SURABAYA, BN News – Upgrading GTK merupakan langkah konkret gebrakan seksi Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur (Pendma Jatim) dalam mendukung penuh Madrasah berasrama. Mengusung tema Upgrading GTK Madrasah Berasrama, Pendma Jatim menggandeng Korea Muslim Federation (KMF), acara digelar di Papilio Hotel Surabaya dihadiri oleh Imam Bukhori (Kasubdit Bina GTK MA/MAK Direktorat GTK Ditjen Pendis Kementerian Agama RI), Ustad Syaikhoni (Tim Korea Muslim Federation), Kepala Madrasah beserta Pembina Asrama pada Selasa (21/07).
Kim Hyunmin selaku General Manager of Busan Branch Korea Muslim Federation Korea Selatan menyampaikan bahwa struktur kerja KMF memiliki kesamaan layaknya Kementerian Agama. KMF dikorea terseber di 65 kota di Korea Selatan, dan di setiap kotanya pasti ada perwakilan WNI di dalamnya. Pria yang juga memiliki nama islam Abdul Malik ini menerima dengan seluas-luasnya program pertukaran guru dan murid di Korea Selatan untuk kepentingan membumikan islam di Korea Selatan dan mengeksplor budayanya agar diadaptasikan di madrasah Indonesia.
Gayung bersambut, Akhmad Sruji Bahtiar, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur memberi dukungan penuh program Madrasah Berasrama ini. Pria asal Probolinggo tegas menyampaikan banyak manfaat yang akan didapatkan ketika menerapkan Madrasah berbasis Asrama.
Manfaat pertama untuk santri atau siswa. Yaitu pendidikan menyeluruh, ilmu akhlak ibadah dan kemandiriannya dikuatkan.
“Kalau madrasah berbasis asrama ini sholat lima waktu berjamaahnya. Kalau tidak berjamaah ini bukan madrasah berbasis asrama melainkan berbasis kos-kosan”, terangnya.
Manfaat kedua Tarbiyatul iman wal ibadah penguatan iman dan ibadah. Sholat berjamaah di masjid lima waktu, tahajud, ngaji, dzikir dilakukan bersama-sama.
Manfaat ketiga Binaul istiqlal mencetak kemandirian karena di madrasah berasrama santri atau siswa dibiasakan mencuci, ngatur uang dan membereskan kamar sendiri.
Manfaat keempat Alkhifdul minal musfidal terlindungi dari kemungkaran. Melindungi diri dari hal-hal mudhorot seperti narkoba, tawuran, minum-minuman dan kecanduan dari hal-hal duniawi lainnya.
Pada kesempatan berikutnya, Imam Bukhori menyampaikan pembina asrama merupakan wajah kurikulum dalam kehidupan nyata. Pembina asrama juga garda terdepan yang hadir dimomen penting santri atau siswa. Pria yang juga merupakan lulusan S3 di Universitas Negeri Jakarta juga menyampaikan perlunya monitoring dan evaluasi kinerja berbasis ekosistem budaya madrasah dengan pendekatan 5R Result, Resources, Roles, Relations, Rules. (*)
















