DI ANTARA PUING-PUING KEBAKARAN:
H Muhammad Syahrul Munir, SS, M.Hum, CRBC saat berada di lokasi Pasar Sidayu yang dilahap si jago merah. (Telisik Hati)
BUMINUSANTARANEWS.COM – Upaya recovery penanganan bencana bisa diambil dari pos Belanja Tak Terduga APBD. Baik itu untuk pembangunan, pengadaan, maupun santunan bagi pelapak. Tapi ini semua harus tertuang di dalam Perbup penggunaan Belanja Tak Terduga.

Setelah Damkar sudah menjadi Dinas tersendiri, tentu ke depan harus ada upaya mitigasi bencana yang komprehensif. Termasuk mempersiapkan hydrant di pusat-pusat keramaian karena informasi Pak Kapolsek bahwa penanganan kebakaran di Pasar Sidayu sudah cepat namun karena keterbatasan air maka penanganan jadi lambat.

Penegasan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPRD Gresik H Muhammad Syahrul Munir, SS, M.Hum, CRBC saat turun sendiri (ijen tatak) ke lokasi pasca peristiwa kebakaran di pasar Sidayu.
“Pasar Sidayu termasuk pasar yang unik karena bangunannya juga termasuk cagar budaya. Mudah-mudahan segera ada jalan keluar dan percepatan pembangunan untuk upaya recovery dan keluarga diberikan ketabahan. Aamiin,” ungkap anggota dewan termuda dari Fraksi PKB ini, Selasa (1/2/2022).

Untuk diketahui, hari ini, tepat tanggal 1 Februari 2022 adalah dua hari pasca kejadian menghebohkan (kebakaran pasar Sidayu). Semua pedagang dialihkan ke halaman parkir Alun-alun Sidayu yang biasanya hanya ramai saat pahing (hari jawa) saja, kini setiap pagi sudah sesak oleh ramainya penjual.
Alhamdulillah ternyata kebakaran yang kemarin melanda pasar Sidayu tidak menyusutkan semangat para pedagang di sini, terbukti dengan masih adanya proses jual beli di sini meski baru saja kemarin para pedagang ini dilanda musibah yang menghanguskan barang dagangan mereka karena api yang tak lagi terkendali.
Semangat itu semakin jelas terlihat dari seorang ibu paruh baya penjual pisang, yang melepaskan senyumnya kepada teman sesama pedagang di sekitarnya. Ia meneriaki teman-temannya seolah mengajak mereka agar tetap bersemangat dalam mencari nafkah.
Satu Februari menjadi bukti bahwa Allah tak pernah berhenti memberi rezeki, maka jangan pernah berhenti untuk ikhtiar setiap hari, selagi jatah rezeki kita masih ada di dunia ini, maka pasti Allah akan memberi. Ingat bahwa rizqi itu sudah ditakar dan tidak akan pernah tertukar. (Didik Hendri Telisik Hati)
















