEJAHTERA NH ZAKATKITA MEMBAWA BERKAH BAGI KAUM DHUAFA

PROGRAM TERNAK DESA SEJAHTERA NH ZAKATKITA MEMBAWA BERKAH BAGI KAUM DHUAFA

1
Bersama Ustadz Budi Setya, M.PSDM, Maskumambang Sukses Gelar Pembinaan Character Building

Bersama Ustadz Budi Setya, M.PSDM, Maskumambang Sukses Gelar Pembinaan Character Building

1
Selamat !! Kemenag RI Raih Penghargaan Popular Government Institutions Award 2026 dari The Economics Media

Selamat !! Kemenag RI Raih Penghargaan Popular Government Institutions Award 2026 dari The Economics Media

7 August 2026
MUI Berharap Sinergi Pelayanan Umat Terus Berlanjut saat Pisah Sambut Ketua Pengadilan Agama Gresik

MUI Berharap Sinergi Pelayanan Umat Terus Berlanjut saat Pisah Sambut Ketua Pengadilan Agama Gresik

7 August 2026
Edukasi Pemilih Pemula, Bawaslu Gresik Hadirkan Pendidikan Demokrasi di SMKN 1 Duduksampeyan

Edukasi Pemilih Pemula, Bawaslu Gresik Hadirkan Pendidikan Demokrasi di SMKN 1 Duduksampeyan

7 August 2026
Sambut HUT RI ke-81, TNI-Polri dan Muspika Cerme Kompak Bersihkan Pasar Cerme Lor

Sambut HUT RI ke-81, TNI-Polri dan Muspika Cerme Kompak Bersihkan Pasar Cerme Lor

7 August 2026
Selamat !! Kemenag RI Raih Penghargaan Popular Government Institutions Award 2026 dari The Economics Media

Selamat !! Kemenag RI Raih Penghargaan Popular Government Institutions Award 2026 dari The Economics Media

7 August 2026
MUI Berharap Sinergi Pelayanan Umat Terus Berlanjut saat Pisah Sambut Ketua Pengadilan Agama Gresik

MUI Berharap Sinergi Pelayanan Umat Terus Berlanjut saat Pisah Sambut Ketua Pengadilan Agama Gresik

7 August 2026
Edukasi Pemilih Pemula, Bawaslu Gresik Hadirkan Pendidikan Demokrasi di SMKN 1 Duduksampeyan

Edukasi Pemilih Pemula, Bawaslu Gresik Hadirkan Pendidikan Demokrasi di SMKN 1 Duduksampeyan

7 August 2026
Sambut HUT RI ke-81, TNI-Polri dan Muspika Cerme Kompak Bersihkan Pasar Cerme Lor

Sambut HUT RI ke-81, TNI-Polri dan Muspika Cerme Kompak Bersihkan Pasar Cerme Lor

7 August 2026
Barokallah !! Satlantas Polres Gresik Tebar Kepedulian Lewat Program “Jumat Berkah Berbagi”

Barokallah !! Satlantas Polres Gresik Tebar Kepedulian Lewat Program “Jumat Berkah Berbagi”

7 August 2026
Panen Prestasi !! Usai DLH, Giliran PWI Gresik Apresiasi Petrokimia Gresik di Ajang Giri Pancasuar Award 2026

Panen Prestasi !! Usai DLH, Giliran PWI Gresik Apresiasi Petrokimia Gresik di Ajang Giri Pancasuar Award 2026

7 August 2026

Bumi Nusantara News

© 2023 Buminusantaranews.com.

Navigate Site

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • Info Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik 
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Birokrasi
  • Pendidikan
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Sosial Politik
  • Serba Serbi
  • Potret Desa
  • Seni & Budaya
  • Wisata

© 2023 Buminusantaranews.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In