Penulis📚 Didik Hendri Telisik Hati
BN News.com – Bupati Gresik H Fandi Akmad Yani bersama Kepala Kemenag Gresik menghadiri Pelatihan Vokasi dan Sertifikasi BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) Juru sembelih halal (Juleha) batch 5 di Ponpes Mambaus Sholihin Suci Manyar, Gresik.
Dalam acara ini, Kepala Kemenag Gresik Drs. H. Moh. Ersat, M.HI melibatkan para kepala seksi kantor Kemenag Kabupaten Gresik, para penyuluh, dan kepala KUA se-Kabupaten Gresik.
Selain Bupati Gresik yang akrab disapa Gus Yani, acara ini juga dihadiri perwakilan dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Muh. Aftabudddin, S.Pt, M.Si, Ketua DPW Juleha Indonesia Provinsi Jawa Timur, H. Imam Fauzi, S.Pt, Ketua Yayasan Ponpes Mambaus Sholihin, H. Agus Muh. Ma’ruf, jajaran Kementerian Pertanian Jawa Timur, para aksesor Juleha dan seluruh hadirin peserta Pelatihan Vokasi dan Sertifikasi BNSP Juru Sembelih Halal.
Ponpes Mambaus Sholihin menjadi tuan rumah acara Pelatihan Vokasi dan Sertifikasi BNSP Juru Sembelih Halal (Juleha) batch 5 dari tanggal 8-10 Juni 2023. Pelatihan dan sertifikasi Juru Sembelih Halal (Juleha) merupakan upaya penting dalam memastikan penyembelihan hewan dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip halal. Apalagi saat menjelang Idul Adha. Dalam acara ini, Ponpes Mambaus Sholihin berperan sebagai tempat pelaksanaan pelatihan bagi calon Juleha.
Ketua DPW Juleha Prov. Jatim, H. Imam Fauzi, S.Pt. menyambut baik acara pelatihan dan sertifikasi Juleha ini. Sebanyak 50 peserta ikut dalam pelatihan ini. Beliau berharap dengan adanya pelatihan ini, akan ada pelatihan-pelatihan selanjutnya terkait Juleha ini.
“Para peserta sejumlah 50 orang, ke depan Juleha yang sudah bersertifikat BNSP Gresik 40 orang, Semarang, Jember, Surabaya sebanyak 10 orang. Semoga dengan adanya pelatihan ini, akan ada pelatihan-pelatihan selanjutnya,” Ucap H. Imam Fauzi, S.Pt.
Dalam kesempatan ini, Kepala Kemenag Gresik Drs. H. Moh. Ersat, M.HI memberikan sambutan dan pembinaan terkait pentingnya acara Juleha ini. Beliau menjelaskan pentingnya pelatihan dan sertifikasi Juleha dalam memastikan praktik penyembelihan yang halal dan sesuai dengan ajaran agama Islam.
Kepala Kemenag meminta mengirim 1 desa 1 Juleha, dan ke depannya kalau bisa 1 masjid 1 Juleha. Oleh karena itu diperlukan dukungan oleh semua stakeholder seperti penyuluh, KUA, dan lainnya. Ersat bertekad Beliu ngin menjadikan Kabupaten Gresik menjadi Kabupaten Halal.
“Kami bekerja sama dengan LTMNU, DMI, MUI, bagaimana kita menjadikan Gresik ini menjadi Kabupaten Halal. Karena 98% penduduk Gresik adalah muslim. Kami punya tekad yang kuat, Gresik ini punya pilot project untuk menjadikan Gresik ini menjadi Kabupaten Halal. Sebelum Idul Adha, saya minta kepada para peserta Juleha ini melatih juru sembelih yang ada di masjid-masjid di Gresik agar sudah terlatih para juru sembelihnya, sehingga makanan-makanan yang beredar ini dapat terjamin kehalalannya,” beber H. Moh. Ersat.
Di tempat yang sama, Bupati Gus Yani juga menandaskan mengenai pentingnya pemenuhan kebutuhan daging halal bagi masyarakat. Gus Yani mengapresiasi Kemenag Gresik untuk menjadikan Gresik sebagai Kabupaten Halal.
“Saya apresiasi kepada Kemenag Gresik yang ingin menjadikan Gresik menjadi Kabupaten Halal. Intinya adalah Bagaimana kita bisa menjauhkan dari makanan yang haram, otomatis profesionalisme tentang pemotongan hewan itu ada di juru sembelih,” tandas Gus Yani, Jumat Berkah (9/6/2023).
Untuk diketahui, selama 3 hari pelatihan, para peserta Juleha diberikan pemahaman yang komprehensif mengenai tata cara penyembelihan yang halal berdasarkan prinsip-prinsip Islam. Mereka diajarkan mengenai etika dan praktik penyembelihan yang benar serta pentingnya menjaga kesejahteraan hewan selama proses penyembelihan. (Didik Hendri Telisik Hati)















