GRESIK, BN News – Kepala DPUTR (Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang) Gresik Dhiannita Tri Astuti mencatat dari total 566,61 kilometer panjang jalan, 19,75 km atau 3,48 persen diantaranya masih dalam kondisi rusak berat. Sedangkan 272,02 km atau 48,01 persen kondisi baik, kondisi sedang mencapai 127,19 km atau 22,45 persen, dan rusak ringan 147,65 km atau 26,06 persen.
Sementara kemantapan jalan (baik dan sedang) kini mencapai 399,21 km atau 70,46 persen. Untuk jenis perkerasan, jalan hotmix mendominasi dengan panjang 272,54 km (48,10 persen). Disusul paving 224,93 km (39,70 persen), beton 53,07 km (9,37 persen), Lapen/Makadam 10,86 km (1,92 persen), serta Telford dan tanah 5,21 km (0,92 persen).
Selanjutnya kondisi jembatan di wilayah Jalan Kabupaten tercatat sebanyak 279 unit. Dari jumlah tersebut, 67 jembatan dalam kondisi baik (24,01 persen), sedang 156 unit (55,91 persen), rusak ringan 46 unit (16,49 persen), dan rusak berat 10 unit atau 3,58 persen.
Kepala DPUTR Gresik Dhiannita Tri Astuti mengatakan, upaya penanganan dan peningkatan infrastruktur untuk meminimalisasi kerusakan jalan terus dilakukan sejak 2021 hingga kini, termasuk dukungan lahan untuk jalan nasional yang ditargetkan tuntas pada 2025.
“Kami sejak 2021 hingga kini sudah menyelesaikan berbagai perbaikan jalan di Kabupaten Gresik dan bahkan untuk Jalan Nasional yang menyediakan lahan dari Kabupaten Gresik,” kata Dhiannita, Selasa, (23/12/2025).
Ia menjelaskan, Bidang Bina Marga telah menyiapkan 27 paket pekerjaan pada tahun anggaran 2025. Terdiri dari 10 paket peningkatan jalan, 11 paket pelebaran, 2 paket rekonstruksi serta 3 paket pekerjaan jembatan (termasuk pembangunan dua jembatan baru dan rehabilitasi dermaga apung Bawean).
Volume pekerjaan peningkatan jalan mencakup aspal sepanjang 645 meter dan beton 7.571 meter. Untuk pelebaran jalan, aspal 4.687,5 meter serta beton 4.298 meter, sedangkan rekonstruksi jalan mencakup aspal 262 meter dan beton 627 meter.
“Total volume lelang pekerjaan jalan tahun 2025 mencapai 18.090,5 meter, belum termasuk pemeliharaan rutin yang mencapai 6.377 meter. Secara keseluruhan, total pekerjaan jalan Bina Marga 2025 mencapai 24.467,5 meter,”ujarnya.
Sementara Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Gresik, Eddy Pancoro menyampaikan bahwa penanganan infrastruktur dilakukan berdasarkan prioritas kebutuhan dan laporan masyarakat.
“Kerusakan jalan kami respons cepat melalui layanan 112 Lapor Gus, termasuk menerima masukan langsung dari masyarakat,” ucapnya.
Menurut Eddy, untuk program prioritas tahun depan yaitu salah satunya peningkatan Jalan Bungah-Dukun sepanjang kurang lebih 4 kilometer yang akan dilebarkan hingga 8 meter, dan dilengkapi rabat beton kanan kiri serta perbaikan permukaan jalan bergelombang.
Selain itu, pembetonan juga akan dilakukan pada ruas Jalan Duduksampeyan-Betoyo Suci sepanjang 600 meter yang berbatasan langsung dengan jalan nasional.
“Dengan berbagai upaya tersebut, Pemerintah Daerah menargetkan peningkatan kualitas infrastruktur jalan guna menunjang mobilitas masyarakat, ekonomi daerah, serta keselamatan pengguna jalan,” pungkasnya. (Telisik Hati)
















