GRESIK, BN News – Percepatan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Gresik terus didorong agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Kehadiran koperasi di tingkat desa dan kelurahan diharapkan menjadi penggerak ekonomi kerakyatan, memperluas akses usaha, serta membuka peluang peningkatan kesejahteraan warga melalui pengelolaan potensi lokal yang lebih terarah.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Percepatan Operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Kabupaten Gresik Tahun 2026 yang digelar di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP), Jalan Agung Suprapto, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik, Kamis (22/10/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB itu menjadi forum untuk menyatukan langkah lintas sektor dalam mempercepat kesiapan koperasi agar dapat beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri Wakil Bupati Gresik dr. H. Asluchul Alif, M.Kes., M.M., M.H.P., Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, S.Sos., Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, S.I.K., M.H., M.Si., Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gresik Lutfi Dhawam, S.H., serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan jajaran pemerintah daerah.
Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Ir. Achmad Washil Miftahul Rachman, M.T., para kepala perangkat daerah terkait, camat, Danramil, kepala desa dan lurah se-Kabupaten Gresik, Babinsa Kodim 0817/Gresik, pengurus koperasi, manajer koperasi, tim verifikasi dan validasi pembangunan fisik, serta perwakilan PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero).
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan doa bersama. Suasana tersebut mencerminkan semangat kebersamaan seluruh unsur yang hadir dalam mendukung program penguatan ekonomi desa, sekaligus menegaskan pentingnya kerja bersama agar pembentukan koperasi tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi berlanjut hingga pelayanan dan kegiatan usaha yang produktif.
Agenda dilanjutkan dengan penyampaian laporan verifikasi dan validasi percepatan operasionalisasi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik. Laporan ini menjadi bagian penting dalam memetakan kesiapan koperasi, baik dari sisi pembangunan sarana fisik maupun kebutuhan pendukung lainnya, sehingga berbagai kendala dapat diidentifikasi dan ditindaklanjuti secara tepat.
Melalui proses verifikasi dan validasi tersebut, percepatan operasionalisasi KDKMP diharapkan berjalan lebih terukur. Kesiapan bangunan, kelengkapan sarana, pengelolaan organisasi, serta ketersediaan sumber daya manusia menjadi faktor penting agar koperasi mampu menjalankan fungsi ekonominya secara berkelanjutan dan memberikan pelayanan sesuai kebutuhan warga.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Gresik dr. H. Asluchul Alif menekankan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung percepatan operasionalisasi koperasi. Dukungan pemerintah daerah bersama unsur kewilayahan dan pihak terkait diharapkan mampu menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan, sehingga koperasi dapat segera berfungsi sebagai wadah usaha bersama yang memberi nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.
KDKMP sendiri diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha, memperkuat pemasaran produk lokal, dan meningkatkan akses terhadap kebutuhan ekonomi. Apabila dikelola secara profesional, transparan, dan sesuai potensi wilayah, koperasi dapat membantu pelaku usaha mikro, petani, serta kelompok produktif lainnya memperoleh peluang usaha yang lebih luas.
Bagi masyarakat desa, keberadaan koperasi yang aktif bukan sekadar tersedianya bangunan atau tempat usaha. Lebih dari itu, koperasi diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi yang mendekatkan layanan kepada warga, menghubungkan produsen dengan pasar, serta mendorong perputaran ekonomi di lingkungan setempat. Dengan demikian, manfaatnya dapat berkembang dari penguatan usaha individu menuju peningkatan kesejahteraan masyarakat secara kolektif.
Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, S.Sos., menyampaikan dukungannya terhadap percepatan operasionalisasi KDKMP di Kabupaten Gresik. Menurutnya, keberhasilan program ini membutuhkan komitmen bersama, mulai dari pemerintah daerah, aparat kewilayahan, pengelola koperasi hingga masyarakat sebagai penerima manfaat sekaligus pelaku utama kegiatan ekonomi desa.
“Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan tidak hanya berdiri secara fisik, tetapi benar-benar beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, diperlukan sinergi, pengelolaan yang baik, serta keterlibatan warga agar koperasi mampu mengembangkan potensi desa, mendukung usaha masyarakat, dan mendorong kemandirian ekonomi dari tingkat bawah,” ujar Dandim.
Ia menambahkan, jajaran Babinsa melalui pembinaan teritorial dapat mendukung upaya membangun komunikasi dan kebersamaan dengan pemerintah desa, pengurus koperasi, serta masyarakat di wilayah binaan. Pendekatan tersebut diharapkan membantu memperkuat pemahaman warga mengenai pentingnya koperasi sebagai usaha bersama, sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan keberlangsungannya.
Rapat koordinasi ini menjadi momentum untuk menyelaraskan langkah, memperjelas tindak lanjut, dan memperkuat kolaborasi dalam percepatan operasionalisasi KDKMP di seluruh wilayah Kabupaten Gresik. Keberhasilan program tersebut pada akhirnya tidak hanya diukur dari rampungnya pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan koperasi menjalankan usaha secara berkelanjutan, memberikan pelayanan yang dibutuhkan warga, serta membuka peluang ekonomi yang semakin luas.
Melalui sinergi pemerintah daerah, TNI-Polri, pemerintah desa dan kelurahan, pengelola koperasi, serta seluruh elemen masyarakat, KDKMP diharapkan tumbuh menjadi fondasi ekonomi kerakyatan yang kuat. Dengan pengelolaan yang amanah dan berorientasi pada kebutuhan warga, koperasi dapat menjadi salah satu jalan untuk mewujudkan desa yang lebih mandiri, usaha masyarakat yang berkembang, dan kesejahteraan yang dirasakan bersama.(Telisik Hati)















