GRESIK, BN News – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Gresik kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan informasi melalui pelaksanaan Surveillance Sertifikasi ISO/IEC 27001:2022, yang digelar di Ruang Rapat Diskominfo Kabupaten Gresik, Senin (22/12/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Diskominfo Gresik dalam memastikan standar Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) berjalan secara konsisten, khususnya pada pengelolaan Pusat Data dan Jaringan, serta mendukung pemanfaatan data kependudukan melalui integrasi dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil).
Surveillance dilaksanakan melalui rangkaian rapat persiapan, pembentukan tim ISO, serta pendampingan dari lembaga sertifikasi eksternal bersama tim konsultan ISO dari PT Mitra Berdaya Optima.
Plt Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Gresik, Kiki Nuriyadi, dalam sambutannya menegaskan bahwa sertifikasi ISO bukan sekadar capaian administratif, melainkan sebuah proses berkelanjutan yang harus terus dijaga dan ditingkatkan kualitas implementasinya.
“Dengan sertifikat ini, kami berharap Diskominfo Gresik dapat terus berada pada tahapan pengelolaan keamanan informasi yang baik dan senantiasa berproses untuk menjadi lebih matang. Dalam waktu dekat, Kepala Bidang TI juga akan melakukan koordinasi terkait integrasi data NIK yang akan diwujudkan untuk mendukung layanan digital Kabupaten Gresik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kiki Nuriyadi menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pegawai dalam meningkatkan kualitas layanan dan keamanan sistem informasi.
“Kami ingin mengajak seluruh pegawai untuk terus meningkatkan pusat layanan dan pengamanan sistem, sebagai fondasi dalam pengembangan aplikasi-aplikasi pelayanan publik agar semakin optimal dan eksis,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh Tim SMKI Diskominfo Gresik atas komitmen dan kerja keras dalam mempertahankan sertifikasi ISO.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim SMKI yang terus bekerja keras untuk menghasilkan capaian terbaik. Harapannya, sertifikasi ini tidak hanya menjadi dokumen, tetapi benar-benar dijalankan sesuai SOP dan budaya kerja yang telah ditetapkan,” tegasnya
.
Sementara itu, perwakilan PT Mitra Berdaya Optima, Herawan Saputro, mengapresiasi tingkat kesadaran Diskominfo Gresik terhadap pentingnya pengamanan sistem informasi.
“Saya cukup bangga dan antusias melihat kondisi di Gresik. Kesadaran terhadap keamanan informasi sangat tinggi, di mana SOP dijadikan parameter utama dalam menjaga sistem,” ujarnya.
Herawan menambahkan bahwa sertifikasi ISO/IEC 27001:2022 yang saat ini dijalani Diskominfo Gresik merupakan sertifikasi kedua, yang secara praktik dinilai lebih menantang dibandingkan tahap awal.
“Mempertahankan sertifikasi jauh lebih sulit dibandingkan memperoleh sertifikasi pertama. Namun Diskominfo Gresik telah menunjukkan banyak capaian positif dalam pengelolaan keamanan informasinya,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa keamanan informasi tidak hanya menjadi tanggung jawab organisasi, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat, terutama di era digital.
“Keamanan informasi adalah pondasi awal. Hal sederhana seperti penggunaan password minimal delapan karakter, penggunaan perangkat lunak resmi, serta perbaikan sistem yang masih bajakan perlu menjadi perhatian bersama, karena salah satu kerentanan terbesar justru berasal dari internal,” pungkasnya.
Melalui kegiatan surveillance ini, Diskominfo Kabupaten Gresik berharap dapat terus meningkatkan keandalan sistem informasi, menjaga keamanan data strategis, serta memperkuat transformasi digital yang aman dan berkelanjutan demi peningkatan kualitas pelayanan publik. (Yasmin/Telisik Hati)
















