HARUMKAN GRESIK: Film Gemintang Karya Irfan Akbar, Pemuda Kreatif Asli Putra Daerah Gresik Raih Penghargaan Bergengsi dari Kemenparekraf RI. (Telisik Hati)
BUMINUSANTARANEWS.COM – Film Gemintang karya Komunitas Gresik Movie yang disutradarai oleh Irfan Akbar, berhasil meraih penghargaan dari Kemenparekraf RI dalam ajang Family Sunday Movie (FSM) 2022.

Film berdurasi sekitar 10 menit ini terpilih dalam official selection FSM periode Februari 2022, untuk genre film fiksi. Komunitas Gresik Movie, Irvan Akbar mengatakan, film Gemintang menceritakan industrialisasi di Kota Pudak, sehingga tingkat polusi cukup menghawatirkan.
“Berbekal pemikiran tersebut, kami kemudian membingkainya menjadi film Gemintang,” katanya, Rabu (9/3/2022).

Dalam film itu, menggambarkan susahnya kedua pemeran utama dalam melihat bentuk nyata bintang di angkasa dari wilayah Gresik, lantaran tertutup kabut asap dari polusi pabrik-pabrik yang berdiri.
“Itu sebenarnya kritik halus dari kami, khususnya saya pribadi, untuk industrialisasi yang ada di Gresik tercinta ini,” ucap Irfan.
Meski hanya berdurasi 10 menit, Irfan menyatakan banyak perjuangan dan kerja keras dalam pembuatan film ini. Bahkan, adegan cerita ini sudah terbayang sejak 2017 silam.

“Terus saya mulai wujudkan itu pada 2020, karena saat itu ada Festif (festival film indie),” imbuhnya.
Melalui agenda Festif pada 2020 itulah, film Gemintang menjadi salah satu yang terpilih, dari total 20 proposal yang masuk dalam kriteria panitia. Sehingga kemudian mendapatkan hadiah berupa uang tunai, yang lantas digunakan sebagai biaya pembuatan film Gemintang sesuai cerita.
“Biaya produksi film habis Rp 40 sampai Rp 45 juta, itu termasuk uang kami sendiri. Dengan dua pemeran utama, cewek Qaireen Khansa Prawiro dan cowok Muchammad Baidlowie Azhari, yang sama-sama masih kelas II SD,” kata Irfan dari Komunitas Gresik Movie yang memproduksi film Gemintang.
KEMANA PERGINYA BINTANG DI LANGIT?
Semula aku sebatas menyadari perjalanan masa kecil dari Boboh ke pusat kota Gresik, selain karena untuk jalan-jalan, kelak menjadi rutin karena bersekolah di dekat pelabuhan. Pagi siang dan sore menjadi biasa. Tetapi ingatan tentang malam di pertengahan tahun 2017, seperti meledak dan merenungi pertanyaan: kemana perginya bintang di langit?
Karena sebagai seseorang yang hidup di desa, aku membayangkan pertanyaan “Jangan-jangan di tahun ke depan, anak-anak kecil akan sulit melihat bintang dan menganggapnya pencarian tersebut semacam rekreasi paling rumit.”
Bisa jadi, akan ada moda transportasi yang mengantar wisatawan dari pelabuhan menuju tempat yang lebih tinggi di Gresik. Bersyukur sekali pada akhirnya kegelisahan tersebut mampu terwujud menjadi film pendek berjudul Gemintang yang diproduksi Gresik Movie tahun 2020 lalu.
Film tersebut mendapat fasilitasi dari kemenparekraf–dalam program bertajuk Festif (Fasilitasi Ide Sinema Kreatif). Gemintang pertama kali diputarkan untuk publik dalam rangkaian Jogja-NETPAC Asian Film Festival (2021), launching fasilitasi film berbahasa daerah pada 27 November 2020.
Menuju akhir Februari, Family Sunday Movie yang diselenggarahkan oleh Kemenparekraf mengabarkan bahwa Gemintang masuk kurasi dan sekaligus menjadi nominasi ‘Malam Penghargaan Festival FSM’ November mendatang. Gemintang terpilih bersama satu film lain dengan nilai tertinggi, melalui seleksi dari 215 film yang masuk.
Kebahagiaan ini tentu saja dipersembahkan untuk seluruh tim Gresik Movie pada khususnya, dan kawan-kawan di Kabupaten Gresik yang selalu memberi dukungan. Bersyukur, Alhamdulillah! (Irfan Akbar/Telisik Hati)
















