Penulis📚 Didik Hendri Telisik Hati
BN News.com – Kabar gembira disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Kabupaten Gresik S. Hariyanto, S.Pd, MM untuk seluruh Guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) se-Kabupaten Gresik. Pasalnya, ribuan Guru atau Bunda PAUD ini bakal mendapatkan insentif dari APBD Pemkab Gresik dengan total anggaran Rp. 5.068.800.000 (5 Miliar lebih).
“Anggaran tersebut jika dibagi untuk seluruh Guru PAUD se-Kabupaten Gresik, maka tiap guru akan mendapatkan insentif Rp 200 ribu setiap bulan atau Rp. 2.400.000 per tahun,” beber Kadispendik saat mendampingi Wabup Gresik dalam acara Workshop Pramuka Pra Siaga bagi para guru PAUD Se-Kabupaten Gresik, Jumat (23/6/2023).
Kadispendik menegaskan, insentif tersebut merupakan bentuk kepedulian dan perhatian Pemkab Gresik atas peran dan kontribusi guru PAUD dalam mendidik siswanya. “Atas pengabdiannya yang luar biasa ini, Insya Allah bulan Oktober mendatang anggaran untuk Guru PAUD se-Kabupaten Gresik sudah bisa dicairkan,” tandas S. Hariyanto.
Terkait acara Workshop Pramuka Pra Siaga bagi para guru PAUD Se-Kabupaten Gresik, Wakil Bupati Gresik Dra. Hj. Aminatun Habibah, M.Pd sekaligus Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Gresik menyampaikan, Pramuka Pra Siaga sangat penting bagi anak-anak PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Khususnya dalam memberikan pemahaman dan mengajarkan etika yang wajib diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pramuka Pra Siaga bertujuan untuk mempercepat kecerdasan anak, bagaimana menggali potensinya,” tuturnya.
Kegiatan yang digelar di Aula Ainul Yaqin Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik diikuti ratusan guru PAUD dan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Gresik, Jumat (23/6/2023) tersebut. Wabup berpesan kepada para pengajar, utamanya dalam membimbing anak didiknya agar dapat mengoptimalkan potensi yang dimiliki untuk proses tumbuh-kembang ke depannya.
“Pramuka Pra Siaga bertujuan memperkuat karakter anak usia dini. Keberadaannya cukup penting mengingat anak usia dini masih memerlukan bantuan serta bimbingan dalam menggali potensi yang dimiliki, “ungkap wabup.
Selain itu, salah satu ekstra wajib anak sekolah dari SD sampai SMA adalah Pramuka. Kurikulum merdeka mengajarkan Pramuka senantiasa memberikan materi dengan nilai nilai pembelajaran untuk pengembangan karakter kebangsaan.
“Nilai-nilai ini harus diperkenalkan mulai dari anak-anak PAUD atau Prasiaga. Melalui kegiatan ini untuk lebih mencintai negara melalui kegiatan Pramuka,” pungkasnya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan S. Hariyanto, S.Pd, MM menambahkan, maksud dan tujuan pelaksanaan Prasiaga PAUD ini untuk menyamakan persepsi. Bagaimana dan apa itu Pramuka Pra Siaga.
“Pramuka pra siaga yang berusia 7 hingga 10 tahun akan sangat mudah menerima pola pendidikan karakter. Untuk itu dengan mengikutsertakannya pada kegiatan Pramuka akan mudah membentuk kepribadian baik anak,” terangnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Victor Tatuah Praktisi Prasiaga Paud, Ketua Ikatan Penilik Indonesia (IPI) Provinsi Jatim Moch. Yusuf, Ketua IPI Kabupaten Gresik Abdul Karim, Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Sekolah Nanang serta Kabid Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Nur Fadilah. (Didik Hendri Telisik Hati)
















