Penulis📚 Anang Prasetyo/Telisik Hati
BN News.com – Buku sederhana ini terdiri dari tiga judul buku, sekaligus tiga bagian. Tiga buku tipis itulah yang kemarin saya hadiahkan kepada Ustadz Arif ,Direktur Kesenirupaan JIC. Semoga diterima dengan bahagia. Sebab, masih banyak ladang dakwah dan pendidikan yang belum tersentuh , khususnya di wilayah kesenirupaan. Mengutip Mr Ghory dari India, yang saya temui sesaat sebelum pembukaan pameran The Power of Kakbah, beliau menyatakan hal ini sebagai sebentuk khidmah di seni rupa , khususnya di dunia Islam. Saya sungguh terharu mendengar penuturan beliau yang tulus ikhlas dan penuh semangat itu.
Dalam filsafat kita mengenal ontologi epistemologi dan aksiologi. Dalam sastra kita mengenal prolog dialog dan epilog. Karena hidup bukanlah the clash of Civilization sebagaiamana tesis Samuel Huntington, hidup adalah harmoni dalam keberbedaan. Persis seperti yang divengkeram kaki Burung Garuda Pancasila, Bhineka Tunggal Ika. Berbeda – beda (baca: pluralitas bukan pluralisme), tetapi tetap satu juga (baca : mentauwhid, mengesa,menjadi satu dalam kebersamaan).
Maka, jika dalam sambutan seorang MC ada pembuka isi dan penutup , trilogi buku tipis itu anggap saja demikian halnya.
Buku pertama Menggambar dengan Memori Bahagia terbit tahun 2016. Buku yang menjadi jawaban terhadap, khususnya ide gagasan penciptaan karya seni rupa. Dimana, biasanya anak – anak dari sejak saya kecil hingga setua ini, menggambar pemandangan dengan dua gunung, matahari di tengah. Khas ! Tidak berubah.
Buku itu sekaligus diidealkan sebagai ilmu pengetahuan yang bersifat holistik integratif. Atau jika memakai terminologi tawhidi Ilmu Pengetahuan , Islamic Worldview ala Syed Naquib al Attas. Atau satu kesatuan yang bersifat ilmu fardhu ayn dan fardhu kifayahnya Imam Al Ghazali.
Sehingga nilai – nilai baik spiritualitas, neurologis, pedagogis, psikologis dan estetika seni serta kreatifitas terangkum menjadi satu kesatuan.
Buku kedua aslinya adalah saya ambil atau cuplikan dari prosiding seminar dies natalis ke 36 ISI Yogyakarta. Buku aslinya tebal. Berisi kumpulan karya ilmiah para dosen, guru dan peneliti di bidang kesenian.
Judulnya Aktivasi Memori Bahagia sebagai pemantik ide kreativitas Penciptaan Karya Seni.
Sehingga karya tulis AMB (Aktivitasi Memori Bahagia), adalah karya ilmiah yang setidaknya diakui dan mendapat pijakan akademik oleh lembaga kesenian yang ada di Yogyakarta itu.
Buku ketiga, adalah bersifat praksis berkesenirupaan di masyarakat. Judulnya Menggambar Kebahagiaan, praktik seni masyarakat desa, sebuah thawaf seni rupa. Tahun penulisan 2023. Namun belum diterbitkan.
Buku ketiga ini mendeskripsikan dan aslinya adalah laporan pelaksanaan Workshop Menggambar Kebahagiaan di Jogyakarta, Batu dan laporan di 33 titik desa-desa di Kabupaten Tulungagung , selama kurun waktu tahun 2022-2023.
Maka buku ke tiga ini sebagai representasi terhadap “Gerakan Seni Rupa Kebahagiaan” dengan metode BCMK (Bermain Cerita Menyanyi dan Kreasi) dan metode AMB (Aktivitasi Memori Bahagia), yang biasa dipakai di Kegiatan Kompan (Komunitas Padhang Njingglang) Tulungagung Jawa Timur.
Walhasil, sebagai sebentuk tahadutsan bin ni’mah , genaplah kebahagiaan dalam konteks ilmu dan amalnya. Ditambah dengan landasan iman kepada Nya, dengan harapan semoga manfaat dan berkah bagi ummat dan masyarakat,maka ilmu, amal dan iman juga adalah satu kesatuan tak terpisahkan.
Sehingga, sempurnalah sebuah ikhtiyar yang kita persembahkan kepada agama, nusa dan bangsa melakui washilah berkesenirupaan. Selebihnya tawakkal pada Nya.
Tentu saja, dengan segala catatan dan cacatannya. Sebab demikianlah manusia. Tidak ada yang sempurna, kecuali Rosulullah Muhammad sang Nabi akhir zaman.
Sebagai penutup, tahun 1445/1446 H atau tahun 2023-2024 ini kami memimpikan ada bedah buku, presentasi di ranah akademis untuk memancing nalar kritis dan ilmiah, sekaligus sebagai umpan balik,sarana evaluasi dan perbaikan.
Yang kedua, kami berencana dan memimpikan menyelenggarakan workshop Menggambar Kebahagiaan secara Massal di tiga kota besar. Dimulai dari Tulungagung dahulu. Insyaallah besuk bulan Nopember 2023 di GOR Lembu Peteng Tulungagung. Direncanakan menghadirkan 1000 – 2000 peserta remaja SMK / SMA yang sederajat.
Insyaallah jika sudah terwujud, barulah diselenggarakan di kota Malang, Yogyakarta, Jakarta atau bahkan kota – kota lainnya.
Ini semata adalah untuk pemasyarakatan nilai – nilai kebahagiaan melalui washilah perantaraan jalur kesenian. Artinya, bahwa bahagia itu bisa diperoleh melalui praktik sederhana di wilayah kesenirupaan.
Selanjutnya, setelah workshop selesai, kita seleksi 100 karya terpilih untuk kita persembahkan sebagai bentuk apresiasi. Ini ibarat petik hasil. Setelah melalui proses pembinaan dan pengkajian, barulah kita selenggarakan pameran di ibukota negara . Bisa di Galeri Nasional Jakarta, atau di Galery JIC Jakarta Islamic Centre tentunya.
Kerja akhirnya adalah membukukan menjadi sebuah katalogus besar berisi karya tulis dan karya lukis dan karya kreatifitas yang lainnya yang dikerjakan oleh para peserta workshop tersebut.
Semoga program ini terwujud dan terlaksana,membersamai Festival Padhang Njingglang #12 yang diselenggarakan oleh Kompan Komunitas Padhang Njingglang. Tema festival tahun ini adalah Tak Sengguh Temanten Anyar.
Paling akhir.
Keseluruhan proses ini selain membahagiakan warga bangsa juga membahagiakan penduduk langit, serta dengan satu harapan mendapatkan keridhoan Alloh, Tuhan Yang Maha Indah dan juga syafaat Nabi Nya.
Sebab, bukankah kebahagiaan itu bukan hanya di dunia ?
Tapi juga menggapai kebahagiaan hakiki di akhirat kelak ?
Aamiin.
Anang Prasetyo
(Peserta Pameran Kaligrafi Internasional 30 negara, The Power of Kakbah di JIC Jakarta Islamic Centre. Guru seni budaya SMKN 1 Boyolangu dan pembina Kompan ( Komunitas Padhang Njingglang).
















