GRESIK, BN News – Eksistensi Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) di Kabupaten Gresik terus diperkuat melalui langkah-langkah strategis dan pembenahan administrasi. Hari ini, Selasa (21/4/2026), Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik menyelenggarakan Rapat Koordinasi bersama PD Pontren dan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) di Aula Kantor.
Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Plt. Kepala Kankemenag Gresik, Moh. Ali Faiq, didampingi Kasi PD Pontren Wayan Kurniawan, dan Ketua FKDT Bashori Chotim. Poin utama yang ditekankan adalah pentingnya pemutakhiran data EMIS. Sebagai catatan, Gresik pernah meraih predikat terbaik pertama nasional pada 2022, dan target besar kembali dicanangkan untuk tahun 2026 ini.
Selain data, ditekankan pula mengenai kepatuhan regulasi ijazah. Ijazah Madin adalah simbol integrasi nilai agama dan Pancasila. Plt. Kepala Kankemenag mengingatkan agar lembaga tidak melakukan inovasi yang menyalahi prosedur hukum, terutama terkait keaslian dokumen izin operasional (IJOP).
Berdasarkan temuan, dari sekitar 1.000 lembaga, hanya 300-400 yang terdeteksi aktif melakukan pemutakhiran data. Lembaga yang pasif selama 4 tahun berturut-turut akan kehilangan hak administratifnya.
Sinergi ini diharapkan mampu menjaga khitah Madin sebagai benteng pendidikan Al-Qur’an dan Bahasa Arab di tengah perkembangan zaman. (Kemenag Gresik/Telisik Hati)
#KemenagGresik #FKDT #PDPontren #MadrasahDiniyah #GresikReligius #DataEMIS #PendidikanAgama
















