GRESIK, BN News – Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menghimbau seluruh biro travel perjalanan umroh dan haji di Kabupaten Gresik untuk memantau secara ketat kondisi jamaah umroh yang saat ini sedang berada di Arab Saudi menyusul eskalasi keamanan di kawasan Timur Tengah imbas perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran yang berdampak terhadap sejumlah aspek, termasuk jalur penerbangan.
Biro jasa travel umroh juga diimbau agar menunda keberangkatan para calon jemaah umroh yang dijadwalkan dalam waktu dekat demi mempertimbangkan aspek keselamatan dan pelindungan hingga situasi kembali kondusif. Meski demikian, Kemenhaj meminta jemaah untuk menunggu hingga kondisi kembali kondusif.
Kepala Kantor Kemenhaj Gresik, Lulus menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah dalam memastikan keamanan warga negara, seiring mencermati perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang semakin dinamis dan tidak menentu.
“Sesuai himbauan dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) agar perjalanan umrah sementara waktu bisa ditunda dulu karena situasi atau kondisi darurat konflik di Timur Tengah,” ujarnya.
Kendati belum menerima informasi jumlah total jemaah umroh asal Gresik yang saat ini sedang menjalankan ibadah di Tanah Suci. Namun Lulus meminta pihak keluarga yang berada di Tanah Air agar tetap tenang dan tidak panik. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan keamanan dan kenyamanan serta menjamin perlindungan para jemaah.
“Secara regulasi kewenangan keberangkatan dan kepulangan jemaah umroh dari travel ini ada di pemerintah pusat, jadi mohon untuk selalu berkoordinasi dengan jemaah masing-masing yang saat ini sedang berada di Tanah Suci,” terangnya.
Sebagaimana diketahui, eskalasi perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran membuat situasi di kawasan Timur Tengah memanas. Puncaknya Amerika Serikat dan Israel melakukan penyerangan terhadap komplek kediaman Khamenei di Teheran dengan menjatuhkan puluhan bom pada Sabtu (28/2) kota Iran. Serangan itu mengakibatkan Khamenei beserta sejumlah petinggi militer Iran meninggal dunia.
Iran lantas melakukan serangan balasan kepada AS dan Israel. Serangan balasan ini berdampak ke beberapa negara Timur Tengah seperti Bahrain, Qatar, hingga Uni Emirat Arab (UEA). Negara-negara itu terdampak karena di wilayah tersebut terdapat pangkalan militer atau aset militer AS. (Telisik Hati)



















