GRESIK, BN News – Pemahaman terkait Empat Pilar Kebangsaan penting bagi setiap warga negara, termasuk kalangan buruh, sebagai landasan bertindak dalam menghadapi tantangan bernegara yang semakin kompleks.
Hal itu ditegaskan Anggota MPR RI Nila Yani Hardiyanti, S. I.Kom., M.IP, Selasa (17/3/2026). Mbak Nila sapaan akrabnya menyampaikan pernyataan itu pada kesempatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI di hadapan Serikat Buruh Gresik.
“Tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini sangat luar biasa. Berkurangnya daya beli, digitalisasi, dan otomatisasi pabrik yang terjadi di dunia, juga terjadi di tanah air,” kata Mbak Nila.
Menurut Mbak Nila, sejumlah tantangan tersebut harus dipahami secara utuh dengan bingkai yang lebih konkret, seperti Empat Pilar Kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Tantangan yang dihadapi buruh, harus dilihat dan dikaji dari berbagai sisi. Buruh harus berdiri tegak untuk memperjuangkan hak-haknya. Karena, memperjuangkan hak adalah bagian dari menjalankan amanat konstitusi untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera.
Namun, menurut Nila Yani legislator muda yang juga Anggota Komisi VII DPR RI itu, agar penyampaian dalam memperjuangkan hak tersebut tidak kontraproduktif diperlukan kerja sama, komunikasi, dan jejaring yang baik.
Mbak nila mendorong semua pihak menyuarakan bahwa buruh itu bukan semata tenaga produksi, tetapi juga bagian dari pilar kebangsaan.
“Masuk ke dalam sistem untuk memperjuangkan aspirasi yang ada bisa dipertimbangkan oleh kawan-kawan buruh. Terserah, bisa melalui partai politik mana pun, dalam upaya menjawab berbagai tantangan yang dihadapi,” pungkas Mbak Nila. (Telisik Hati)
















