Penulis📚 Syafik Hoo/Telisik Hati
BN News.com – Jumat berkah di bulan Dzulhijjah 1444 H menjadi momen sejarah penting bagi kepengurusan Fatayat NU anak cabang (Ancab) Dukun. Pasalnya hari ini diselenggarakan Konferensi periodik IX Fatayat NU Dukun dan pertemuan rutin. Kegiatan tersebut terpusat di Aula Mts Tarbiyatul Falahiyah desa Mojopetung, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Jumat (23/6/2023).
Gelaran Konferensi ini menjadikan beberapa agenda untuk penguatan, evaluasi, menyusun program dan memilih ketua terpilih sebagai kelanjutan serta estafet dalam kepengurusan 4 tahun yang akan datang dalam organisasi Fatayat NU Ancab Dukun.
Perhelatan konferensi Ancab Fatayat NU Periodik IX adalah pemilihan ketua dan kepengurusan baru 4 tahun yang akan datang dalam rangka khidmah dan memperkuat organisasi sayap NU. Tentu banyak agenda dan program kemanfaatan dan pemberdayaan bagi pemudi yang tergabung di dalam organisasi Fatayat NU ini. Hal tersebut sudah di bahas di sidang komisi A, sidang komisi B dan sidang komisi C yang nantinya akan dirumuskan serta dituangkan dalam program ke depannya.
Sebelum Acara inti dilaksanakan ada agenda acara yang ini dijadikan hiburan dan pemberdayaan bagi Fatayat NU yakni dibidang seni rebana yakni tampilnya rebana Al Muchtar dari ranting Fatayat NU Tebuwung dengan penampilan memukau dan riang gembira adapun lagu lagu yang ditampilkan diantaranya : Shalawat Badar, Kilil Asyikin, Jilbab Putih, Salamin Ba’id dan Ikan di dalam kolam
KH Moh Sholeh, M.Ag Ketua Tanfidziyah MWC NU Dukun dalam sambutannya mengatakan, penguatan organisasi NU yang teroganisir berpedoman pada Qonun Asasi AD, ART, PPNU sehingga hubungan komunikasi organisasi pengurus NU, Banom, lembaga di semua tingkatan berjalan dengan baik.
“Pengesahan susunan kepengurusan badan otonom atas dasar rekomendasi pengurus NU sesuai tingkatan masing-masing. Hal ini sesuai dengan pasal ART NU PS 38,” katanya.
Ditambahkan Yai Sholeh sapaan akrabnya setiap surat yang dikeluarkan oleh lembaga dan badan otonom harus memberikan tembusan kepada pengurus NU sesuai dengan tingkatannya PPNU No 15/2022.
“Ini penting utk organisasi di NU baik banom maupun lembaga NU hal ini juga bagian ngaji organisasi untuk pijakan dan referensi,” tandas Yai Sholeh.
Sementara itu Ketua Fatayat NU Ancab Dukun Nourah Royyani mengatakan, Alhamdulillah hari ini kita bisa melaksanakan gelaran Konferensi Fatayat NU Periodik IX dan giat rutinan ranting di Mojopetung tentu ini sangat penting sebagai tata laksana organisasi Fatayat NU untuk menjalankan program Fatayat NU disamping evaluasi dan perbaikan serta pemilihan kepengurusan baru.
“Saya mengucapkan apresiasi sebesar-besarnya atas dedikasi dan loyalitasnya kepada pengurus selama ini atas kekompakan dan kerjasamanya dengan stekholder yang lain yang baik sehingga progres kita berjalan sesuai dengan harapan kita bersama,” terangnya.
Dikatakan Neng Yeni biasa dipanggil, untuk program yang kemarin belum terakomodir atau belum dijalankan nanti bisa di jalankan di periode berikutnya dengan konsep dan program yang lebih baik,” jelasnya penuh semangat.
Adapun hasil konferensi Fatayat NU Ancab Dukun melalui pilihan dan terpilih Ketua sahabati Siti Amsaroh masa khidmah 2022-2026. Ia berharap kepada seluruh sahabat fatayat NU ancab Dukun untuk kerja samanya.
“Program yang sudah berjalan monggo kita lanjutkan untuk selalu berkhidmah kepada Fatayat, terutama para senior agar memberi bimbingan dan arahan untuk Fatayat Ancab Dukun lebih baik,” tandasnya penuh semangat dan rasa syukur.
Untuk diketahui kegiatan ini dihadiri oleh Pengurus MWC NU Dukun, H. Husnul Aqib anggota dewan PKB Kabupaten Gresik, ranting Fatayat NU se-Kecamatan Dukun dan tokoh masyarakat Desa Mojopetung Dukun. (Syafik Hoo/Telisik Hati)
















