BN News – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur (Kanwil Kemenag Jatim) bersama Perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Jawa Timur menerima kunjungan studi tiru dari Kanwil Kemenag Jawa Tengah dan BWI Jawa Tengah, Selasa (20/1/2026). Kunjungan ini bertujuan menggali praktik baik penghimpunan Gerakan Wakaf Uang yang telah dikembangkan di Jawa Timur sejak resmi diluncurkan pada 12/12/25.
Rombongan dari Jawa Tengah dipimpin oleh Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah dan Ketua BWI Jawa Tengah beserta jajaran. Mereka disambut oleh Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur yang diwakili Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU), bersama Ketua BWI Jawa Timur, Kepala Bidang PENAIS Zawa, serta mitra strategis dari Bank Syariah Indonesia (BSI).
Dalam sambutannya, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah menyampaikan apresiasi atas kesempatan untuk belajar langsung di Jawa Timur.
“Dalam rapat nasional disebutkan bahwa Jawa Timur merupakan provinsi dengan gerakan wakaf uang terbesar di Indonesia. Kami datang untuk meniru kebaikan ini agar manfaatnya dapat turut dirasakan masyarakat Jawa Tengah,” ujarnya.
Selama kunjungan, rombongan mempelajari berbagai strategi inovatif dan langkah nyata yang telah dilakukan Jawa Timur dalam menggerakkan wakaf uang. Ia juga berharap praktik baik tersebut dapat segera diterapkan di wilayahnya.
“Semoga apa yang kami pelajari hari ini dapat diimplementasikan di Jawa Tengah, sehingga wakaf uang menjadi instrumen peningkatan kesejahteraan dan kemaslahatan umat,” imbuhnya.
Pada kegiatan studi tiru ini, disampaikan oleh Kabag TU Kanwil Kemenag Jawa Timur bahwa, hingga saat ini, Jawa Timur telah berhasil menghimpun lebih dari Rp10 miliar. Atas capaian tersebut, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, menerima penghargaan dari BWI Jawa Timur sebagai “Panglima Wakaf Uang” awal tahun ini.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan masyarakat serta optimalisasi SDM di lingkungan Kanwil Kemenag Jawa Timur. Selain itu, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur secara konsisten melakukan koordinasi, imbauan, dan sosialisasi mengenai pentingnya wakaf uang ke seluruh satuan kerja. Beberapa kabupaten/kota bahkan bergerak lebih awal sebelum peluncuran resmi. Kota Surabaya, misalnya, berhasil menghimpun Rp1,6 miliar melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota.
Kabag TU Kanwil Kemenag Jawa Timur turut menambahkan bahwa persiapan peluncuran gerakan wakaf uang dilakukan dalam waktu singkat namun mendapat sambutan luar biasa dari seluruh satker, dengan dukungan kuat dari BSI dan Bank Jatim.
“Bahkan sebelum launching, sudah terkumpul Rp2,5 miliar. Saat launching bertambah Rp1 miliar, kemudian meningkat menjadi lebih dari Rp4 miliar. Hingga hari ini total wakaf uang mencapai Rp9,9 miliar, dan jika digabungkan dengan capaian Surabaya totalnya mencapai Rp11,65 miliar,” jelasnya.
Jawa Timur optimistis gerakan wakaf uang akan terus berkembang karena memberikan kebermanfaatan jangka panjang. Nominal wakaf bersifat tetap, namun pahala dan manfaatnya dapat terus mengalir. Dana wakaf yang terhimpun digunakan untuk mendukung program pendidikan, pelayanan keagamaan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat.
Senada dengan hal itu, Ketua BWI Jawa Timur menegaskan bahwa keberhasilan gerakan wakaf uang sangat bergantung pada keteladanan para pemangku kebijakan. “Di Jawa Timur, Bapak Kepala Kanwil Kemenag menjadi salah satu tokoh penggeraknya. Prinsipnya jelas, jangan mengajak sebelum memberi contoh,” tegasnya.
Selain itu, BWI Jawa Timur menegaskan bahwa penguatan literasi wakaf akan terus dioptimalkan melalui para penyuluh agama, sehingga pemahaman dan partisipasi masyarakat terhadap wakaf uang dapat meningkat secara berkelanjutan. Dengan sinergi dan komitmen seluruh pihak, Gerakan Wakaf Uang di Jawa Timur diyakini akan semakin berkembang dan memberikan manfaat luas bagi kesejahteraan umat. (Kemenag Jatim/Telisik Hati)
















