Gresik, BN News – Sebanyak 115 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SMP se-Kabupaten Gresik mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi di Aula Al-Ikhlas Kemenag Gresik, Rabu (10/9/2025).
Kegiatan bertajuk “Peningkatan Kompetensi Guru PAI SMP melalui Implementasi Deep Learning dan Diseminasi Tahsinul Khot Tahun 2025” ini dibuka dengan pembacaan Al-Qur’an oleh Bambang Sujiono, dilanjutkan sambutan dari Ketua Panitia, Plt Kepala Kemenag Gresik M. Ali Faiq, dan Kepala Dinas Pendidikan Gresik S. Haryanto didampingi Ketua MKKS SMP Negeri se-Kabupaten Gresik Beri Avita Prasetiya.
M. Ali Faiq menegaskan, guru PAI adalah ujung tombak mencetak generasi emas Indonesia yang berilmu dan berakhlak. “Ilmu tanpa akhlak tidak bermakna. Mari ikuti kegiatan ini untuk membawa manfaat nyata bagi siswa,” ujarnya.
Sementara itu, S. Haryanto menyoroti pentingnya guru beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui pembelajaran mendalam (deep learning) untuk menciptakan siswa yang kritis, kreatif, dan berakhlak mulia.
Pemateri utama, Akhmad Yahya, Kasi PAIS Kemenag Gresik, memaparkan bahwa deep learning menjawab tantangan rendahnya keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) siswa, sebagaimana tercermin dari hasil PISA.
“Pendekatan ini mengedepankan pembelajaran bermakna yang melibatkan pikiran, hati, dan raga, dengan delapan dimensi utama seperti keimanan, penalaran kritis, dan kolaborasi,” jelasnya.
Menurut jurnal *Jurnal Pendidikan Indonesia* (2023), pendekatan deep learning meningkatkan HOTS hingga 25% pada siswa SMP.
Kegiatan ini juga mengintegrasikan diseminasi tahsinul khot untuk memperkuat kemampuan guru dalam mengajarkan bacaan Al-Qur’an yang benar. Manfaatnya? Guru PAI mampu merancang pembelajaran kontekstual berbasis proyek dan inkuiri, menumbuhkan growth mindset, serta mempersiapkan siswa sebagai agen kebaikan di masyarakat. (Kemenag Gresik/Telisik Hati)
















