Penulisš° Didik Hendri Telisik Hati
BN News – Musibah gempa bumi yang terjadi di Pulau Bawean memantik kepedulian berbagai kalangan. Tak terkecuali Dinas KBPPPA (Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak) Kabupaten Gresik. Terlebih hingga saat ini, getaran gempa itu masih terasa, sehingga warga trauma dan memilih tinggal di tenda-tenda pengungsian.
Untuk itu, Kepala Dinas KBPPPA Kabupaten Gresik dr. Titik Ernawati, MH menerjunkan tim untuk melakukan Pendampingan layanan psikososial kolaborasi UPTD PPA Sangkapura dan Tambak Dinas KBPPPA Gresik dengan Dinsos Provinsi Jawa Timur di Desa Sukaoneng dan Telukjatidawang, Kecamatan Tambak Bawean, Rabu (27/3/2024).
Berikut Hasil Pendampingan Tim KBPPPA Kabupaten Gresik dan Dinsos Provinsi Jawa Timur:
1. Untuk memberikan Trauma Healing kepada Perempuan dan Anak Korban Bencana Gempa di pulau Bawean.

2. ā Edukasi mitigasi gempa kepada perempuan
3. ā Memberikan edukasi relaksasi progresif untuk melepaskan ketegangan otot agar tidak panik dan tegang
4. ā Memberikan hiburan motivasi dengan media bermain dan belajar bersama anak-anak.

5. ā Mengimbau agar korban tetap menjaga kesehatan jika tidur di posko tenda dg memakai jaket/selimut tebal.
6. ā Memberikan penguatan secara spiritual agar masyarakat tetap siaga tapi tidak panik tetap ikhlas dan tabah akan terjadinya bencana gempa.
7. ā Cek secara detail jika terjadi di rumah bangunan retak untuk tetap waspada dan menghindari retakan akibat gempa segera melapor ke aparat pemerintahan desa untuk di tindak lanjut.

8. ā Perempuan dan anak terlihat ceria setelah mendapatkan edukasi dan belajar untuk tidak panik menghadapi gempa susulan
“Alhamdulillah, dengan memberikan pendampingan untuk warga terdampak bencana gempa bumi di Pulau Bawean ini, mereka berangsur-angsur tenang, tidak lagi panik dalam menghadapi gempa susulan. Semoga mereka tak lagi trauma dan musibah gempa segera berlalu,” ucap dr Titik yang begitu prihatin atas musibah yang dialami warga Bawean.
Untuk diketahui, pasca bencana gempa berkekuatan magnitudo (M) 6.5 dengan kedalaman 10 km tersebut mengakibatkan 2.972 rumah rusak ringan, 1.286 rumah rusak sedang dan 820 rumah rusak berat.
Selain itu, terdapat 143 tempat ibadah rusak ringan, 10 rusak sedang dan 11 rusak berat. Selanjutnya 59 sekolah rusak ringan, 11 rusak sedang, 5 rusak berat, juga terdapat 1 pondok pesantren rusak sedang, 13 kantor rusak ringan, 1 kantor rusak berat, dan 1 rumah sakit rusak ringan.
Gempa juga mengakibatkan 7 orang mengalami luka luka. Empat diantaranya dari Kecamatan Tambak dan tiga korban luka lainnya berasal dari Kecamatan Sangkapura Bawean.
Berdasarkan prediksi BMKG memang sampai saat ini gempa sudah ada 229 kali dan tidak berpotensi tsunami. Intensitas atau volume gempa semakin turun dan kecil. Mudah-mudahan ini segera berakhir agar warga dapat kembali aman dan tenang.
Menyusul kejadian tersebut, Bupati Gresik H Fandi Akhmad Yani menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi mulai 22 Maret hingga 11 April 2024. (Didik Hendri Telisik Hati)
















