Gresik, BN News – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian alam saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di PT Freeport Indonesia, Senin (29/6/2026).
Bupati Gus Yani sapaan akrabnya menegaskan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas hingga sekolah, merupakan kunci utama dalam menghadapi tantangan krisis iklim global saat ini.
“Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam upaya pelestarian lingkungan. Selain itu, memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat di masa mendatang,” harapnya.
Bupati Yani atau yang akrab disapa Gus Yani itu berharap, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE segera memiliki TPST atau TPA mandiri. Mengingat statusnya sebagai pusat industri global yang strategis, KEK JIIPE diharapkan tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memimpin dalam tata kelola lingkungan yang hijau.
“Keberadaan fasilitas pengolahan sampah modern di dalam kawasan ini dinilai krusial untuk menekan volume limbah dari hulu, sekaligus meringankan beban operasional TPA Ngipik milik Pemkab Gresik yang kapasitas penampungannya kian terbatas,” ujarnya.
Ia juga menuturkan, momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 sebagai penguat komitmen bersama, memulai dari hal-hal sederhana namun berdampak besar. Seperti, mengurangi sampah, memilah sampah dari sumbernya, menghemat energi dan air, menjaga kebersihan lingkungan, dan mendukung berbagai upaya pelestarian alam di sekitar.
“Karena masa depan iklim tidak ditentukan oleh apa yang kita rencanakan, tetapi oleh apa yang kita kerjakan mulai hari ini,” tuturnya.
Bupati Yani, menambahkan, sebagai daerah industri sekaligus daerah pesisir, Kabupaten Gresik memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan berjalan beriringan.
“Pagi hari tadi telah dilaksanakan aksi bersih pantai bersama. Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui kerja nyata, kolaborasi dan gotong royong,” ungkapnya.
Menurut bupati, keberhasilan industri modern tidak hanya diukur dari kapasitas produksinya, tetapi juga dari kemampuannya menjaga keselamatan pekerja, masyarakat, dan lingkungan secara berkelanjutan. Ia juga mengajak seluruh pelaku usaha di Kabupaten Gresik untuk menjadikan investasi lingkungan bukan sebagai beban biaya, melainkan sebagai investasi masa depan. Investasi lingkungan adalah investasi untuk keberlanjutan usaha, daya saing perusahaan, dan kesejahteraan masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Gresik, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada PT. Freeport Indonesia dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik atas terselenggaranya rangkaian kegiatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, yang melibatkan berbagai unsur pemerintah, dunia usaha, dunia pendidikan, komunitas, dan masyarakat,” tandasnya.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Lingkungan Hidup melaksanakan peluncuran dan peresmian aplikasi GASS (Gresik Angkut Sampah Seru) sebagai inovasi pelayanan publik di bidang persampahan. Kepala DLH Gresik Sri Subaidah mengatakan, aplikasi ini dirancang untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan pengangkutan sampah secara terjadwal dan transparan.
“Saya berharap inovasi ini dapat mempermudah masyarakat memperoleh layanan persampahan, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta mendukung terwujudnya Gresik yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” singkatnya.
Pada kesempatan sama, Pemerintah Kabupaten Gresik memberikan Penghargaan Pesona Gresik Tahun 2026 kepada perusahaan dan sekolah yang telah menunjukkan komitmen, inovasi, dan kinerja terbaik dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
Untuk kategori industri ramah lingkungan kategori Gold masing-masing diserahkan oleh Bupati Gresik kepada, PT. PLN Nusantara Power UP Gresik, PT. Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO), PT. Smelting, Saka Indonesia Pangkah Limited, PT. Sika Indonesia, PT. Wings Surya, PT. Arah Environmental Indonesia, PT. Nipsea Paint & Chemicals, PT. Keramik Diamond Industries, PT. Maspion Energy Mitratama, PT. Lautan Air Indonesia, PT. Eterindo Nusa Graha, PT. Larashatiku Environmental, PT. Hidup Makmur Sejahtera (RS. Fathma Medika), PT. Kawasan Industri Gresik.
Selanjutnya, kategori pengelola ekosistem Mangrove berkelanjutan diberikan kepada, Saka Indonesia Pangkah Limited, PT. Petrokimia Gresik, PT. Smelting, PT. PLN Nusantara Power UP Gresik, serta PT. Freeport Indonesia.
Untuk kategori sekolah Adiwiyata Kabupaten masing-masing diserahkan kepada, UPT SD Negeri 13 Gresik, UPT SD Negeri 36 Gresik, UPT SD Negeri 39 Gresik, UPT SD Negeri 40 Gresik, UPT SD Negeri 46 Gresik, UPT SD Negeri 51 Gresik, UPT SD Negeri 73 Gresik, UPT SD Negeri 94 Gresik, UPT SD Negeri 100 Gresik, UPT SD Negeri 111 Gresik, UPT SD Negeri 230 Gresik, MI Fathimiyah, MI Hidayatus Shibyan, MI Daroyissalam, MI IM Darul Ikhlas, SD NU AN-NUR, SD Muhammadiyah Manyar, SD Muhammadiyah 3 Gresik, MTs Muhammadiyah 4, serta MTs Nahdlatul Ulama.
Pada kegiatan tersebut PT Freeport Indonesia juga menampilkan simulasi penanganan prosedur yang tepat, sistematis, dan aman untuk tumpahan asam sulfat (H2SO4) zat yang berbahaya bagi lingkungan dan manusia.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Gresik, Nuri Mardiana, Wakil President Direktur PT Freeport Indonesia Jenpino Ngabdi beserta jajaran manajemen, Kepala Administrator KEK Gresik Ibnu Sina, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik S. Hariyanto, Camat Manyar Hendriawan Susilo, serta Camat Bungah Izzul Muttaqin. (Telisik hati)















