Penulisš Didik Hendri Telisik Hati
BN News.com – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, Drs. H. Moh. Ersat, M.HI membuka Musyawarah Cabang (muscab) yang ke-3 Dewan Pengurus Cabang (DPC) Gresik Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) yang diselenggarakan di Madrasah Diniyah Ihyaul Islam Bolo Ujungpangkah.

Sebagai pembuka, Kepala Kantor Kemenag Gresik mengucapkan selamat kepada forum atas pelaksanaan muscab yang ke-3 dan berharap agar kegiatan tersebut menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi umat.
Melalui kesempatan ini, Kepala Kantor Kemenag Gresik Drs. H. Moh. Ersat, M.HI didampingi Ketua FKDT Gresik Drs. H. Bashori Chotim, M.Pd menjelaskan mengenai historisitas Madrasah yang berperan penting pada bangsa Indonesia. Mulai dari era kolonialisme hingga represi terhadap pendidikan Islam di perkotaan.

“Madrasah memiliki peran penting dalam sejarah bangsa indonesia. Madrasah hadir sebagai salah satu media perlawanan terhadap penjajah belanda. Berbeda dengan pondok pesantren yang lebih defensif melawan dengan menghindari penjajah ke pelosok desa, Madrasah secara progresif melawan sekulerisme dan represi terhadap pendidikan Islam di perkotaan. Sejak tahun 1975 madrasah bahkan sudah diakui negara,” ujar Kakan Kemenag kelahiran Sampang tersebut.
Atas dasar besarnya peran Madrasah Diniyah pada masyarakat, Kakan Kemenag Gresik mendorong FKDT agar terus mengembangkan Madrasah Diniyah dari aspek kualitas dan kuantitasnya.
“Madrasah Diniyah masih sangat diperlukan. untuk itu saya mendorong FKDT terus mengembangkan Madrasah Diniyah baik kualitas maupun kuantitas. Dari segi kualitas, kompetensi, kapasitas dan kapabilitas guru Diniyah agar terus ditingkatkan. Kurikulumnya terus dipertajam agar semakin mudah dicerna peserta didik dan diterima baik oleh orang tua,” tandasnya.
“Kesejahteraan para gurunya pun jangan dilupakan untuk terus ditingkatkan. Sebab bagaimana guru Diniyah mau konsentrasi mengajar anak-anak jika pikirannya masih dikhawatirkan dengan kehidupan ekonominya. Dari segi kuantitas pun sama, saya harap dapat ditingkatkan,” imbuh Kakan Kemenag lulusan UINSA tersebut. (Didik Hendri Telisik Hati)















