• Beranda
  • Hubungi Kami
  • Info Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik 
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, June 1, 2026
  • Login
Bumi Nusantara News
  • Beranda
  • Nasional
  • Birokrasi
  • Pendidikan
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Sosial Politik
  • Serba Serbi
  • Potret Desa
  • Seni & Budaya
  • Wisata
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Birokrasi
  • Pendidikan
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Sosial Politik
  • Serba Serbi
  • Potret Desa
  • Seni & Budaya
  • Wisata
No Result
View All Result
Bumi Nusantara News
No Result
View All Result
Home Seni & Budaya

ARIEL RAMADHAN & KEDALAMAN WARNA LAUT DALAM

Telisik Hati by Telisik Hati
7 August 2025
in Seni & Budaya
0
ARIEL RAMADHAN & KEDALAMAN WARNA LAUT DALAM
461
SHARES
461
VIEWS
WhatAppsFacebook

Oleh : Anang Prasetyo

“Sumber informasi sangat banyak dan beragam, sementara orang menginginkan keutuhan dan kepaduan” (Howard Gardner , Five Mind for The Future – h. 48 : 2007)

Dialah Ariel Ramadhan yang kini beranjak dewasa. Membaca Ariel sebagai sebuah buku, tentu ayah bundanya yang memiliki bacaan lebih lengkap. Itu pasti.Tapi mungkin saya adalah salah satu pembaca yang ikut membaca Ariel, dalam alfabet A B C D, sampai huruf L lah setidaknya.

Ini penting saya kemukakan, sebab sebelum ini saya sudah mengulas Ariel Ramadhan secara panjang lebar. Sebab tulisan saya waktu itu dinawaitukan menjadi sebuah buku. Bukan sebagai artikel lepas.

Sehingga terus terang saja, tatkala sang Guru pembina Arik S. Wartono meminta saya kembali menuliskan tentang Ariel, saya harus ambil napas dalam-dalam. Sebab berdasarkan pengalaman, menulis tentang Ariel butuh pendalaman dan peneguhan atas nilai-nilai.
Bukan semata secara psikologis. Namun juga di dalam diamnya Ariel, ada letupan spiritualitas yang sungguh dalam, ibarat lautan dalam.

Akhirnya, setelah melalui sholat tasbih. Senjata andalan yang dipakai juga oleh Arik S. Wartono dalam membina setiap muridnya di Sanggar DAUN, barulah terungkap. Sehingga pelabuhan hati-nya Ariel menjadi terbaca. Lukisan-lukisannya yang terbaru, yang akan dipamerkan secara tunggal di Galeri Merah Putih Balai Pemuda Surabaya tanggal 9 sampai dengan 14 Agustus 2025, seakan kita diajak menyelam lebih jauh sampai ke dasar lautan dalam.

Seolah kita dipaksa Ariel Ramadhan untuk mengambil napas panjang dan sedalam-dalamnya, sebelum kita menyelam ke dasar lautan.

Meskipun, lukisan awalnya sudah menyiratkan pemandangan bawah laut, namun bawah lautnya itu kini, kita dipaksa untuk menyelam lebih dalam lagi. Jika mencermati karya Ariel yang berjudul, “Laut Dalam Tiga Kantong Plastik”, cat akrilik di atas kanvas 100×150 cm, 2025, warnanya sungguh menyiratkan bahwa itu warna laut dalam. Sehingga eksplorasi kreatif Ariel benar-benar mengkondisikan pemirsanya untuk memasuki kedalaman segara yang dalam.

“Laut Dalam Tiga Kantong Plastik”, cat akrilik di atas kanvas 100×150 cm, 2025

Tatkala Prof. Djuli Djatiprambudi dalam obrolan di beranda rumahnya di tahun 2023 menyampaikan bahwa “seni itu mencapai puncak fungsinya adalah tatkala ia menjadi solusi bagi kehidupan manusia”, maka jika itu dijadikan landasan metodologis lukisan Ariel dengan “tiga tas kresek hitam di dasar lautan” tadi, Ariel secara bernas mengajak kita untuk tafakur dan tadzakkur sekaligus.

Di situlah yang saya maksud, bahwa lukisan Ariel periode sekarang mengajak kita untuk menyelami persoalan lingkungan alam secara lebih mendalam.

Betapa kerusakan ekosistem lautan yang terjadi begitu parah. Persoalan plastik yang dia urai dalam karya lukisan itu menjadi sangat kuat pesannya karena Ariel berhasil menarasikannya secara penjiwaan yang kukuh dan mendalam.

Lalu apa hubungannya dengan pendapat di tulisan awal Howard Gardner, pakar pendidikan itu? di sinilah letak ketajaman mata batin Ariel membaca persoalan. Sudah terlalu banyak informasi dan beragam tentang kerusakan ekosistem lautan, tapi keutuhan dan kepaduan sebagaimana yang dimaksud Howard Gardner, belum diperoleh literasi dan pemahaman oleh masyarakat Indonesia. Khususnya dalam penanganan kasus rusaknya alam lautan. Sehingga Ariel, sekali lagi, dengan “Segara Warna”-nya yang mendalam, penuh dengan perenungan yang mendalam untuk menyelami persoalan secara utuh dan padu.

“Segara Warna”, cat akrilik di atas kanvas, 200×130 cm, 2025

Warna-warni lukisannya kini semakin kompleks dan menjadi “sangat dalam”. Ini barangkali dengan semakin bertambahnya usia Ariel, dia kini mendapatkan pencerahan spiritual yang ‘enlightenment’.

Sehingga Ariel mengajak kita menyelami persoalan secara lebih arif dan bijaksana. Persis seperti harapan Howard Gardner tatkala dia menuliskan “Mungkin manusia tidak akan memiliki kemampuan memprediksi yang dibutuhkan untuk bertahan hidup, atau mungkin kita akan membutuhkan ancaman-ancaman yang jauh lebih langsung lagi terhadap kelangsungan hidup kita, supaya kita sadar bahwa kita harus membuat tujuan yang sama dengan manusia lain.” (h. 171. 2007)

Sebab, seakan-akan persoalan tentang rusaknya alam laut tadi dianggap hal yang biasa terjadi. Di situlah letaknya. Ariel sekali lagi menempatkan empatinya pada lautan yang kian merana. Dalam “kacamatanya”, baru ada 3 kotoran. Itu baru yang tampak. Yang terjadi, sebagaimana fenomena gunung es, lebih banyak lagi kotoran yang bertumpuk.

Pencapaian visual Ariel Ramadhan kini seperti yang pernah ditulis seniman Mulyono dengan obyek lingkungan pantai di pantai Brumbun Tulungagung. Dia mengatakan demikian: “Dengan demikian maka kerja seni rupa juga termasuk media riset partisipatori. Setiap orang bisa menguasai gambar dan gambar bisa digunakan sebagai media sosial yang dihadapi ” ( h.30)

Saya berharap dengan sungguh, bahwa kepekaan Ariel yang semakin mendalam tadi, baik warna dan tema, harus disertai dengan riset lebih komprehensif. Sehingga capaian visualnya suatu saat disinergikan dengan elemen sosial lainnya. Baik ilmuwan, pekerja sosial, atau relawan pembersih lautan dan lainnya.
Sehingga selaras dengan tema pameran “Segara Warna” Ariel yang semakin cerdas dengan intelektual. Dan visual karya-karyanya mesti diupayakan mampu memberikan solusi bagi masyarakat dalam artian lebih luas.

Proyek-proyek sosial sudah harus Ariel pikirkan. Sebab harga lukisannya, sepertinya, sudah mencapai tahapan dia melakukan gerakan sosial dimaksud.

Pada salah satu pameran ArtJog pernah diketengahkan proyek pembuatan terumbu karang. Demikian pula tatkala perupa Dadang Christanto menenggelamkan patung-patungnya, untuk dijadikan pemandangan bawah laut, itu adalah gerakan solutif bagi penyelamatan lingkungan laut, sebagaimana tesis Djuli Djatiprambudi di atas.

Maka, selamat mas Ariel Ramadhan. Tetap dan teruslah melangkah dengan lukisanmu. Jelajahilah dalamnya samudra yang luas. Eksplorasilah tentang laut yang dalam itu. Dengan beragam dimensinya. Dengan kompleksitas persoalan lautnya. Kedaulatan lautnya Indonesia. Ketahanan bangsa ini sebagai bangsa maritim harus terus diperjuangkan dan dinarasikan dengan visualmu yang dahsyat! Sehingga itu memiliki nilai peradaban kelautan yang sungguh bernilai pendidikan yang berkeadaban.

Sebagai penutup, saya demikian terhenyak dengan tulisan Saiful Hadjar di pengantar pameran tunggal Azzahra Adiva di Galeri Merah Putih 26 Juli 2025. Anak sanggar DAUN asuhan Arik S. Wartono, dia menulis demikian:

“Sementara kebudayaan sejatinya pendidikan, mencipta ruang bermain sebagai sistem berpikir (ideologi) dalam proses menyempurnakan harkat dan martabat kemanusiaan, membangun peradaban seiring dengan tantangan zaman.”

Maka demikianlah, kebudayaan adalah pendidikan sebagaimana yang dimaksud Saiful Hadjar itu, kini dimainkan narasinya dengan bernas oleh pembina sanggar DAUN Arik S. Wartono, yang demikian kuat. Pendidikan yang berlangsung di Sanggar DAUN menyiratkan hal itu.
Dia ingin meneguhkan peradaban Maritim Nusantara sebagai pemegang ideologi utama dunia.

Demikian pula, kedalaman hati yang sama juga dimiliki Ariel Ramadhan. Dia harus semakin ‘nyegara’. Jiwanya sudah mendalam dengan segala warnanya, maka tempuhlah laku-lampahmu di dasar samudera yang hening dan tenang. Doa pak Anang menyertaimu dalam diam.
insyaallah… insyaallah… (*)

Anang Prasetyo
(Penulis adalah Guru dan Pelukis, sedang menggiatkan diri untuk mengajak anak-anak Menggambar Kakbah di Makkah dengan Umroh)

Sumber bacaan:
1. Five Minds for the Future, lima jenis pikiran yang penting di masa depan, Howard Gardner, Penerbit Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2007
2. Pak Moel Guru Nggambar, Moelyono, INSIST Press, Yogyakarta,2005
3. Kata Pengantar Saiful Hadjar dalam katalog pameran tunggal Azzahra Adiva, 2025

Previous Post

Puluhan Kasek Dukun Antusias Ikuti Lokakarya Kesehatan Bareng Puskesmas Mentaras

Next Post

Bersama Inspektorat Gresik, Bupati Gus Yani Resmi Buka Asistensi SPIP Perkuat Tata Kelola Pemerintahan yang Lebih Akuntabel

Telisik Hati

Telisik Hati

Next Post
Bersama Inspektorat Gresik, Bupati Gus Yani Resmi Buka Asistensi SPIP Perkuat Tata Kelola Pemerintahan yang Lebih Akuntabel

Bersama Inspektorat Gresik, Bupati Gus Yani Resmi Buka Asistensi SPIP Perkuat Tata Kelola Pemerintahan yang Lebih Akuntabel

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent News

DPRD Gandeng KWGe Bakal Gelar Dialog Publik Usung Tema Problem Jalan Poros Desa di Kabupaten Gresik

DPRD Gandeng KWGe Bakal Gelar Dialog Publik Usung Tema Problem Jalan Poros Desa di Kabupaten Gresik

31 May 2026
Babinsa Kemuteran Gresik Ajak Warga Rawat Lingkungan, Ciptakan Kawasan Asri dan Nyaman

Babinsa Kemuteran Gresik Ajak Warga Rawat Lingkungan, Ciptakan Kawasan Asri dan Nyaman

31 May 2026
Polres Gresik Gerak Cepat Ungkap Tiga Kasus Curanmor, Motor Korban Langsung Dikembalikan Gratis !!

Polres Gresik Gerak Cepat Ungkap Tiga Kasus Curanmor, Motor Korban Langsung Dikembalikan Gratis !!

31 May 2026
Wisuda Tahfidz Ponpes Alkarimi, Kemenag Gresik Dorong Lahirnya Generasi Islam Berilmu yang Mampu Mengubah Dunia

Wisuda Tahfidz Ponpes Alkarimi, Kemenag Gresik Dorong Lahirnya Generasi Islam Berilmu yang Mampu Mengubah Dunia

31 May 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Resmi Dikukuhkan UNESA, S Hariyanto Jadi Kepala Dinas Pendidikan Pertama di Kabupaten Gresik Bergelar Doktor Predikat Cumlaude

Resmi Dikukuhkan UNESA, S Hariyanto Jadi Kepala Dinas Pendidikan Pertama di Kabupaten Gresik Bergelar Doktor Predikat Cumlaude

20 January 2025
Cari Rumput, Warga Masangan Temukan Kerangka Manusia di Area Bukit Jamur Bungah

Cari Rumput, Warga Masangan Temukan Kerangka Manusia di Area Bukit Jamur Bungah

3 January 2025
Subhanallah, Ribuan Pentakziah Menjadi Saksi Langit Mendadak Mendung Saat Prosesi Pemakaman Pemangku Pondok Al Ishlah Bungah KH Ahmad Thohawi Hadin

Subhanallah, Ribuan Pentakziah Menjadi Saksi Langit Mendadak Mendung Saat Prosesi Pemakaman Pemangku Pondok Al Ishlah Bungah KH Ahmad Thohawi Hadin

14 September 2023
Kapolres Gresik Gempur Judi Online, Belasan Pelaku Berhasil Diamankan Tanpa Perlawanan !!

Kapolres Gresik Gempur Judi Online, Belasan Pelaku Berhasil Diamankan Tanpa Perlawanan !!

13 December 2024
IKHTIAR BASMI PANDEMI! MONGGO BERJEMUR DI WISATA SETIGI SEKALIGUS VAKSINASI GRATIS‼️

IKHTIAR BASMI PANDEMI! MONGGO BERJEMUR DI WISATA SETIGI SEKALIGUS VAKSINASI GRATIS‼️

3
Perempuan Tangguh Wabup Ning Min Hadiri Silaturahim & Temu NU se-Dunia di Mekkah Saudi Arabia

Perempuan Tangguh Wabup Ning Min Hadiri Silaturahim & Temu NU se-Dunia di Mekkah Saudi Arabia

2
PROGRAM TERNAK DESA SEJAHTERA NH ZAKATKITA MEMBAWA BERKAH BAGI KAUM DHUAFA

PROGRAM TERNAK DESA SEJAHTERA NH ZAKATKITA MEMBAWA BERKAH BAGI KAUM DHUAFA

1
Bersama Ustadz Budi Setya, M.PSDM, Maskumambang Sukses Gelar Pembinaan Character Building

Bersama Ustadz Budi Setya, M.PSDM, Maskumambang Sukses Gelar Pembinaan Character Building

1
DPRD Gandeng KWGe Bakal Gelar Dialog Publik Usung Tema Problem Jalan Poros Desa di Kabupaten Gresik

DPRD Gandeng KWGe Bakal Gelar Dialog Publik Usung Tema Problem Jalan Poros Desa di Kabupaten Gresik

31 May 2026
Babinsa Kemuteran Gresik Ajak Warga Rawat Lingkungan, Ciptakan Kawasan Asri dan Nyaman

Babinsa Kemuteran Gresik Ajak Warga Rawat Lingkungan, Ciptakan Kawasan Asri dan Nyaman

31 May 2026
Polres Gresik Gerak Cepat Ungkap Tiga Kasus Curanmor, Motor Korban Langsung Dikembalikan Gratis !!

Polres Gresik Gerak Cepat Ungkap Tiga Kasus Curanmor, Motor Korban Langsung Dikembalikan Gratis !!

31 May 2026
Wisuda Tahfidz Ponpes Alkarimi, Kemenag Gresik Dorong Lahirnya Generasi Islam Berilmu yang Mampu Mengubah Dunia

Wisuda Tahfidz Ponpes Alkarimi, Kemenag Gresik Dorong Lahirnya Generasi Islam Berilmu yang Mampu Mengubah Dunia

31 May 2026
DPRD Gandeng KWGe Bakal Gelar Dialog Publik Usung Tema Problem Jalan Poros Desa di Kabupaten Gresik

DPRD Gandeng KWGe Bakal Gelar Dialog Publik Usung Tema Problem Jalan Poros Desa di Kabupaten Gresik

31 May 2026
Babinsa Kemuteran Gresik Ajak Warga Rawat Lingkungan, Ciptakan Kawasan Asri dan Nyaman

Babinsa Kemuteran Gresik Ajak Warga Rawat Lingkungan, Ciptakan Kawasan Asri dan Nyaman

31 May 2026
Polres Gresik Gerak Cepat Ungkap Tiga Kasus Curanmor, Motor Korban Langsung Dikembalikan Gratis !!

Polres Gresik Gerak Cepat Ungkap Tiga Kasus Curanmor, Motor Korban Langsung Dikembalikan Gratis !!

31 May 2026
Wisuda Tahfidz Ponpes Alkarimi, Kemenag Gresik Dorong Lahirnya Generasi Islam Berilmu yang Mampu Mengubah Dunia

Wisuda Tahfidz Ponpes Alkarimi, Kemenag Gresik Dorong Lahirnya Generasi Islam Berilmu yang Mampu Mengubah Dunia

31 May 2026
Tak Lelah Berbuat Baik, Baper Panceng Bagikan Daging Kurban untuk Masyarakat yang Membutuhkan

Tak Lelah Berbuat Baik, Baper Panceng Bagikan Daging Kurban untuk Masyarakat yang Membutuhkan

31 May 2026
Inovasi Bisnis Masa Depan: Tim MAN 2 Gresik Sabet Juara 3 Business Plan AMC Universitas Muhammadiyah Sidoarjo 2026

Inovasi Bisnis Masa Depan: Tim MAN 2 Gresik Sabet Juara 3 Business Plan AMC Universitas Muhammadiyah Sidoarjo 2026

31 May 2026

Bumi Nusantara News

© 2023 Buminusantaranews.com.

Navigate Site

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • Info Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik 
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Birokrasi
  • Pendidikan
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Sosial Politik
  • Serba Serbi
  • Potret Desa
  • Seni & Budaya
  • Wisata

© 2023 Buminusantaranews.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In