GRESIK, BN News — Lapangan Desa Sri Waringin, Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Sabtu (22/8/2026), berubah menjadi panggung adu strategi dan semangat para pesepak bola dalam Turnamen Dandim Cup. Empat kecamatan, yakni Kebomas, Bungah, Gresik Kota dan Manyar, tampil penuh energi untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Digelar mulai pukul 15.00 hingga 17.00 WIB, pertandingan berlangsung dalam suasana meriah. Sejak sebelum laga dimulai, para pemain telah berdatangan dan melakukan pemanasan. Sorak dukungan dari sekitar lapangan turut membangun atmosfer pertandingan yang semakin hidup.
Laga pertama mempertemukan Kecamatan Kebomas kontra Kecamatan Bungah. Kedua tim langsung bermain terbuka dan saling menekan. Adu serangan berlangsung menarik hingga peluit panjang berbunyi dengan kemenangan Kebomas 4-2 atas Bungah. Tak kalah menarik, laga kedua mempertemukan Kecamatan Gresik Kota melawan Kecamatan Manyar. Manyar tampil sangat dominan sepanjang pertandingan dan berhasil menutup laga dengan kemenangan telak 20-0.
Meski hasil pertandingan cukup mencolok, semangat kompetisi tetap dibingkai dengan sportivitas dan persaudaraan. Para pemain menunjukkan bahwa sepak bola bukan sekadar persoalan skor, melainkan juga tentang kebersamaan, disiplin dan menghargai lawan.
Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, S.Sos., yang hadir menyaksikan jalannya pertandingan, memberikan apresiasi kepada seluruh tim yang telah tampil penuh semangat.
Menurutnya, Turnamen Dandim Cup memiliki nilai lebih dari sekadar kompetisi olahraga. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi dan kebersamaan antarkecamatan.
“Saya sangat mengapresiasi semangat seluruh pemain yang ikut dalam Turnamen Dandim Cup. Jadikan pertandingan ini sebagai ajang untuk menunjukkan kemampuan, tetapi tetap mengedepankan sportivitas dan persaudaraan,” ujar Dandim.
Dandim juga mengingatkan bahwa kemenangan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan dalam sebuah pertandingan.
“Skor pertandingan memang menjadi bagian dari kompetisi, tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita bisa bermain secara fair play, menghormati lawan dan perangkat pertandingan. Menang adalah prestasi, tetapi menjaga persaudaraan adalah kemenangan yang sesungguhnya,” tegasnya.
Turnamen Dandim Cup kembali membuktikan bahwa lapangan hijau bukan hanya tempat untuk mengejar kemenangan, tetapi juga menjadi ruang bertemunya semangat, persaudaraan dan kebersamaan masyarakat Gresik. (Telisik Hati)
















