Penulis📚✍️ Didik Hendri Telisik Hati
BN News.com – Suara sirine tiba-tiba berbunyi, memberikan tanda bahaya kepada masyarakat. Jet tempur berlalu-lalang di angkasa, sembari sesekali suara bom berjatuhan di tanah. Orang-orang berteriak histeris sembari berjalan mundur dalam penjagaan pasukan berseragam TKR. Tak hentinya suara tembakan berdesingan di pendengaran, menjadikan para warga harus bergegas menyelinap dalam persembunyian.
Para tentara penjajah itu datang menenteng senjata, menyisir lorong-lorong di kompleks Gardu Suling. Satu persatu warga pribumi tertangkap dari persembunyian. Mereka disiksa, ditodong senjata, dan tak sedikit yang meregang nyawa. Itu menandakan bahwa Gresik pernah terjajah, dan kemudian dengan perlawanan mereka merebut kemerdekaaan.
Di kompleks wisata Bandar Grissee, Jl. Basuki Rahmat Gresik, malam tadi (16/12/2023) kita seperti mengalami peristiwa serupa, seperti yang terjadi pada masa silam. Namun, adegan demi adegan itu dimainkan bukan pertempuran sungguhan. Melainkan sebuah sajian Teater Kolosal yang disajikan oleh kelompok teater persembahan dari Dewan Kebudayaan Gresik.
Pertunjukan Teater Kolosal berjudul The Battle of Grissee menjadi salah satu rangkaian perhelatan The Culture of Bandar Grissee, pada 16 Desember 2023 malam. Pertunjukan tersebut disutradarai oleh Dicky Panca Aulia, salah satu pembina kelompok teater pelajar di Gresik. Dalam produksinya, Dicky melibatkan beberapa kelompok Teater pelajar dan kelompok masyarakat di Gresik, yakni Teater Nusa (SMA NU 1 Gresik), Teater Cepak (SMA Negeri 1 Gresik), Teater Extra (SMA Muhammadiyah 1 Gresik), siswa-siswi SD Muda Ceria Kompleks Gresik, SD Semen Gresik, pramuka SMK 1 Duduksampeyan, Pramuka SMAN 2 Manyar, dan masih banyak lagi lainnya.
The Battle of Grissee sendiri menceritakan tentang perjuangan masyarakat Gresik dalam melawan penjajah, yakni dipimpin oleh Darmosoegondo dkk, yang pada kesempatan ini diperankan langsung oleh Bupati Gresik, H. Fandi Akhmad Yani, S.E.
Zuhdi Amin, Ketua III Dewan Kebudayaan Gresik menyampaikan, The Battle of Grissee diproduksi atas kerja sama beberapa pihak, di antaranya Pemerintah Kabupaten Gresik dan insan pegiat seni teater di Kabupaten Gresik.
“Hanya dalam waktu kurang dari seminggu pertunjukan ini diproduksi, tetapi alhamdulillah, dengan polesan Sutradara Mas Dicky, (hasilnya) sangat memuaskan.” jelasnya
Perlu diketahui juga, Dicky Panca Aulia ialah seorang pegiat seni teater asal Gresik yang sudah melalang buana, dari tingkat regional hingga nasional. Kiprahnya tak diragukan lagi. Selain ia seorang Guru di SMA NU 1 Gresik, kini Dicky juga menjabat pengurus bidang Seni Teater di Dewan Kebudayaan Gresik.
Lebih lanjut, M. Lutfi selaku Sekrataris Dewan Kebudayaan Gresik menjelaskan, bahwa pertunjukan Teater Kolosal The Battle of Grissee mampu memukau masyarakat.
“Antusias warga dalam menonton pertunjukan teater kolosal ini sangat tinggi. Terbukti sejak dimulainya pertunjukan teater, para pengunjung berduyun-duyun memenuhi area Bandar Grissee dan mereka terlarut hingga pertunjukan selesai,” jelasnya menambahkan. (Didik Hendri Telisik Hati)
















