GRESIK, BN News – Menghadirkan senyuman dan kebahagiaan bagi sesama tentu bukan sekadar tentang apa yang diberikan, melainkan bagaimana kita menghormati harkat dan martabat mereka sebagai manusia yang berdaya. Menyambut Muharram 1448 Hijriah, Kemenag Gresik melakukan transformasi besar dengan menggeser pendekatan jaminan sosial konvensional menjadi konsep pemberdayaan berkelanjutan yang inklusif.
Melalui rapat koordinasi intensif yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Gresik, Muhammad Ali Faiq, bersama Penyelenggara Zakat Wakaf, Nelly Afroh, draf program Festival Lebaran Yatim, Penyandang Disabilitas, serta Bulan Wakaf resmi dimatangkan. Langkah strategis ini diambil guna menyelaraskan teknis pelaksanaan program nasional yang dijadwalkan berlangsung serentak pada Kamis, 25 Juni 2026 mendatang.
Karena ruang kesempatan yang setara adalah hak setiap anak bangsa, kegiatan ini dirancang ramah generasi baru dengan menempatkan anak yatim dan penyandang disabilitas sebagai subjek utama atau tuan rumah yang memegang kendali penuh atas ruang kreasi mereka sendiri. Untuk mengunci standardisasi bantuan yang bermutu berbasis kebutuhan riil di lapangan, Kemenag Gresik bersinergi dengan tujuh lembaga filantropi terkemuka, yaitu BAZNAS Kabupaten Gresik, LAZ Nurul Hayat, LAZIS Mu, LAZ Persyada Haromain, LAZ YDSF, LAZ Yatim Mandiri, dan LAZ Dompet Qur’an.
Muhammad Ali Faiq menegaskan bahwa zakat dan wakaf kini menjadi instrumen pembangunan umat yang terukur, sementara Nelly Afroh optimistis pemanfaatan zakat digital ini mampu mendorong kemandirian ekonomi anak binaan serta pelaku UMKM lokal secara optimal. Yuk, saatnya kita ambil bagian dalam gerakan filantropi modern yang inklusif ini dengan membagikan informasi kebaikan ini sekarang juga! (*)
#KemenagGresik #LebaranYatim2026 #BulanWakafMuharram #ZakatPemberdayaan #GresikBerdaya















