BN News – Dirgahayu Republik Indonesia ke-80 benar-benar membahana di Pondok Pesantren Refah Islami Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Minggu (17/8/2025).
Dalam amanat upacara, KH. Farid Dhofir, Lc., M.Si sebagai pembina upacara berpesan;
1. Kita adalah bangsa yang berkali-kali dijajah, diawali dengan negara Portugis, Belanda, Jepang bahkan akan dilanjutkan oleh negara Inggris. Namun atas berkas rahmat dari Allah SWT, kemudian dengan perjuangan para pahlawan serta semangat gigih dalam persatuan dan kesatuan, rakyat Indonesia mampu mengusir penjajah akhirnya merdeka. Semangat ini yg harus tetap gigih dan semangat dalam berjuang menuntut ilmu, mengisi kemerdekaan ini untuk maju bersama.
2. Kita bangsa Indonesia sudah berhasil merdeka mengusir penjajah. Namun jangan sampai sifat penjajah itu masih bercokol berkembang biak di negara Indonesia ini, sifat penjajah adalah sifat serakah. Karena serakah, Iblis dikeluarkan Allah SWT dari Syurga. Karena serakah, Fir’aun ditenggelamkan Allah SWT di Laut Merah. Karena serakah, Qorun dibenamkan Allah SWT di dasar bumi. Maka, mari kita hilangka sifat serakah dalam diri kita.
3. Para pejuang kemerdekaan yang diantaranya banyak para Ulama’ menunjukkan sifat nasionalisme yang sangat hebat. Pangeran Diponegoro selama berjuang mengusir penjajah, beliau tak mengharapkan jabatan, atau upah dari masyarakat. Jendral Sudirman selama mempertahankan kemerdekaan berjuang tak mengharapkan apa-apa. Semua para ulama’ berjuang karena mencintai tanah air Indoneisa, hanya mengharap ridha Allah SWT. Ini yang harus kita contoh juga dari sikap para pejuang ulama terdahulu.
Upacara HUT Kemerdekaan Republik Indonesia berjalan dengan hikmat dan lancar sampai selesai.
Diikuti oleh Wakil Komandan Koramil Sidayu, Babinsa Sukorejo, seluruh jajaran yayasan, ustadz, ustadzah, karyawan keluarga besar Pesantren Refah Islami. (Tim Kader Literasi Refah Islami/Telisik Hati)
















