Penulis📰 Didik Hendri Telisik Hati
Gresik, BN News – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama (Kemenag) Gresik menggelar pembinaan bertema pencegahan dan percepatan penurunan angka stunting di wilayah kerja Utara, yang meliputi Kecamatan Dukun, Panceng, Ujungpangkah, dan Sidayu, Rabu (8/5/2024).
Acara ini berlangsung di Wisata Alam Gosari (WaGos) Ujungpangkah Gresik, dengan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Kemenag Gresik, H. Moh. Ersat, dan Ketua DWP Kemenag Gresik, Hj. Yuliastutik Ersat, beserta anggota DWP dari wilayah tersebut. Hadir juga dari Puskesmas Sekapuk, ibu Lilis Sofiatur Rahmah dan ibu Rifqoh Sebagai pemateri tentang kesehatan reproduksi dan percepatan penurunan angka Stunting.
Pembinaan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada anggota DWP tentang faktor-faktor yang memengaruhi stunting serta upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mencegahnya.
Kegiatan diawali dengan pembagian santunan kepada dhuafa yang ada di sekitar Desa Gosari. Dilanjutkan dengan pembinaan dan pemberian materi percepatan penurunan angka Stunting.
Dalam pembinaannya, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gresik, Moh. Ersat, dengan tulus menyampaikan bahwa peran ibu dalam mendukung dan menopang kerja suami sangat luar biasa. Menurutnya, menjadi suami yang baik tidak bisa dilepaskan dari peran istri yang baik juga.
“Dukungan dan peran istri dalam mendukung karier suami tidak bisa diabaikan. Mereka adalah tiang yang kokoh di belakang kesuksesan suami,” ungkap Moh. Ersat dengan penuh penghargaan.
Moh. Ersat menekankan bahwa hubungan yang harmonis antara suami dan istri adalah kunci utama dalam membangun keluarga yang bahagia dan seimbang. Ia mengajak untuk saling menghargai, mendukung, dan memperkuat satu sama lain dalam setiap langkah yang diambil.
Lanjut Ketua DWP Kemenag Gresik, Hj. Yuliastutik Ersat, menyampaikan apresiasinya terhadap semangat dan antusiasme anggota DWP dalam mengikuti kegiatan penanganan stunting. Dalam pertemuan yang dihadiri oleh para anggota DWP, Yuliastutik Ersat menyatakan keyakinannya bahwa melalui keterlibatan aktif para anggota, tujuan bersama dalam menangani masalah stunting di wilayah Kabupaten Gresik dapat tercapai.
“Kita tidak boleh hanya berada dalam zona nyaman, karena hal itu tidak akan membawa progres atau kemajuan. Oleh karena itu, mari kita lakukan perubahan agar kita dapat mencapai kemajuan yang kita inginkan. Dengan bersatu padu dan semangat yang tinggi, kita berkumpul di sini untuk memberikan edukasi bersama dan mempercepat penurunan angka stunting” ujar Yuliastutik Ersat dengan tegas.
Sementara itu, ibu Lilis Sofiatur Rahmah dan ibu Rifqoh Narasumber dari Puskesmas Sekapuk, Ujungpangkah menjelaskan inti materi terkait kesehatan reproduksi dan percepatan penurunan angka Stunting dari segi medis dan ilmiah.
Dengan pengalaman dan keahliannya di bidang kesehatan masyarakat, Ibu Lilis Sofiatur Rahmah dan ibu Rifqoh memberikan pemahaman mendalam tentang berbagai strategi yang dapat diimplementasikan untuk mengatasi stunting. Melalui pendekatan medis yang terukur dan ilmiah yang terpercaya, mereka menyoroti pentingnya intervensi dan penanganan yang tepat guna dalam mengurangi angka stunting di wilayah ini.
Dalam kegiatan ini, para peserta diajak untuk berpartisipasi dalam diskusi interaktif dan sesi tanya jawab guna memperdalam pemahaman tentang masalah stunting dan strategi penanggulangannya.
Diharapkan, pembinaan ini dapat menjadi langkah awal yang efektif dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Gresik dan memberikan dampak positif bagi kesehatan dan perkembangan anak-anak di masa mendatang. (Didik Hendri Telisik Hati)
















