GRESIK, BN News – Semangat pengabdian tanpa mengenal waktu ditunjukkan Satgas TMMD ke-128 Kodim 0817/Gresik bersama warga Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik. Mulai pagi hingga malam bekerja dengan hati mengerjakan pengecoran normalisasi saluran irigasi Dam Waduk hingga tuntas demi mempercepat manfaat bagi masyarakat.
Di bawah sorot lampu kendaraan dan penerangan seadanya, anggota Satgas TMMD bersama masyarakat bahu membahu menyelesaikan pengecoran saluran irigasi yang menjadi salah satu sasaran fisik program TMMD. Suasana penuh kekompakan terlihat saat personel TNI dan warga saling membantu mengarahkan material cor agar pekerjaan berjalan lancar.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas saluran irigasi pertanian agar distribusi air menuju area persawahan warga menjadi lebih lancar dan optimal, terutama saat musim tanam tiba.
Dansatgas TMMD ke-128 Kodim 0817/Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, S.Sos., mengatakan bahwa pekerjaan yang dilakukan hingga malam hari merupakan bentuk komitmen Satgas TMMD dalam menyelesaikan seluruh sasaran tepat waktu.
“Semangat anggota Satgas bersama warga sangat luar biasa. Walaupun malam hari, pekerjaan tetap dilanjutkan agar hasil pembangunan bisa segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya para petani di Desa Slempit,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa TMMD bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat.
Sementara itu, warga Desa Slempit mengaku senang dan bangga melihat kerja keras anggota Satgas TMMD yang tetap bersemangat menyelesaikan pembangunan demi kepentingan masyarakat. Mereka berharap keberadaan saluran irigasi yang telah dinormalisasi dapat membantu meningkatkan hasil pertanian warga di wilayah tersebut.
Penampakan Anak SD, Saat Kerja Malam Hari di TMMD 128 Gresik
Di tengah pekerjaan malam program TMMD ke-128 Gresik, Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, terselip pemandangan yang membuat warga tersenyum sekaligus penasaran. Mari simak ulasan tim media yang saat itu berada di lokasi.
Seorang pemuda mengenakan seragam SD (Sekolah Dasar) duduk diatas atap mobil bak terbuka (Pick-Up) mobil tersebut melangsir campuran adukan semen pasir kerikil (koral) dari truk mixer (truk molen) ke jalan yang akan di cor.
Malam itu, Selasa (05/05/2026) prajurit TNI bersama warga melakukan pekerjaan fisik pengecoran Jalan Usaha Tani (JUT) di sekitar lokasi kerja kasar yang dilakukan prajurit TNI dan warga hingga larut pagi hari sekitar pukul 03.30 WIB, Rabu (06/05/2026).
Bagi sebagian masyarakat desa, itu bukan sekadar candaan. Ada mitos leluhur yang dipercaya turun-temurun. Saat ada pekerjaan kasar seperti membangun jalan, irigasi, atau cor malam hari, seseorang memakai pakaian anak kecil termasuk seragam SD, sebagai simbol tertentu agar hujan tidak turun.
Secara budaya, tindakan itu biasanya bukan dianggap hal aneh atau mistis berbahaya, melainkan bagian dari simbol tradisi turun-temurun. Ada yang percaya pakaian anak kecil melambangkan kepolosan sehingga alam iba dan cuaca menjadi tenang.
Di tempat lain, ada juga yang menganggapnya sekadar guyonan tradisional untuk membangkitkan semangat pekerja malam agar tak mengantuk.
”Oh itu hanya pawang hujan, dan juga semangat untuk kerja. Tapi itu tergantung permintaan dari yang dapat kerjaan, ” kata Bandy warga Slempit, Kamis (07/07/2026).
Secara ilmiah, tentu belum ada bukti bahwa ritual atau pakaian tertentu bisa mengendalikan hujan. Cuaca tetap dipengaruhi kondisi atmosfer dan alam.
Meski begitu, tradisi seperti ini menarik karena menunjukkan bagaimana masyarakat desa memadukan kerja gotong royong, kepercayaan leluhur, dan suasana kebersamaan saat bekerja hingga malam.
Fenomena seperti yang ini dapat anda lihat di Kecamatan Kedamean dan bisa menjadi cerita budaya lokal yang unik, apalagi jika dikaitkan dengan semangat warga saat pekerjaan fisik berlangsung malam hari.
Di lokasi tersebut, prajurit yang tergabung dalam Satgas TMMD tetap bekerja menuntaskan pembangunan bersama warga hingga bahan baku semen, pasir dan batu kerikil habis.
Dari kisah ini, dapat kita simpulkan di program TMMD ke-128 Gresik bukan hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga mempertemukan prajurit TNI dengan kehidupan, tradisi, dan kepercayaan masyarakat desa yang masih dijaga hingga sekarang. (Telisik Hati)
















