Penulis📚 Syafik Hoo/Telisik Hati
BN News.com – Bertempat di serambi Masjid Al Ikhlas Ranting Wonokerto Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik digelar kegiatan Laporan Pertanggung jawaban (LPJ) pengurus Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqoh Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Ranting Wonokerto Dukun. Kegiatan tersebut melibatkan pengurus Lazisnu, pengurus ranting NU, ibu srikandi dan tokoh masyarakat desa setempat.
LPJ ini menjadi suatu keharusan dan amanah bagi lazisnu ranting untuk disampaikan progres atau laporan kegiatan selama periodesasi dalam menjalankan program lazisnu dan juga bagian evaluasi untuk perbaikan kepengurusan yang akan datang.

Dalam LPJ tersebut dilaporkan sirkulasi keuangan baik dari penarikan lewat kaleng atau dari infaq lewat jalur yang lain yang itu sah dipandang dari sudut agama Islam. Selain itu, LPJ juga menyoroti berbagam macam dinamika yang berjalan sebagai bahan evaluasi perbaikan dan kemanfaatan bagi pengurus yang akan datang. Dengan prinsip dari masyarakat untuk kembali ke masyarakat. Suatu capaian progres sekecil dan sebesar apapun program yang menjadi kesepakatan bagi lazisnu ranting tentu dilaporkan secara tranparan hal ini berkaitan dengan keuangan umat.
Harun Arrasyid Metua Lazisnu Desa Wonokerto mengatakan, Alhamdulillah malam ini pengurus lazisnu bisa menggelar LPJ dengan baik dan lancar. “Hal ini juga berkaitan dengan amanah organisasi yang harus dijalankan dan sesuai dengan SOP,” ujarnya, Kamis (18/5/2023).
Harun menambahkan, dirinya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang memberikan motivasi dan support kepada Lazisnu wonokerto sehingga capain progres LPJ untuk periode ini bisa berjalan dengan baik.
Sementara itu Ketua NU ranting Wonokerto Ali Imron menjelaskan, kerja sama dan kolaborasi Lazisnu ranting Wonokerto selama ini dengan NU berjalan dengan baik dan saling suport. Hal ini dibuktikan dengan berbagai macam kegiatan misalnya pemulasaran jenazah, studi dan sharing lazisnu.
Ali Imron menegaskan, selama kotak infaq lazisnu kaleng berjalan maka ini menjadi semangat bagi kepengurusan lazisnu. “Hal itu juga menjadi pekerjaan dan usaha ikhtiar bersama di pengurus lazisnu guna meningkatkan infaq warga disamping memotivasi gerakan yang lain,” tutup Ali Imron.
Untuk diketahui, kegiatan pergantian pengurus Lazisnu berdasarkan musyawarah secara mufakat dan kekeluargaan. Akhirnya hadirin menyepakati lagi sahabat Harun Arrasyid menjadi Ketua Pengurus Lazisnu Wonokerto untuk periodesasi kedua dengan penuh dinamika organisasi.
Masbuhin SE selaku Ketua Lazisnu Kecamatan Dukun dalam mengatakan, tata aturan di organisasi Lazisnu adalah ada SK lembaga dan SK Amil ini wajib ada dan harus dimiliki disetiap kepengurusan lazisnu ranting karena ini menjadi legalitas organisasi Lazisnu dalam operasionalnya.
“Kalau kedua ini tidak dimiliki oleh kepengurusan Lazisnu, maka organisasi itu menjadi liar dan bisa dikenakan sangsi dan hukum,” tandasnya.
Ia berharap LPJ ini menjadi bagian penting untuk mengevaluasi perjalanan lazisnu dengan progres perbaikan.
“Karena di organisasi mana pun, juga di Lazisnu pasti ada kekurangan dan kelebihan. Ini bagian dari khidmah untuk semangat terus memberikan yang terbaik kepada lazisnu,” tegas Masbuhin yang juga Pj Kades Bulangan Dukun ini. (Syafik Hoo/Telisik Hati)
















