Penulis📚 Didik Hendri Telisik Hati
BN News.com – Anggota Komisi VII DPR RI Dyah Roro Esti Widya Putri, B.A, M.Sc, Minggu (18/6/2023) dengan penuh semangat membuka kegiatan Diklat Pengelasan SMAW (Shielded Metal Arc Welding) yang digelar “Tim Melek Industri” di BLKK (Balai Latihan Kerja Komunitas) Al-Ishlah Bungah Gresik.
Menariknya, anggota DPR RI milenial dengan lingkup tugas di bidang Energi, Riset dan Teknologi, serta Lingkungan Hidup ini saat membuka Diklat menyapa peserta dengan sebuah pantun: Makan Tahu dari Sembayat/Barry Prima Bawa Knalpot/Jangan Ragu Ikut Diklat/Semoga diterima di PT. Freport//.
Tak pelak, seluruh peserta Diklat dibuat kagum dengan perempuan cantik kelahiran Jakarta, 25 Mei 1993 ini. Cara menyemangati para peserta untuk meningkatkan kemampuan agar bisa diterima bekerja di PT Freeport Indonesia benar-benar mengena dan mudah diterima oleh kaum milenial.
“PT Freeport Indonesia ini perusahaan besar, jangan sampai warga lokal hanya jadi penonton. Makanya, saya sangat mendukung Tim Melek Industri yang dibina Pak Widodo ini meningkatkan kemampuan para pemuda agar bisa diterima bekerja di PT Freeport,” tandas Politisi Fraksi Partai Golkar itu.
Sebagai legislator daerah pemilihan Jawa Timur X yang meliputi daerah Gresik, Roro Esti juga mengingatkan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Gresik untuk memenuhi kuota 60 persen tenaga kerja lokal sesuai peraturan daerah (Perda) yang berlaku. Termasuk perusahaan yang ada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial Port and Estate (JIIPE) khususnya PT. Freport Indonesia (PTFI).
Ditegaskan Roro Esti, perusahaan-perusahaan termasuk PT. Freeport agar memenuhi kewajiban kepada masyarakat, mulai dari tanggung jawab sosial atau CSR (Corporate Social Responsibility), maupun program-program lainnya yang dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat sekitar perusahaan.
“Apalagi PT. Freeport ini kan perusahaan besar. Jadi program-program CSR yang diberikan kepada masyarakat harus signifikan, jadi kalau masih kita dengar keberadaan industri tidak sebegitu berdampak di tengah masyarakat, maka ini tanda tanya besar, bagaimana komitmen mereka terhadap kesejahteraan masyarakat, tidak hanya terkait SDM tetapi juga program-program pemberdayaan,” tegasnya serius.

Roro sapaan akrabnya berjanji akan mengawal penuh warga Gresik agar bisa diterima bekerja di PT Freeport dan perusahaan lainnya. Sebagai wakil rakyat, pihaknya berjanji tidak akan henti-hentinya untuk senantiasa melakukan pengawalan dan pengawasan kepada perusahaan-perusahaan yang ada di Gresik terkait komitmen dan tanggung jawab mereka terhadap masyarakat sekitar.

Sementara Pembina Tim Melek Industri Lestari Widodo, S.Pd.I, M.Pd.I, M.Si menghaturkan terima kasih kepada Mbak Roro Anggota Komisi VII DPR RI yang telah berkenan hadir membuka kegiatan Diklat sekaligus memberikan semangat kepada seluruh peserta untuk berjuang keras meningkatkan kemampuan dan keterampilan sesuai dengan kompetensi yang diharapkan PT Freeport, PT Chiyoda Internasional Indonesia, dan perusahaan lain yang ada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial Port and Estate (JIIPE) Manyar Gresik.
“Untuk Diklat kali ini diikuti sebanyak 50 peserta yang berusia 18-40 tahun. Peserta berasal dari sejumlah Pondok Pesantren di Kabupaten Gresik dan warga yang sudah memenuhi syarat untuk bekerja dari berbagai kecamatan yang ada di Gresik Harapan kami, usai mengikuti Diklat, mereka bisa diterima bekerja di sejumlah perusahaan yang ada di KEK JIIPE,” tandas Kang Widodo penuh harap. (Didik Hendri Telisik Hati)
















