GRESIK, BN News – Bosan dengan gaya mengajar PAI yang monoton dan itu-itu saja? Zaman sudah berubah, siswa SMK yang didominasi Gen Z dan Gen Alpha butuh pendekatan yang tak cuma adaptif, tapi juga menyentuh hati. Untuk menjawab tantangan digital tersebut, Kemenag Gresik bersama MGMP PAI SMK menggelar Workshop Peningkatan Kompetensi Keprofesionalan Guru PAI SMK se-Kabupaten Gresik di Aula Al-Ikhlas Kemenag Gresik pada Rabu (12/8/2026).
Sebanyak 73 guru PAI dari berbagai SMK negeri dan swasta berkumpul untuk membedah strategi mengajar masa kini. Lewat pelatihan ini, para pendidik dibekali kemampuan mengintegrasikan Artificial Intelligence (AI) dalam penyusunan bahan ajar interaktif, dipadukan dengan pendekatan Deep Learning serta prinsip Kurikulum Cinta. Integrasi teknologi dan pendekatan humanis ini krusial agar pendidikan agama tidak berhenti pada hafalan teoretis, melainkan menjelma menjadi habituasi karakter dan akhlakul karimah di tengah derasnya arus digitalisasi.
Kasi PAIS Kemenag Gresik, Akhmad Yahya, menegaskan bahwa pendidik masa kini wajib memegang kendali atas teknologi secara bijak. “Guru PAI hari ini dituntut tidak hanya menguasai materi keagamaan secara teoretis, tetapi juga harus mampu memanfaatkan teknologi seperti kecerdasan buatan secara bijak. Pendekatan pembelajaran mendalam dan Kurikulum Cinta menjadi kunci agar nilai-nilai akhlakul karimah dapat tertanam kuat dalam diri peserta didik,” tegasnya saat membuka acara.
Langkah transformatif ini diharapkan mampu menyulap ruang kelas SMK menjadi ekosistem belajar yang inspiratif, melahirkan generasi muda yang unggul secara keterampilan teknis sekaligus kokoh secara moral dan spiritual. (*)
#KemenagGresik #GuruPAIInovatif #TransformasiDigitalPAI #KurikulumCinta #PendidikanAgamaIslam
















