Penulis📚 Ustadz Farid/Amin/Telisik Hati
BN News.com – KH. AS’AD HUMAM Rahimahullah. Saya (KH. Farid Dhofir, Red) tidak pernah berjumpa dengan Beliau saat hidupnya. Tapi hari ini, kami hadir dan berdoa di atas pusaranya.

Meski bukan satu-satunya, tapi Beliau adalah Revolusioner dalam memberantas buta huruf Al-Qur’an. Beliaulah penemu dan perintis metode IQRO’ dalam belajar membaca Al Qur’an.
Jutaan anak Indonesia yang sekarang sudah jadi orang dewasa tidak ada yang tidak mengenal buku IQRO’ mulai jilid 1 sampai 6. Tidak hanya di Indonesia, tapi juga di berbagai negara di dunia.
Saat berdoa di kuburnya, saya membayangkan betapa bahagianya Beliau saat ini di alam barzakh. Menikmati amal jariyah ilmu yang bermanfaat bagi umat manusia dalam mengenal kalam Allah SWT. Menakjubkannya, buku IQRO’ ini ditulis pada saat Beliau sakit lumpuh fisiknya.

“Kami tak ada apa-apanya dibanding dengan perjuangan, pengorbanan dan amal jariyah Beliau. Rahimahullah rahmatan wasi’ah,” ungkap KH Farid saat membersamai puluhan guru TK/TPQ/TPA Yayasan Pusat Pengembangan Taman Kanak-kanak Taman Pendidikan Al Qur’an (YPPTKA) Gresik, Sabtu (4/2/2023).

Sementara Ketua Yayasan Pusat Pengembangan Taman Kanak-kanak Taman Pendidikan Al Qur’an (YPPTKA) Gresik Sholikhul Amin mengatakan, hari ini, Sabtu (4/2/2023), KH Farid Dhofir, Lc, M.Si, Mudir Pondok Pesantren Refah Islami membersamai Study Tour Guru TK/TPQ/TPA Yayasan PPTKA Gresik ke AMM (Angkatan Muda Masjid dan Musholla) Yogyakarta.

“Kami sengaja mengajak para guru pengajar Al-Qur’an ini ke tempat pertama kali pemberantasan buta huruf Al Qur’an. Luar biasa, hingga kini, metodenya telah menyebar hingga mancanegara,” ungkap Amin yang juga Kepala Cabang Yayasan Nurul Hayat (NH) Gresik – Lamongan ini. (Ustadz Farid/Amin/Telisik Hati)
















