GRESIK, BN News – Ikhtiar keras terus dilakukan Pemkab Gresik dalam upaya mengentas pengangguran di wilayah Kabupaten Gresik yang dikenal dengan sebutan kota industri.
Untuk itu, melalui Disnaker (Dinas Tenaga Kerja), Pemkab Gresik menggelar ujian praktek pengoperasian alat berat jenis Wheel Loader di Balai Latihan Kerja (BLK), Kamis (18/6/2026) pagi.
Kegiatan yang berlokasi di Jalan Proklamasi No.45, Trate, Kecamatan Gresik ini diikuti oleh puluhan peserta yang antusias meningkatkan keahlian kerja mereka.
Program pelatihan dan sertifikasi yang bernilai strategis ini didanai penuh oleh Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Langkah ini diambil sebagai wujud nyata pemanfaatan dana cukai untuk memperluas lapangan kerja dan meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal, khususnya di sektor industri dan infrastruktur.
Selama ujian berlangsung, para peserta diuji kemampuannya dalam mengoperasikan wheel loader dengan standar keselamatan kerja (K3) yang ketat. Mulai dari manuver dasar, pengerukan material, hingga ketepatan penempatan beban menjadi indikator utama penilaian.
”Pelatihan seperti ini sangat penting untuk mencetak tenaga kerja yang kompeten dan siap pakai. Melalui alokasi dana DBHCHT, pemerintah daerah berupaya memberikan bekal keahlian gratis yang memiliki daya saing tinggi di pasar kerja,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik Zainul Arifin, S.STP, M.M.
Dengan adanya ujian praktek ini, diharapkan para peserta tidak hanya mendapatkan ilmu teoritis, tetapi juga mengantongi sertifikat keahlian resmi yang dapat menjadi modal kuat dalam mencari kerja atau meningkatkan jenjang karier mereka di dunia industri Kabupaten Gresik.
Lebih lanjut Zainul Arifin didampingi Hartini yang akrab disapa Mak Tin menjelaskan, melalui proses kurasi yang panjang, sebanyak 16 peserta terbaik akhirnya terpilih untuk mengikuti program pelatihan intensif selama 28 hari, yang terhitung sejak 14 Mei hingga 19 Juni 2026.
Perjalanan menuju tahap ini tidaklah mudah. Dimulai dari 350 pendaftar, hanya 152 orang yang berhasil lolos seleksi administrasi untuk mengikuti ujian CAT. Seleksi pun semakin ketat hingga menyaring 50 peserta ke tahap wawancara. Setelah melalui uji kelayakan final yang dihadiri oleh 48 finalis, 16 peserta terbaik inilah yang membuktikan diri siap digembleng menjadi talenta unggulan masa depan.
Sementara Tajri, salah satu peserta pelatihan operator wheel loader dari Desa Daun, Kecamatan Sangkapura Bawean berharap pelatihan seperti ini bisa diadakan lebih banyak lagi.
“Semoga pelatihan wheel loader Wheelloader bisa diadakan lebih banyak lagi, agar putra daerah Gresik bisa mendapatkan kesempatan bekerja yang lebih layak,” ungkapnya.
Tajri menyampaikan, pelatihan operator ini mengajarkan peserta untuk bisa handal untuk mengoperasikan wheel loader hingga mendapatkan sertifikat. “Harapannya setelah berhasil dalam pelatihan ini dan mendapatkan sertifikat CCOaya bisa mendaftar bekerja di Freeport Indonesia,” pungkasnya. (Telisik Hati)
















