Penulis📚 WLO/Telisik Hati
BN News.com – Jalinan kekeluargaan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kecamatan Balongpanggang sangat erat dan kompak. Hal ini terlihat saat acara m “Kajian Ramadan dan Pemberian Tali Asih Purna Tugas” di Balai Desa Klotok, Jumat (14/4/2023).
Acara tersebut selain dihadiri 3 perangkat desa yang purna tugas juga dihadiri Camat Balongpanggang M. Amri, Perwakilan dari Koramil dan Polsek, Pengurus dan seluruh anggota PPDI se-Kecamatan Balongpanggang.

Ketua PPDI Balongpanggang Wijianto menyampaikan ucapan terima kasih kepada perangkat desa yang purna atas pengabdian kepada masyarakat di desanya serta loyalitas kepada organisasi (PPDI) selama menjabat.
Selain itu Wijianto berharap agar kekompakan dan jalinan silaturahmi ini bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan, termasuk dalam hal Iuran anggota. Harapannya, saat ada yang purna tugas, kita bisa memberi tali asih lebih, seperti sekarang kita bisa memberi masing-masing sebesar Rp. 2.500.000,- kepada anggota PPDI yang telah purna tugas.
Tak lupa Wijianto menyampaikan sebuah impian program yang direncanakan dengan tujuan bisa mewujudkan kesejahteraan anggota, yakni Koperasi Perangkat Desa (KPD).
Sementara Camat Balongpanggang M. Amri mengapresiasi PPDI Balongpanggang yang begitu kuat ikatan emosionalnya antar anggota, sehingga terbukti dengan kegiatan seperti saat ini persaudaraan bisa terjalin selamanya.
“Kami juga nitip pesan terkait kesiapan menghadapi libur hari raya, hendaknya ditingkatkan dalam menjaga lingkungan agar tetap aman dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tandas Amri.
Selanjutnya acara yang dipandu oleh Yupi Polo Kedungdowo desa Dapet yang terkenal polo fenomenal ini ditutup dengan acara ceramah agama oleh Ustadz Abdul Shomad dengan materi tentang makna syukur dan puasa Ramadhan, serta penyerahan tali asih dari PPDI dan dari Direktur PT Bumi Sentosa Indonesia (BSI) Sudadi kepada 3 perangkat, yakni Rachmat perangkat desa Dapet Mantan kasi pelayanan, Suwaji Desa Kedungsumber mantan Kasun Kedungwaru dan Budiono Desa Wonorejo mantan Kasun Gogor. (WLO/Telisik Hati)
















