GRESIK, BN News – sejak dulu dikenal sebagai kota santri dengan peradaban Islam yang kuat. Namun di era digital saat ini, tantangan terbesar kita adalah bagaimana agar tradisi dan warisan budaya luhur pesantren tidak terkikis zaman dan tetap relevan bagi generasi muda.
Menjawab tantangan tersebut, Kementerian Agama Kabupaten Gresik berkolaborasi strategis dengan Pemerintah Kabupaten Gresik merumuskan Kurikulum Kebudayaan Pesantren. Pembahasan krusial ini berlangsung di Aula Bidang Pembangunan Pemkab Gresik pada Kamis (24/9/2026), dengan melibatkan lintas instansi seperti Biro Kesra Pemprov Jawa Timur dan Kabag Kesra Pemkab Gresik, M. Yusuf.
Langkah ini dirancang untuk memetakan potensi tradisi lokal, memperkuat literasi sejarah pesantren, hingga menyusun muatan lokal yang siap diterapkan secara teknis.
Dengan hadirnya kurikulum terstruktur ini, pesantren tidak hanya berdiri sebagai pusat ilmu agama, tetapi juga benteng pelestarian budaya Islami yang adaptif.
Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, menegaskan bahwa kekayaan tradisi pesantren merupakan pijakan dasar dalam membentuk SDM berkarakter dan menjaga kearifan lokal secara berkelanjutan.
Langkah nyata ini makin memperkokoh posisi Gresik sebagai pusat peradaban serta pendidikan Islam terdepan di Jawa Timur. (Telisik Hati)
#KemenagGresik #PesantrenGresik #PemkabGresik #BudayaIslami #GresikKotaSantri















