GRESIK, BN News – Pasca bencana angin puting beliung yang menerjang Desa Melirang, Kecamatan Bungah, Bupati Gresik H Fandi Akhmad Yani turun langsung mendatangi lokasi kejadian, Senin (17/11/2025).
Bupati Gresik yang akrab disapa Gus Yani datang didampingi Kepala BPBD Sukardi, Kepala Dinas CKPKP Ida Lailatussa’diyah, Camat Bungah M. Izzul Muttaqin, anggota DPRD Gresik Noto Utomo, dan Kades Melirang Muhammad Muwafaq beserta jajaran perangkat desa.
Orang nomor satu di Gresik itu langsung meminta Kepala Dinas CKPKP (Cipta Karya, Perumahan, dan Kawasan Permukiman) bersama Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) melakukan asesmen ke rumah warga korban puting beliung untuk membantu perbaikan rumah yang rusak. Untuk rumah yang sudah diperbaiki, nanti materialnya akan diganti dari Dinas CKPKP.
“Kami hadir langsung bersama dinas terkait dan perangkat desa untuk memastikan penanganan pasca bencana berjalan baik. Mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat yang terdampak,” kata Gus Yani.
Bupati juga mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat, termasuk keterlibatan Muspika dan perangkat desa dalam membantu perbaikan rumah warga.
“Setelah kejadian, masyarakat bersama-sama langsung memperbaiki atap rumah yang rusak. Ini menunjukkan kekompakan yang luar biasa,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat saat ini telah memasuki musim penghujan.
Gus Yani mengingatkan potensi bencana seperti angin puting beliung yang mungkin terjadi di wilayah Gresik.
“Kami berharap masyarakat Gresik, khususnya yang berada di daerah rawan, tetap siaga. Bila ada pepohonan besar di sekitar rumah, lebih baik dipangkas untuk mengurangi risiko,” pesan bupati.
Usai sambang korban puting beliung, Bupati Gresik yang juga menantu Ulama Besar KH. Agoes Ali Masyhuri Tulangan Sidoarjo ini berjalan bersama rombongan untuk melaksanakan Sholat Maghrib di Masjid Jami’ Asy-Syaribah Melirang Kulon Bungah.
Untuk diketahui, hujan deras yang mengguyur Kecamatan Bungah pada Jumat (14/11/2025) mengakibatkan bencana angin puting beliung di Desa Melirang. Atap rumah beterbangan, pohon tumbang, dan satu gedung sekolah mengalami kerusakan serius. Hingga pekan ini, sedikitnya 101 rumah tercatat rusak.
Di Dusun Melirang Kulon, Siti Fatimah masih mengingat jelas bagaimana angin menyapu rumahnya tepat saat adzan Maghrib. Petir menyambar, hujan memukul tanah, dan suara angin meraung dari luar.
“Kejadiannya saat adzan Maghrib. Di luar terdengar petir, hujan deras, dan angin sangat kencang. Saya nggak berani keluar rumah,” tuturnya.
Fatimah nyaris menjadi korban ketika berada di dalam kamar. Ia selamat setelah berpindah ke dapur untuk mematikan kompor.
“Saya ingat sedang merebus kacang hijau. Pas balik dari dapur, asbes rumah saya sudah berterbangan. Untung saja saya nggak tetap di kamar, bisa kena reruntuhan,” ujarnya.
Ia juga menyebut tetangganya terluka akibat asbes yang jatuh, sementara rumahnya hampir tertimpa pohon yang tumbang di halaman depan.
“Tetangga saya kena kepala dan tangannya karena asbes. Rumah saya juga hampir tertimpa pohon yang tumbang,” katanya.
Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gresik, Driatmiko Herlambang, menyebut data kerusakan terus diperbarui setelah berkoordinasi dengan perangkat desa. “Dari data awal ada 35 rumah, hingga minggu kemarin sudah ada 101 rumah yang terdampak,” bebernya. (Telisik Hati)
















