GRESIK, BN News – Alhamdulillah, Selamat dan Sukses! Keluarga Besar UPT SMPN 3 Gresik mengucapkan selamat kepada Bapak Hasan Basri, S.H., (Guru PIPS) atas pencapaiannya meraih Juara 3 dalam ajang AGP PGRI Cabang Gresik Tahun 2026.
Prestasi ini menjadi bukti nyata dedikasi dan
profesionalisme tenaga pendidik di lingkungan UPT SMPN 3 Gresik dalam mencetak generasi penerus bangsa.
“Semoga pencapaian ini senantiasa menjadi inspirasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus berkarya dan mengukir prestasi,” ucap Kepala UPT SMPN 3 Gresik H. Daifi, S.Pd, M.Pd., Jumat Berkah (9/10/2026).
Untuk diketahui, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) POWER Kabupaten Gresik menggelar Anugerah Guru Prima (AGP) Tahun 2026. Ajang tahunan bergengsi ini menjadi wadah unjuk Inovasi Pembelajaran bagi para pendidik dari jenjang TK/PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK se-Kabupaten Gresik.
Ketua PGRI Kabupaten Gresik, H Beri Avita Prasetiya, M.Pd., MM, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran gelaran AGP 2026 yang berlangsung kompetitif di seluruh tingkatan.
“Alhamdulillah kegiatan AGP tahun ini berjalan dengan sangat baik dan menghasilkan para juara 1, 2, dan 3 dari setiap jenjang. Kami berharap ada peningkatan prestasi yang terus mengharumkan nama baik Kabupaten Gresik. Apalagi para juara 1 dari tiap kategori akan didelegasikan mewakili Gresik ke tingkat Provinsi Jawa Timur pada akhir Oktober mendatang,” ujar Beri Avita Prasetiya.
Lebih lanjut Beri menjelaskan, sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang mengintegrasikan mata pelajaran coding dan Artificial Intelligence (AI) dari jenjang TK hingga SMA, PGRI memiliki kewajiban moral untuk menadvokasi serta meningkatkan kompetensi para guru.
Dalam AGP 2026, para peserta ditantang menciptakan inovasi pembelajaran berbasis coding dan AI hingga mengantarkan beberapa guru meraih sertifikasi penguasaan teknologi Gemini hingga Intel. Kebutuhan ini guna menghadirkan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan.
Pihak PGRI Gresik juga menggandeng akademisi dari Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) sebagai dewan juri independen, serta merangkul para guru pemenang edisi sebelumnya untuk melakukan pendampingan.
“Dari sekitar 7.000 guru di Kabupaten Gresik, tercatat sudah ada 1.506 guru atau sekitar 18 hingga 20 persen yang aktif mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi adopsi teknologi ini. Ke depan, kami berharap persebaran kompetensi guru ini tidak hanya menumpuk di Kecamatan Gresik Kota saja, tetapi merata dan bersaing positif di seluruh kecamatan,” jelasnya. (Telisik Hati)
















