BN News – Sebanyak 76 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur secara resmi ditetapkan sebagai penerima beasiswa Program Pendidikan Kader Ulama (PKU) Sarjana yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur.
Kepastian tersebut, didapat pasca MUI Jawa Timur mengumumkan dalam Surat Keputusan Dewan Pimpinan MUI Provinsi Jawa Timur Nomor: Kep-09/DP-P/VII/2025 tertanggal 7 Juli 2025.
Dari jumlah tersebut, empat diantaranya merupakan delegasi dari MUI Kabupaten Gresik, dan seluruhnya adalah lulusan pondok pesantren.
Mereka adalah, Nashrul Tsaniatul Ummah asal Menganti, lulusan Ponpes Murottilil Qur’an Kediri, masuk Prodi Ilmu Hadis, Muhammad Faidlul Hasan asal Driyorejo, lulusan Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Lembaga Pembinaan, Pendidikan, dan Pengembangan Ilmu Al-Qur’an (LP3IA) Rembang, masuk Prodi Perbandingan Mazhab.
Kemudian Imroatul Ula asal Balongpanggang, lulusan Ponpes Bidayatul Hidayah Mojokerto, masuk Prodi Ilmu Hadis, terakhir Daniah Isyah Adillah asal Sidayu, lulusan Ponpes Bahrul Ulum Jombang, masuk Prodi Ilmu Falak. Seluruhnya, diterima di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya.
Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik, KH. Ainur Rofiq Thoyyib, dalam keterangannya menyampaikan apresiasi kepada MUI Jatim yang telah mengadakan program ini.
“Kami mengapresiasi MUI Provinsi Jawa Timur dalam menyelenggarakan Program Pendidikan Kader Ulama (PKU) ini. Ini adalah bukti nyata peran MUI sebagai himayatul ummah (pelindung umat), yang tidak hanya menjaga akidah dan nilai keislaman, tapi juga memastikan adanya regenerasi ulama yang mumpuni,” terang Kiai Rofiq, di Kantor MUI Gresik, Senin (7/7/2025)
Kemudian, Sekretaris Umum MUI Gresik, Makmun, M.Ag, juga menyampaikan terima kasih kepada MUI Jawa Timur atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan kepada MUI Gresik untuk mengirimkan empat delegasi dalam Program Beasiswa PKU ini.
“Keempatnya merupakan hasil dari proses seleksi internal yang cukup ketat, melibatkan banyak calon potensial dari berbagai kecamatan di Gresik. Ini menunjukkan bahwa Gresik memiliki semangat dan kesiapan untuk mendukung program kaderisasi ulama yang dicanangkan MUI Jatim,” tegas Makmun.
Sementara itu, Sekretaris MUI Jatim, Dr. M. Hasan Ubaidillah, M.Si., menyampaikan bahwa program ini bukan hanya sekadar seleksi pendidikan biasa, tetapi merupakan bentuk nyata keseriusan MUI Jatim dalam mempersiapkan ulama masa depan melalui dukungan beasiswa penuh selama delapan semester.
“Program ini sangat serius. Diback up langsung oleh Pemprov Jawa Timur, dengan anggaran penuh untuk delapan semester, mencakup biaya kuliah, biaya pesantren, dan living cost. Ini beasiswa luar biasa, bahkan lebih besar dari beasiswa lain. Tugas Anda hanya belajar dengan sungguh-sungguh,” tegas Sekretaris MUI Jatim, Dr. M. Hasan Ubaidillah, M.Si.
Para peserta merupakan kader kader terbaik yang dikirim oleh masing-masing MUI kabupaten/kota se-Jawa Timur. Mereka telah menandatangani pakta integritas dan kini menjalani seleksi untuk menggali kesungguhan mereka dalam mengikuti program kaderisasi strategis ini.
“MUI ingin mencetak ulama, termasuk ulama perempuan, yang mampu menjawab tantangan zaman dan menjadi rujukan umat. Seorang intelektual itu tempatnya di Majelis Ulama. Cendekiawan itu adalah ulama yang berpikir, berbasis ilmu dan keadaban,” tambah Dr. Ubaid.
Lebih dari sekadar pendidikan, PKU diarahkan menjadi jalur regenerasi ulama berbasis kompetensi akademik dan spiritual.
Proses seleksi ini, menurut Dr. Ubaid, adalah upaya menggali motivasi dan kesiapan peserta untuk memikul amanah besar sebagai penjaga nilai-nilai Islam wasathiyah di masa depan.
“Tidak ada di organisasi manapun yang memberikan beasiswa seperti ini, hanya di MUI Jawa Timur. Maka saya ucapkan selamat, Anda adalah calon ulama masa depan, calon pemimpin umat yang akan membawa bangsa ini menuju baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” pungkasnya. (is/cm)
















