Penulis: Didik Hendri Telisik Hati
BN News.com – Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan yang sempat lesu akibat pandemi, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gresik gelar Bimtek Peningkatan Kapasitas Pejabat Struktural dan Fungsional di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Ciptaningati Batu Malang pada Jumat (26/8/2022).

Dalam pelaksanaannya, Dispendik Gresik mengundang 688 orang dari Kepala Sekolah beserta Pengawas SD dan SMP Se-Kabupaten Gresik, perwakilan Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI), Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI), serta Staf Dispendik Gresik untuk mengikuti bimtek.
Turut hadir pula Bupati Gresik H Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Kepala Dinas Pendidikan Gresik S. Haryanto, Sekdin Pendidikan Gresik Herawan Kusuma, Ketua Baznas Gresik Mustoha, Ketua Tim Rintisan Pulau Pendidikan Syifaul Qulub, Ketua Tim Sejarah Lokal Mustaqim, Ketua Program Tahfidz Shokibul Marbait, Ketua Dewan Pendidikan Syaiful Kirom, Bank BJB Heru Baharudin, dan BPJS Ketenagakerjaan Faridah Hanum.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Kabupaten Gresik S Hariyanto, S.Pd, MM mengatakan, kegiatan ini merupakan titik balik dari Dispendik yang selama ini terkena imbas pandemi yang menyebabkan kinerjanya menjadi kurang maksimal.
“Setelah lama kita tidur pulas, maka kemudian kita sekarang mulai terbangun dengan melakukan kegiatan ini” ungkap Haryanto dengan nada penuh antusias menyemangati seluruh Jajaran yang ada di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik.

Hariyanto juga ungkapan saat ini Dispendik Gresik telah siap implementasikan kurikulum sejarah lokal di lembaga bawahan mereka, yang sudah beberapa kali disosialisasikan.
Tak hanya itu, Dispendik juga tengah kembangkan Program Tahfidz Pelajar, dengan harapan ke depannya tidak ada lagi siswa-siswi di Gresik, mulai dari SD ke atas yang tidak bisa baca Al-Qur’an.

“Dan kelas tahfidz nanti harapannya 2-3 tahun ke depan Dinas Pendidikan dapat mencetak 1000 penghafal Al-Qur’an” ucap kadispendik Gresik itu.
Sementara, dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas pendidikan di Gresik, Wabup Ning Min sapaan akrabnya yang hadir malam itu sampaikan peran serta kepala sekolah. Menurut orang nomor 2 di Gresik ini, kepala sekolah tidak hanya pantau dan tinjau, tapi juga adaptif dan solutif.
“Maka keperluan kita untuk menjadi kepala sekolah itu bagaimana kita bisa membawa sekolah kita menjadi difference from others (beda dengan yang lain),” ucap Ning Min membakar semangat ratusan kepala sekolah yang tampak antusias menyimak arahan dari Ning Min. Beliau juga pernah menjabat sebagai Kepala SMK Assa’adah Ponpes Qomaruddin Bungah.

Wabup Ning Min juga menegaskan kepala sekolah merupakan ujung tombak dalam lembaga-lembaga pendidikan di Kabupaten Gresik. Maka dalam hal ini kepala sekolah diwajibkan untuk terus belajar minimal selangkah lebih jauh dari para guru yang lain.
“Maka mau tidak mau yang namanya kepala sekolah itu harus belajar terus, jangan berhenti saja atau jalan di tempat,” sindir Ning Min sembari tersenyum.
Tak lupa Wabup Gresik juga beri arahan untuk para jajaran Dispendik agar membuat program yang dapat digunakan bersama-sama dan bersinergi satu sama lain. (Didik Hendri Telisik Hati)















