• Beranda
  • Hubungi Kami
  • Info Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik 
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang
Tuesday, June 2, 2026
  • Login
Bumi Nusantara News
  • Beranda
  • Nasional
  • Birokrasi
  • Pendidikan
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Sosial Politik
  • Serba Serbi
  • Potret Desa
  • Seni & Budaya
  • Wisata
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Birokrasi
  • Pendidikan
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Sosial Politik
  • Serba Serbi
  • Potret Desa
  • Seni & Budaya
  • Wisata
No Result
View All Result
Bumi Nusantara News
No Result
View All Result
Home Seni & Budaya

Catatan Pameran Tunggal ke-2 Samurai Jalu: Kolaborasi Dua Generasi, Saat Rumah Dan Dinding Menjadi Ekspresi Jiwa

Telisik Hati by Telisik Hati
21 January 2026
in Seni & Budaya
0
Catatan Pameran Tunggal ke-2 Samurai Jalu: Kolaborasi Dua Generasi, Saat Rumah Dan Dinding Menjadi Ekspresi Jiwa
493
SHARES
493
VIEWS
WhatAppsFacebook

Oleh: Agus “Koecink” Sukamto

BN News – Selama ini kita terbiasa mengurung seni dalam bingkai-bingkai kayu yang kaku, kita memakai sapuan kuas di atas kanvas yang terpajang rapi di dinding galeri, seolah kreativitas memiliki batas teritorial yang mutlak. Namun, tren estetika global belakangan ini mulai menggugat batasan tersebut. Proses kreatif kini tak lagi berhenti di tepian kanvas ia meluber, merayap ke sudut plafon, hingga memeluk dinding-dinding hunian kita.

Rumah, yang selama ini kita fungsikan sebagai tempat bernaung, kini berevolusi menjadi kanvas hidup. Ia bukan lagi sekadar susunan bata dan semen, melainkan sebuah medium ekspresi yang menyimpan spirit dan narasi personal yang mendalam. Ruang yang berbicara, mengapa dinding rumah memberikan spirit yang berbeda dibandingkan kanvas biasa? Jawabannya terletak pada keterlibatan emosional.

Saat seorang seniman atau penghuni rumah memutuskan untuk mengekspresikan gagasannya langsung pada dinding, ia sedang melakukan dialog dengan ruang hidupnya. Dinding tidaklah datar secara makna. Ia memiliki tekstur, menangkap bayangan matahari yang bergeser setiap jam, dan menjadi saksi bisu atas percakapan di dalamnya. Memindahkan ide ke dinding berarti mengubah skala prioritas, dari seni yang dilihat menjadi seni yang dirasakan dan ditinggali.

Estetika tanpa sekat, Dalam pameran kali ini kita akan menelusuri bagaimana proses kreatif di dalam rumah mampu membangkitkan energi baru. Mulai dari sentuhan coretan di dinding yang memberikan ketenangan, hingga instalasi benda dari bekas hasil proses menciptakan karya. Seni di dinding rumah adalah bentuk kejujuran yang bisa memberikan rasa keindahan berbeda. Di sana, tidak ada kurator yang menilai, yang ada hanyalah spirit pemilik rumah yang ingin mengomunikasikan gagasannya kepada setiap sudut ruangan.

Ini adalah bukti bahwa kreativitas tidak membutuhkan ruang khusus; ia hanya membutuhkan keberanian untuk memandang rumah kita sebagai kemungkinan tanpa batas. Ketika dinding mulai berbicara, saat itulah rumah benar-benar menjadi cermin dari jiwa penghuninya. Ketika rumah menjadi ruang pamer lukisan, dokumentasi, dan instalasi kesanya akan berbeda seakan dinding bercerita tentang ruang rumah yang biasanya dipandang sebagai struktur kaku yang terdiri dari semen, bata, dan kayu.

Namun, bagi Samurai Jalu dan sang ayah Andy Rahman, rumah bukan sekadar proyek konstruksi ia bagaikan sebuah kanvas raksasa yang tumbuh bersama napas penghuninya. Dalam proses pembangunan hunian mereka, garis batas antara pekerjaan bangunan dan proses kesenian melebur menjadi satu pengalaman emosional yang hangat.

Konstruksi yang Melibatkan Imajinasi, selama proses pembangunan fisik rumah, sang ayah tidak membiarkan anaknya Samurai Jalu hanya menjadi penonton di balik garis aman. Di usia yang baru menginjak 12 tahun, justru dilibatkan secara intim. Ketika tembok-tembok masih berupa plesteran abu-abu yang dingin, tiang penyangga, Samurai Jalu hadir dengan keberanian jemarinya. Di sanalah proses kreativitas dimulai tidak sekadar bermain, ia bereksplorasi setiap sudut ruangan menjadi saksi bisu bagaimana seorang anak berekspresi tanpa sekat. Ia mencoret, melukis, dan menumpahkan warna—baik langsung pada dinding yang masih setengah jadi maupun di atas kanvas.

Kolaborasi dua generasi, interaksi ini menciptakan dinamika yang unik. Sang ayah membangun struktur (fondasi, atap, dan dinding), sementara Samurai Jalu membangun jiwa dari rumah tersebut. Kegiatan ini menjadi ruang dialog tanpa kata antara ayah dan anak. Di saat sang ayah memastikan rumah itu kokoh berdiri, Samurai Jalu memastikan rumah itu hidup dengan imajinasi masa kecilnya yang jujur dan liar. Baginya, dinding rumah bukan lagi penghalang, melainkan media komunikasi dan setiap goresannya adalah rekaman memori tentang masa kecil dan kini yang dirayakan, bukan dibatasi. Tidak ada kata jangan mengotori tembok, yang ada hanyalah tawaran mari berkreasi bersama.

Dari ruang privat ke ruang publik, keindahan dari proses panjang ini akhirnya meluap keluar. Apa yang bermula dari coretan di dinding ruang dan kanvas, kemudian dikurasi menjadi sebuah pameran publik. Pameran ini bukan sekadar menunjukkan hasil akhir estetika, melainkan sebuah narasi tentang proses pengasuhan melalui seni. Masyarakat diajak melihat bagaimana sebuah rumah bisa menjadi sekolah kehidupan. Pameran karya Samurai Jalu dan ayahnya adalah bukti bahwa kreativitas tidak harus menunggu fasilitas yang sempurna. Ia bisa tumbuh di tengah debu bangunan dan aroma cat yang menyengat. Sebuah rumah dibangun oleh tangan, namun sebuah hunian diciptakan oleh hati. Dalam setiap coretan Samurai Jalu, rumah itu bukan lagi sekadar alamat, melainkan sebuah identitas.

Proses menjadi bagian dari diri itulah pada akhirnya yang membuat karya–karya Samurai Jalu bebas tanpa beban. Seperti lukisan dalam pameran berjudul “Menari dan Berpesta”, ukuran : 70cm x 90cm, acylic d iatas kanvas, tahun 2025, lukisan ini merupakan sebuah jendela yang tidak hanya memperlihatkan apa yang dilihat oleh mata, tetapi juga apa yang dirasakan oleh jiwa. Dalam karya yang kita amati ini, kanvas, Samurai Jalu mencoba menangkap esensi dari sebuah gerakan yang meledak-ledak.

Melalui gaya ekspresionisme yang kental, lukisan ini menjadi sebuah narasi visual tentang energi, keberanian, dan semangat yang tak terbendung. Kekuatan utama dari lukisan ini terletak pada palet warnanya yang provokatif. Dominasi warna merah dan jingga menyulut perasaan gairah serta emosi yang mentah. Warna-warna hangat ini bukan sekadar estetika, melainkan simbol dari panasnya energi kehidupan. Kontras yang tajam hadir melalui penggunaan warna hitam dan biru tua sebagai garis kontur, yang memberikan struktur di tengah kekacauan warna. Sementara itu, sapuan warna putih hadir sebagai aksen pencahayaan yang memberikan dimensi motion blur, memperkuat narasi bahwa subjek ini sedang bergerak dalam kecepatan tinggi. Teknik goresan kuas atau yang digunakan menunjukkan spontanitas yang sangat tinggi.

Hal ini mencerminkan karakteristik ekspresionisme, di mana kejujuran emosional lebih diutamakan daripada keindahan proporsi. Cipratan warna dan garis-garis liar yang menyebar di sekitar figur utama seolah-olah adalah aura atau radiasi energi yang dihasilkan oleh gerakan subjek tersebut. lukisan ini adalah sebuah harmoni dari kekacauan yang terencana. Ia berhasil menangkap momen singkat dari sebuah aksi yang penuh tenaga dan mengabadikannya menjadi sebuah pengalaman emosional bagi siapa pun yang memandangnya. Fokus seniman pada jiwa dan gerakan daripada sekadar bentuk fisik menjadikan karya ini sebuah energi yang luar biasa.

Gaya lukisan Samurai Jalu, terkadang terlihat naif yang jujur dan ekspresif, gaya lukisannya pada usia 12 tahun mencerminkan kebebasan yang belum terbebani oleh teori seni rupa formal. Dengan karakteristik utamanya abstraksi spontan, Samurai Jalu sering kali memulai dengan coretan secara tiba-tiba, spontan, tanpa perencanaan matang, dan didorong oleh keinginan hati atau emosi sesaat pada saat itu. Di dinding rumah, garis-garisnya cenderung panjang dan berani, memanfaatkan ruang luas yang tidak ia dapatkan di atas kertas kecil, warna-warna primer yang berani Ia tidak ragu menabrakkan warna kontras. Penggunaan warna-warna tegas menggambarkan energi masa muda yang meluap-luap. Narasi visual raw (mentah), karena media utamanya adalah dinding bangunan yang sedang dikonstruksi, tekstur semen yang kasar dan sisa-sisa material menjadi bagian dari estetika lukisannya.  Simbolisme personal, lukisannya mungkin tidak selalu menampilkan bentuk nyata (seperti pohon atau gunung), melainkan bentuk-bentuk geometris atau figur-figur imajiner yang mewakili percakapannya dengan sang ayah atau pengalamannya melihat rumah itu tumbuh dan pengaruh dunia sehari–hari yang dilihat atau pada waktu melakukan aktivitas tertentu bermain, lihat TV, film dan lainya.

Membangun manusia di balik membangun rumah kolaborasi antara anak dan ayahnya membawa pesan yang sangat mendalam bagi para orang tua dan pendidik. Rumah sebagai ruang aman bereksperimen, pesan utamanya adalah bahwa rumah seharusnya menjadi tempat pertama di mana seorang anak merasa aman untuk berbuat kesalahan atau menciptakan kekacauan kreatif. Dengan mengizinkan dinding dicoret-coret, ayahnya mengajarkan bahwa nilai sebuah benda (tembok) tidak lebih tinggi daripada nilai pertumbuhan kreativitas anak. Menghargai proses di atas hasil akhir pameran publik ini bukan sekadar memamerkan lukisan yang bagus, tapi memamerkan proses kedekatan. Ini mengajarkan kita bahwa hasil akhir (rumah yang jadi) akan jauh lebih bermakna jika setiap inci prosesnya melibatkan memori kolektif anggota keluarga. Memanusiakan anak dalam keputusan besar, seringkali anak kecil dianggap pengganggu di lokasi konstruksi. Namun, dengan melibatkan Samurai Jalu, sang ayah memberikan validasi dan rasa kepemilikan. Jalu tidak merasa sedang tinggal di rumah milik ayahnya, tapi di rumah yang ia bangun bersama. Seni sebagai medium komunikasi intergenerasi. Pesan moralnya, carilah bahasa ketiga (seni, hobi, proyek) untuk mempererat ikatan keluarga. Bukan hanya sekadar estetika naif dengan warna-warna berani yang dipamerkan Jalu di dinding itu, namun ada sebuah pernyataan sikap dari sang ayah tentang arti sebuah kepemilikan dan ruang tumbuh bagi seorang anak. Kisah ini mengingatkan kita bahwa melibatkan anak dalam proses orang dewasa bukan hanya soal memberi kesibukan, melainkan memberikan kepercayaan. Samurai Jalu, di usianya yang ke-12, telah berhasil membangun rumahnya sendiri melalui warna, membuktikan bahwa seni adalah cara paling indah untuk merayakan tempat kita pulang.

Pameran ini melahirkan pertanyaan, akan dihapuskah coretan-coretan samurai Jalu yang ada pada dinding, tiang penyangga dan ruang lainnya?. Ini menyentuh wilayah yang menarik antara seni, fungsi, dan makna ruang. Tentu jawabannya tidak tunggal, karena pilihan untuk menghapus atau mempertahankan coretan sang anak setelah pameran selesai sangat bergantung pada nilai yang ingin dijaga oleh keluarga tersebut. Jika coretan dihapus, tindakan itu tidak serta-merta meniadakan makna karya sang anak. Justru, ia bisa dipahami sebagai bagian dari fase sebuah momen kreatif yang hidup dalam konteks pameran dan kemudian selesai pada waktunya. Penghapusan ini menegaskan sifat seni yang temporer, sekaligus mengembalikan rumah pada fungsi awalnya sebagai ruang tinggal. Dalam sudut pandang ini, rumah tetap fleksibel, mampu berubah seiring waktu dan kebutuhan penghuninya. Namun, jika coretan dibiarkan dan menjadi bagian dari interior rumah, maka rumah tersebut bertransformasi menjadi arsip hidup. Coretan sang anak tidak lagi sekadar karya pameran, melainkan penanda memori, pertumbuhan, dan relasi ayah–anak. Dinding yang biasanya netral berubah menjadi medium cerita, menghadirkan lapisan emosional yang tidak bisa dirancang di atas meja gambar. Dalam konteks ini, rumah bukan hanya wadah aktivitas, tetapi juga kanvas perjalanan keluarga. Ada pula kemungkinan sebagian coretan dipertahankan, sebagian lainnya dihapus atau dipindahkan. Pendekatan ini menempatkan seni dan arsitektur dalam dialog yang seimbang menghormati ekspresi anak, tanpa mengorbankan kebutuhan ruang di masa depan. Pada akhirnya, keputusan tersebut bukan soal benar atau salah, melainkan soal sikap terhadap kreativitas dan ingatan. Apakah rumah diperlakukan sebagai ruang yang selalu selesai, atau sebagai ruang yang terus bertumbuh bersama penghuninya. Selamat merayakan ruang, selamat mengekspresikan diri. (*)

Agus “Koecink” Sukamto
Perupa dan Penulis Seni Rupa

Previous Post

Open House Rumah Ambarteja, Larasrasa dan Pameran Tunggal ke-2 Samurai Jalu

Next Post

Gerakan Wakaf Uang Jawa Timur Jadi Rujukan Studi Tiru Kanwil Kemenag Jawa Tengah

Telisik Hati

Telisik Hati

Next Post
Gerakan Wakaf Uang Jawa Timur Jadi Rujukan Studi Tiru Kanwil Kemenag Jawa Tengah

Gerakan Wakaf Uang Jawa Timur Jadi Rujukan Studi Tiru Kanwil Kemenag Jawa Tengah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent News

Peringati Hari Lahir Pancasila, DPC PDI Perjuangan Gelar Diskusi Publik Bersama Mahasiswa

Peringati Hari Lahir Pancasila, DPC PDI Perjuangan Gelar Diskusi Publik Bersama Mahasiswa

1 June 2026
Top !! Lolos Jalur Langit SNBT, Tiga Santri Refah Islami Diterima di Perguruan Tinggi Negeri Ternama

Top !! Lolos Jalur Langit SNBT, Tiga Santri Refah Islami Diterima di Perguruan Tinggi Negeri Ternama

1 June 2026
PAIS Kemenag Gresik Gelar Rakor di Villa Omahtani: Membangun Sinergi Meraih Prestasi

PAIS Kemenag Gresik Gelar Rakor di Villa Omahtani: Membangun Sinergi Meraih Prestasi

1 June 2026
Luar Biasa !! Sabrina Maulidah Siswi MIN 2 Gresik Raih Nilai 100 TKA Bahasa Indonesia Tertinggi se-Kabupaten Gresik

Luar Biasa !! Sabrina Maulidah Siswi MIN 2 Gresik Raih Nilai 100 TKA Bahasa Indonesia Tertinggi se-Kabupaten Gresik

1 June 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Resmi Dikukuhkan UNESA, S Hariyanto Jadi Kepala Dinas Pendidikan Pertama di Kabupaten Gresik Bergelar Doktor Predikat Cumlaude

Resmi Dikukuhkan UNESA, S Hariyanto Jadi Kepala Dinas Pendidikan Pertama di Kabupaten Gresik Bergelar Doktor Predikat Cumlaude

20 January 2025
Cari Rumput, Warga Masangan Temukan Kerangka Manusia di Area Bukit Jamur Bungah

Cari Rumput, Warga Masangan Temukan Kerangka Manusia di Area Bukit Jamur Bungah

3 January 2025
Subhanallah, Ribuan Pentakziah Menjadi Saksi Langit Mendadak Mendung Saat Prosesi Pemakaman Pemangku Pondok Al Ishlah Bungah KH Ahmad Thohawi Hadin

Subhanallah, Ribuan Pentakziah Menjadi Saksi Langit Mendadak Mendung Saat Prosesi Pemakaman Pemangku Pondok Al Ishlah Bungah KH Ahmad Thohawi Hadin

14 September 2023
Kapolres Gresik Gempur Judi Online, Belasan Pelaku Berhasil Diamankan Tanpa Perlawanan !!

Kapolres Gresik Gempur Judi Online, Belasan Pelaku Berhasil Diamankan Tanpa Perlawanan !!

13 December 2024
IKHTIAR BASMI PANDEMI! MONGGO BERJEMUR DI WISATA SETIGI SEKALIGUS VAKSINASI GRATIS‼️

IKHTIAR BASMI PANDEMI! MONGGO BERJEMUR DI WISATA SETIGI SEKALIGUS VAKSINASI GRATIS‼️

3
Perempuan Tangguh Wabup Ning Min Hadiri Silaturahim & Temu NU se-Dunia di Mekkah Saudi Arabia

Perempuan Tangguh Wabup Ning Min Hadiri Silaturahim & Temu NU se-Dunia di Mekkah Saudi Arabia

2
PROGRAM TERNAK DESA SEJAHTERA NH ZAKATKITA MEMBAWA BERKAH BAGI KAUM DHUAFA

PROGRAM TERNAK DESA SEJAHTERA NH ZAKATKITA MEMBAWA BERKAH BAGI KAUM DHUAFA

1
Bersama Ustadz Budi Setya, M.PSDM, Maskumambang Sukses Gelar Pembinaan Character Building

Bersama Ustadz Budi Setya, M.PSDM, Maskumambang Sukses Gelar Pembinaan Character Building

1
Peringati Hari Lahir Pancasila, DPC PDI Perjuangan Gelar Diskusi Publik Bersama Mahasiswa

Peringati Hari Lahir Pancasila, DPC PDI Perjuangan Gelar Diskusi Publik Bersama Mahasiswa

1 June 2026
Top !! Lolos Jalur Langit SNBT, Tiga Santri Refah Islami Diterima di Perguruan Tinggi Negeri Ternama

Top !! Lolos Jalur Langit SNBT, Tiga Santri Refah Islami Diterima di Perguruan Tinggi Negeri Ternama

1 June 2026
PAIS Kemenag Gresik Gelar Rakor di Villa Omahtani: Membangun Sinergi Meraih Prestasi

PAIS Kemenag Gresik Gelar Rakor di Villa Omahtani: Membangun Sinergi Meraih Prestasi

1 June 2026
Luar Biasa !! Sabrina Maulidah Siswi MIN 2 Gresik Raih Nilai 100 TKA Bahasa Indonesia Tertinggi se-Kabupaten Gresik

Luar Biasa !! Sabrina Maulidah Siswi MIN 2 Gresik Raih Nilai 100 TKA Bahasa Indonesia Tertinggi se-Kabupaten Gresik

1 June 2026
Peringati Hari Lahir Pancasila, DPC PDI Perjuangan Gelar Diskusi Publik Bersama Mahasiswa

Peringati Hari Lahir Pancasila, DPC PDI Perjuangan Gelar Diskusi Publik Bersama Mahasiswa

1 June 2026
Top !! Lolos Jalur Langit SNBT, Tiga Santri Refah Islami Diterima di Perguruan Tinggi Negeri Ternama

Top !! Lolos Jalur Langit SNBT, Tiga Santri Refah Islami Diterima di Perguruan Tinggi Negeri Ternama

1 June 2026
PAIS Kemenag Gresik Gelar Rakor di Villa Omahtani: Membangun Sinergi Meraih Prestasi

PAIS Kemenag Gresik Gelar Rakor di Villa Omahtani: Membangun Sinergi Meraih Prestasi

1 June 2026
Luar Biasa !! Sabrina Maulidah Siswi MIN 2 Gresik Raih Nilai 100 TKA Bahasa Indonesia Tertinggi se-Kabupaten Gresik

Luar Biasa !! Sabrina Maulidah Siswi MIN 2 Gresik Raih Nilai 100 TKA Bahasa Indonesia Tertinggi se-Kabupaten Gresik

1 June 2026
Cetak Generasi Qurani !! 13 Santri MATQ Sunanul Muhtadin Ukir Prestasi Gemilang Bidang Tasmi’ Al-Qur’an di Bulan Mei 2026

Cetak Generasi Qurani !! 13 Santri MATQ Sunanul Muhtadin Ukir Prestasi Gemilang Bidang Tasmi’ Al-Qur’an di Bulan Mei 2026

1 June 2026
Inilah Deretan Prestasi Tingkat Nasional Santri MATQ Sunanul Muhtadin Sepanjang Bulan Mei 2026

Inilah Deretan Prestasi Tingkat Nasional Santri MATQ Sunanul Muhtadin Sepanjang Bulan Mei 2026

1 June 2026

Bumi Nusantara News

© 2023 Buminusantaranews.com.

Navigate Site

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • Info Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik 
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Birokrasi
  • Pendidikan
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Sosial Politik
  • Serba Serbi
  • Potret Desa
  • Seni & Budaya
  • Wisata

© 2023 Buminusantaranews.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In