Penulis📰✍️ Mbah Singo
BN News – “Shumu tashihhu; puasalah niscaya kamu akan sehat” (HR. al-Thabrani).
Dalam hadis yang lain, Nabi Saw bersabda yang artinya;
”Perut adalah rumah penyakit, dan pengaturan makanan adalah obat utamanya.” (Sahih-Muslim).
Puasa adalah ibadah yang melibatkan dimensi Lahir (Fisik) dan juga dimensi Batin (Jiwa dan Spiritual). Oleh sebab itu, puasa tidak hanya menahan diri tidak makan, minum, berhubungan badan pada jam tertentu. Namun juga menjaga hati, menahan diri dari perbuatan yang dilarang agama, seperti riya’, sombong, bohong, was – was, rakus dan lain sebagainya.
Puasa berbeda dengan diet, karena diet hanya berdampak kepada fisik / dimensi lahiriyah. Seperti penurunan obesitas, penurunan kadar gula, asam urat, kolesterol dan lain lain. Sedangkan manfaat puasa jauh lebih dari itu, ada keterlibatan dimensi batin (Jiwa dan Spiritual) mampu memberikan dampak yang luar biasa, sebab segala aktivitas yang kita lakukan tidak terlepas dari jiwa sebagai sumbernya. Ibarat komputer, software adalah jiwa manusia yang mengoperasikan kinerja dari komputer, puasa mampu memperbaiki keduanya (raga dan jiwa manusia).
Orang yang jiwanya sakit ia pasti mudah stres, stres secara medis dapat menimbulkan penyakit asam lambung. Orang yang jiwanya sakit ia mudah marah, marah menurut medis dapat memicu kadar gula tinggi, dan lain sebagainya.
Jadi ibadah puasa Ramadhan, jika dilakukan dengan cara yang benar, maka mampu memperbaiki pelakunya tidak hanya sehat secara jasmani, namun juga secara rohani.
Edisi berikutnya: Puasa Upaya Menjadi Hamba Yang Takwa. (Mbah Singo/Bersambung)
















