GRESIK, BN News – Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik bekerja sama dengan Kementrian kependudukan dan Pembangunan Keluarga / BKKBN Provinsi Jawa Timur kembali menyelenggarakan pelayanan Keluarga Berencana (KB) Metode Operatif Pria (MOP) atau vasektomi.
Pelayanan KB Vasektomi / MOP ini diikuti oleh 7 (tujuh) akseptor sebagai upaya meningkatkan partisipasi pria dalam program keluarga berencana dan mewujudkan keluarga yang sehat, harmonis, serta sejahtera.
Kepala Dinas KBPPPA dr.Hj. Titik Ernawati, MH menyampaikan bahwa pelayanan KB vasektomi merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan akses pelayanan kontrasepsi yang aman, efektif, dan berkualitas kepada masyarakat.

“Selama ini program KB sering kali identik dengan perempuan. Padahal, laki-laki juga memiliki peran penting dalam perencanaan keluarga. Melalui pelayanan vasektomi ini, kami ingin mendorong keterlibatan suami dalam mengambil tanggung jawab bersama untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).
Vasektomi merupakan metode kontrasepsi jangka Panjang (MKJP) bagi pria yang sangat
efektif, aman, dan tidak memengaruhi kemampuan seksual. Prosedur ini dilakukan oleh tenaga medis terlatih dengan tindakan sederhana, sehingga peserta dapat kembali beraktivitas dalam waktu singkat.
Selain pelayanan medis, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai manfaat keluarga berencana, kesehatan reproduksi, serta pentingnya perencanaan jumlah dan jarak kelahiran anak. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa keberhasilan program KB merupakan tanggung jawab bersama antara suami dan istri.
Salah satu peserta mengaku merasa lebih mantap mengikuti vasektomi setelah memperoleh penjelasan dari petugas Kesehatan, penyuluh KB, serta dukungan dari keluarga. Menurutnya, keputusan ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab untuk menjaga kesehatan istri dan memastikan kesejahteraan keluarga.
Melalui kegiatan ini, Dinas KBPPPA berharap tumbuh kesadaran yang semakin kuat bahwa
program keluarga berencana merupakan tanggung jawab bersama antara suami dan istri.
Partisipasi aktif pria dalam penggunaan kontrasepsi menjadi wujud nyata komitmen suami dalam menjaga kesehatan istri, merencanakan jumlah anak, serta meningkatkan kualitas hidup keluarga. (*)
















